Berita Terkini

Bersenyum Manis itu dari Pringsewu
Bari (28) adalah aktivis pemuda dari Pringombo, Kabupaten Pr
e-Paper Koran Editor Kamis, 9 Januari 2013
Klik Disini Untuk Lihat e-Paper
Gawang Moral
ANGGOTA DPRD Lampung asal Partai Demokrat (PD) Imer Darius m
Rycko Umroh, Eki Tanpa Kabar
GUBERNUR Lampung Sjachroedin ZP menanggapi santai terkait pe
e-Peper Koran Editor, Kamis 9 Januari 2013
Klik Disini untuk lihat e-Paper
Pemprov Dinilai Menyembunyikanya
BANDARLAMPUNG- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dinilai
Pasti Korup dan Otoriter
KEKUASAAN dinasti dalam pemerintahan seperti terjadi di Bant
e-Paper Koran Editor, Selasa - 7 Januari 2013
Klik Disini untuk lihat e-paper 


Honor Pantarlih Diduga Dipotong

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF

BANDARLAMPUNG - Salah satu petugas Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) di Kelurahan Kupangteba, Telukbetung Utara, Adi Suryana pertanyakan honor mereka yang dikabarkan akan dipotong KPU.

Diketahui honor setiap Pantarlih yang hanya bekerja selama dua bulan ke depan adalah Rp300 ribu perbulan, jadi petugas pantarlih hanya akan menerima honor sebesar Rp600 ribu. ”Kami mendapat sosialisasi dari PPK kalau honor kami yang hanya 300 itu, nantinya akan dipotong lagi oleh KPU. Pemotongan itu untuk apa? benar tidak informasi itu,” kata dia ke Koran Editor, kemarin (22/5).

Selain itu, lanjutnya, PPK juga mensosialisasikan bila stiker pantarlih sebagai bukti bahwa rumah sudah didata juga kurang. ”Mereka (PPK) mengatakan pengurangan stiker memang dari KPU. Kami disuruh memasang striker agar diusahakan dirumah-rumah dipingir jalan yang terlihat, dengan alasan agar dilihat Panwaslu. Karena saya mencium keganjilan makanya saya ngotot tidak mau melakukan,” ungkapnya.

Sekertaris KPU Kota Bandarlampung Zainudin menanggapi keluhan tersebut mengatakan, tidak ada pemotongan seperti yang dikhawatirkan tersebut.

Menurutnya dananya saja saat ini sedang diajukan dipusat dan belum cair. "Jadi apanya yang mau dipotong?," ujarnya seraya tertawa.

Menurutnya, pihaknya saat ini sedang menunggu petunjuk dari KPU pusat mengenai teknis pencairan honor tersebut maupun SPJ nya. "Kalau sudah ada petunjuknya bagaimana, baru kami nanti akan mengumpulkan mereka untuk disosialisasikan teknisnya, jadi tidak benar kalau nanti bakal ada pemotongan. Honor mereka kan kecil, kasianlah mereka itu, mereka kan bekerja untuk pengabdian bangsa," ujar Zainudin.

Sementara keluhan mengenai kurangnya stiker pantarlih, Zainudin mengatakan pihaknya sebelumnya sudah menganggarkan pencetakan 159 ribu lebih stiker.

Namun ternyata jumlah tersebut kurang dari seharusnya. "Kita memang akan mencetak lagi stiker-stiker tersebut hingga jumlahnya mencukupi untuk seluruh rumah yang ada di Bandarlampung," terangnya.

Saat ini terangnya, pihaknya sudah mengajukan revisi anggaran ke KPU pusat untuk dilakukan penambahan jumlah stiker."Jadi kalau dananya cair akan segera kita cetak dan disusulkan ke setiap pantarlih agar ditempel disetiap rumah sebagai bukti sudah didata," tukasnya.

Zainudin berharap setiap petugas pantarlih dapat bekerja semaksimal mungkin dalam melakukan pendataan."Jangan sampai ada rumah atau warga yang tercecer dan tidak terdata," tandasnya. (fer/ari)



Baca Juga
Berita Lainnya