Berita Terkini

Tegakkan KTR, Sanksinya Lemah
BANDARLAMPUNG - Masih banyaknya para  PNS dilingkungan Pemp
Pemkot Teribkan Reklame Liar
BANDARLAMPUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung kemba
Bapol PP Buatkan Surat Penyetopan Penggerusan Bukit
BANDARLAMPUNG - Badan Polisi Pamong Praja (Bapol PP) Bandarl
DPRD Kota Sambut Baik Bimtek Anggota Dewan
BANDARLAMPUNG - DPRD Bandarlampung menyambut baik kegiatan y
Calon Haji Bandarlampung Keluhkan Daftar Tunggu
BANDARLAMPUNG - Ratusan calon haji asal Kota Bandarlampung m
Karaoke Nanasan di Panjang Terbakar, Wanita PL Panik
BANDARLAMPUNG - Rumah cafe and karaoke"Nanasan" yang berada
2015, Nelayan Hadapi Masalah Rumit
BANDARLAMPUNG - Persoalan mendasar di sektor perikanan dan k
Harga Sepatu Jokowi Cuma Rp 400 Ribu
RESIDEN terpilih Joko Widodo menunjukkan sepatu barunya yang


Honor Pantarlih Diduga Dipotong

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF

BANDARLAMPUNG - Salah satu petugas Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) di Kelurahan Kupangteba, Telukbetung Utara, Adi Suryana pertanyakan honor mereka yang dikabarkan akan dipotong KPU.

Diketahui honor setiap Pantarlih yang hanya bekerja selama dua bulan ke depan adalah Rp300 ribu perbulan, jadi petugas pantarlih hanya akan menerima honor sebesar Rp600 ribu. ”Kami mendapat sosialisasi dari PPK kalau honor kami yang hanya 300 itu, nantinya akan dipotong lagi oleh KPU. Pemotongan itu untuk apa? benar tidak informasi itu,” kata dia ke Koran Editor, kemarin (22/5).

Selain itu, lanjutnya, PPK juga mensosialisasikan bila stiker pantarlih sebagai bukti bahwa rumah sudah didata juga kurang. ”Mereka (PPK) mengatakan pengurangan stiker memang dari KPU. Kami disuruh memasang striker agar diusahakan dirumah-rumah dipingir jalan yang terlihat, dengan alasan agar dilihat Panwaslu. Karena saya mencium keganjilan makanya saya ngotot tidak mau melakukan,” ungkapnya.

Sekertaris KPU Kota Bandarlampung Zainudin menanggapi keluhan tersebut mengatakan, tidak ada pemotongan seperti yang dikhawatirkan tersebut.

Menurutnya dananya saja saat ini sedang diajukan dipusat dan belum cair. "Jadi apanya yang mau dipotong?," ujarnya seraya tertawa.

Menurutnya, pihaknya saat ini sedang menunggu petunjuk dari KPU pusat mengenai teknis pencairan honor tersebut maupun SPJ nya. "Kalau sudah ada petunjuknya bagaimana, baru kami nanti akan mengumpulkan mereka untuk disosialisasikan teknisnya, jadi tidak benar kalau nanti bakal ada pemotongan. Honor mereka kan kecil, kasianlah mereka itu, mereka kan bekerja untuk pengabdian bangsa," ujar Zainudin.

Sementara keluhan mengenai kurangnya stiker pantarlih, Zainudin mengatakan pihaknya sebelumnya sudah menganggarkan pencetakan 159 ribu lebih stiker.

Namun ternyata jumlah tersebut kurang dari seharusnya. "Kita memang akan mencetak lagi stiker-stiker tersebut hingga jumlahnya mencukupi untuk seluruh rumah yang ada di Bandarlampung," terangnya.

Saat ini terangnya, pihaknya sudah mengajukan revisi anggaran ke KPU pusat untuk dilakukan penambahan jumlah stiker."Jadi kalau dananya cair akan segera kita cetak dan disusulkan ke setiap pantarlih agar ditempel disetiap rumah sebagai bukti sudah didata," tukasnya.

Zainudin berharap setiap petugas pantarlih dapat bekerja semaksimal mungkin dalam melakukan pendataan."Jangan sampai ada rumah atau warga yang tercecer dan tidak terdata," tandasnya. (fer/ari)



Baca Juga
Berita Lainnya