Berita Terkini

Utang Proyek, Balita jadi Jaminan
LAMPURA - Polres Lampung Utara mengamankan seorang balita ya
BLHD Tuba akan Dipecah
TULANGBAWANG - Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Tulangba
9 September Pedagang Harus Pindah ke Pasar
MESUJI - Lantaran dinilai menjadi penghambat proses pembangu
Temukan Masyarakat Adat Jaga Hutan
LAMPURA - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Lampung
Dana GSMK untuk Panggung Mulyo Segera Dicairkan
TULANGBAWANG - Dana program Gerakan Serempak Membangun Kampu
Gedung SMPN 2 Tuba Udik Rusak Parah
TUBA BARAT - Kondisi gedung SMPN 2 Tulangbawang Udik, Tulang
Dinas Sosial Mesuji Gelar Bimtek PKH
MESUJI -  Dinas Sosial Kabupaten Mesuji menggelar Bimbingan
Disdikbud Waykanan Apresiasi Lomba Baca Puisi Seru
WAYKANAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Waykanan memberik


PDIP – Golkar Matangkan Koalisi Pilgub

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF


BANDARLAMPUNG - Islah dua kekuatan politik besar yang selama ini berseteru,  faksi Ketua DPD PDIP  Lampung Sjachroedin ZP dan Ketua Golkar Lampung M Alzier Dianis  Thabranie dikabarkan berlanjut koalisi hadapi Pilgub mendatang. Kini, kedua parpol tersebut tengah mematangkan format koalisi guna memenangkan Pilgub yang telah ditetapkan KPU digelar 2 Oktober 2013.
 
Wakil Ketua DPD PDIP Lampung yang juga ketua Fraksi PDIP DPRD Lampung, Tulus Purnomo mengakui bahwa di masyarakat berkembang bahwa Golkar dan PDIP islah.  ”Itu kan hanya istilah yang santer di masyarakat saja. Kan PDIP dan Golkar Lampung harmonis dan tidak ada masalah apa-apa,” kata anggota Komisi V DPRD Lampung, kemarin.
 
Dikatakan Tulus,  memang terkait Pilgub mendatang untuk membangun koalisi antara PDIP dan Golkar bisa saja terjadi. Sebab, kata dia, selain memang PDIP dan Golkar tidak ada masalah, dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi. ”Semua itu, dalam politik tidak ada yang tidak mungkin. Semua hal di luar akal manusia bisa saja terjadi dan apakah kami nanti berkoalisi atau tidak, itu bisa saja terjadi karena bukan hal yang aneh dalam politik,” tutur Tulus.
 
PDIP Lampung, lanjutnya, saat ini membuka diri terhadap siapapun yang akan maju pada Pilgub mendatang. Namun, kata dia, partainya belum mempersiapkan apapun terkait Pilgub. Sebab, kepastian pelaksanaan Pilgub belum jelas. ”Saat ini kita masih menunggu kepastian tentang Pilgub. Jika aturannya sudah turun, baru PDIP akan buka penjaringan Balongub. Nah, untuk koalisi pada Pilgub tentu ada mekanisme yang dilalui. Koalisi dengan Parpol manapun bisa saja dan tidak ada yang tidak mungkin,” paparnya.
 
Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Lampung itu, menambahkan, PDIP merupakan partai milik masyarakat dan kader, dan bukan milik perseorangan. Karenannya,  siapapun berhak untuk dicalonkan dan mencalonkan melalui parpol besutan Megawati Soekarno Putri itu. ”Keputusan layak atau tidaknya, nanti ditentukan melalaui DPP, dan ada survei dari DPP,” tandasnya.
 
Terpisah, Sekretaris DPD I Partai Golkar Lampung, Ismet Roni mengatakan, dalam poltik istilah islah bukanlah hal yang aneh. Apalagi,  politik sifatnya dinamis. Selain itu, Golkar dan PDIP juga memang tidak pernah memiliki persoalan.
 
Dikatakannya, koalisi antara Golkar dan PDIP pada pilgub dimungkinkan bisa saja terjadi. Sebab,  selain tidak ada masalah antara PDIP dan Golkar, mekanisme dalam partainya dan PDIP juga hampir sama. ”Ya, selama sesuai dengan mekanisme, tidak ada yang tidak mungkin,” kata Ketua Komisi I DPRD Lampung itu.
 
Sumber Editor di PDIP menjelaskan bahwa belakangan Golkar dan PDIP intens komunikasi,  bahkan soal  Pilgub mendatang. “Memang baru informal  sejumlah tokoh dari kedua partai itu mematangkan koalisi. PDIP masih menakar bagaiamana kalau Cagub Alzie dan Cawagub Aryodia. Atau Cagub Berlian Tihang dan Cawagubnya Aryodia,”  katanya.

Diberitakan sebelumnya, peta politik bergeser cepat menjelang Pilgub. Dua kekuatan politik besar yakni kubu Ketua DPD PDIP  Lampung Sjachroedin ZP dan Ketua Golkar Lampung M Alzier Dianis  Thabranie dikabarkan sudah islah.
 
Menurut sumber yang juga orang dekat Sjachroedin ZP, kini Gubernur Lampung itu memang tak terlalu memusingkan soal  politik lagi. “Termasuk kalau selama ini ada perbedaan dengan Pak Alzier. Sekarang Pak Gubernur sudah gak mau ada gesekan lagi.  Ya kalau istilah Islamnya kayaknya mau bener-bener istikomah,” terangnya.
 
Karena itu, tambahnya, spekulasi bahwa kini telah terjadi islah antara Sjachroedin dengan Alzier sangat bisa dipahami. “Namun niat baik mengakhiri perbedaan secara terus-menerus memang datang dari kedua belah pihak. Mudah-mudahan saja ini pertanda baik bagi kita semua, masyarakat Lampung,” ungkapnya.
 
Menurut catatan Editor, memang ada beberapa peristiwa politik yang terjadi belakangan yang bersentuhan dengan kekuatan dua pihak ini yang bisa dijadikan sebagai indikator.  Di antaranya, keponakan Sjachroedin yakni Reza Pahlevi oleh Alzier dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Partai Golkar Lampung Selatan  (Lamsel).
 
Alzier juga tak seperti biasanya, belum lama mengeluarkan statmen meminta masyarakat Lamsel mendukung kepemimpinan Bupati Rycko Menoza yang tak lain putra Gubernur Sjachroedin  ZP.  Tak ada lagi pernyataan- pernyataan saling meyudutkan baik dari Alzier maupun Sjachroedin ZP dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. (ari)


Baca Juga
Berita Lainnya