Berita Terkini

Mesuji Jamin Seleksi CPNS Bebas Uang
MESUJI - Rencana pemerintah untuk menggelar seleksi CPNS 201
Jadi Sekolah Terfavorit, SMAN 1 Tuba Tengah Terus Bangun Mutu
TUBA BARAT - Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 1 Tuba Tenga
Honorer K2 Lampura Jalani Pemberkasan
LAMPURA - Sejumlah tenaga honorer K2 Kabupaten Lampung Utara
Koperasi Mati Suri akan Ditertibkan
WAYKANAN – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupat
Polres Lampura Tangkap Pemilik Sabu
LAMPURA - Anggota lalu lintas Polres Lampung Utara menangkap
185 Pegawai Naik Pangkat
METRO - Walikota Metro Lukman Hakim telah menyerahkan SK ken
Siswa MAN Raih Medali KMS Nasional
PESAWARAN - Madrasah Aliah Negeri (MAN) Kedondong, Kabupaten
PAD Lamsel Sektor PBB Baru Capai 10 Persen
LAMSEL - Penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor


Honor Pantarlih Diduga Dipotong

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF

BANDARLAMPUNG - Salah satu petugas Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) di Kelurahan Kupangteba, Telukbetung Utara, Adi Suryana pertanyakan honor mereka yang dikabarkan akan dipotong KPU.

Diketahui honor setiap Pantarlih yang hanya bekerja selama dua bulan ke depan adalah Rp300 ribu perbulan, jadi petugas pantarlih hanya akan menerima honor sebesar Rp600 ribu. ”Kami mendapat sosialisasi dari PPK kalau honor kami yang hanya 300 itu, nantinya akan dipotong lagi oleh KPU. Pemotongan itu untuk apa? benar tidak informasi itu,” kata dia ke Koran Editor, kemarin (22/5).

Selain itu, lanjutnya, PPK juga mensosialisasikan bila stiker pantarlih sebagai bukti bahwa rumah sudah didata juga kurang. ”Mereka (PPK) mengatakan pengurangan stiker memang dari KPU. Kami disuruh memasang striker agar diusahakan dirumah-rumah dipingir jalan yang terlihat, dengan alasan agar dilihat Panwaslu. Karena saya mencium keganjilan makanya saya ngotot tidak mau melakukan,” ungkapnya.

Sekertaris KPU Kota Bandarlampung Zainudin menanggapi keluhan tersebut mengatakan, tidak ada pemotongan seperti yang dikhawatirkan tersebut.

Menurutnya dananya saja saat ini sedang diajukan dipusat dan belum cair. "Jadi apanya yang mau dipotong?," ujarnya seraya tertawa.

Menurutnya, pihaknya saat ini sedang menunggu petunjuk dari KPU pusat mengenai teknis pencairan honor tersebut maupun SPJ nya. "Kalau sudah ada petunjuknya bagaimana, baru kami nanti akan mengumpulkan mereka untuk disosialisasikan teknisnya, jadi tidak benar kalau nanti bakal ada pemotongan. Honor mereka kan kecil, kasianlah mereka itu, mereka kan bekerja untuk pengabdian bangsa," ujar Zainudin.

Sementara keluhan mengenai kurangnya stiker pantarlih, Zainudin mengatakan pihaknya sebelumnya sudah menganggarkan pencetakan 159 ribu lebih stiker.

Namun ternyata jumlah tersebut kurang dari seharusnya. "Kita memang akan mencetak lagi stiker-stiker tersebut hingga jumlahnya mencukupi untuk seluruh rumah yang ada di Bandarlampung," terangnya.

Saat ini terangnya, pihaknya sudah mengajukan revisi anggaran ke KPU pusat untuk dilakukan penambahan jumlah stiker."Jadi kalau dananya cair akan segera kita cetak dan disusulkan ke setiap pantarlih agar ditempel disetiap rumah sebagai bukti sudah didata," tukasnya.

Zainudin berharap setiap petugas pantarlih dapat bekerja semaksimal mungkin dalam melakukan pendataan."Jangan sampai ada rumah atau warga yang tercecer dan tidak terdata," tandasnya. (fer/ari)



Baca Juga
Berita Lainnya