Berita Terkini

Wakil Bupati Tinjau Korban Puting Beliung
LAMTENG - Wakil Bupati Lampung Tengah Ir. Hi. Mustafa tinjau
Tak Ada Manfaat, Stop Kambing Etawa
TUBA BARAT - DPRD Kabupaten Tulangbawang Barat, mengancam ak
Satu Raperda di Lampura Belum Disahkan
LAMPURA - Raperda tentang perubahan Perda Nomor 21 Tahun 201
Tiga Desa di Mesuji Bangun Balai Desa
MESUJI - Tiga desa pemekaran di Kecamatan Wayserdang Mesuji,
Pemkab Lampura Beri 5000 JKN ke Warga
LAMPURA - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lampung Utara member
Pegawai Dinas Perikanan Lampura Datangi Kejari
LAMPURA - Sejumlah pegawai di Dinas Perikanan Kabupaten Lamp
Polisi Bekuk Perampas Uang Milik PT CANR
LAMPURA - Jajaran Polsek Bukit Kemuning Lampung Utara (Lampu
Warga Minta Pemkab Lampura Buat Sumur Bor
LAMPURA - Musim kering yang terjadi di Lampung Utara (Lampur

Pengunjung

Kami memiliki 13 Tamu online


Data Kompensasi BBM Tak Akurat

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF

BANDARLAMPUNG - Komisi V DPRD Lampung tidak setuju adanya kompensasi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi untuk masyarakat miskin, jika mekanisme penyalurannya tidak dibenahi.

Komisi V menilai, perlu adanya pembenahan data kompensasi BBM yang akurat sehingga penyaluran kepada rumah tangga miskin (rtm) tepat sasaran.

Anggota Komisi V DPRD Lampung Toto Herwantoko mengungkapkan, selama ini bantuan pemerintah yang berasal dari kompensasi kenaikan harga BBM subsidi, untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat tidak sampai tepat sasaran.

Justru, masyarakat golongan mampu yang menjadi penikmat dari konpensasi BBM. "Coba lihat saja, penerima BLT, raskin, beasiswa miskin. Banyak tidak tepat sasaran, justru warga miskin yang seharusnya berhak tidak mendapatkan kompensasi itu, karena tidak terdata sebagai penerima kompensasi," kata Toto Herwantoko, di ruang Fraksi Demokrat DPRD Lampung, Senin (27/5).

Menurutnya, saat ini Lampung belum siap untuk disalurkan kompensasi dari rencana kenaikan BBM tersebut. "Sangat jauh dari harapan, data-data rumah tangga miskin (rtm) yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik (BPS) belum menyentuh seluruhnya masyarakat miskin, bahkan data BPS banyak warga tidak miskin masuk dalam data penerima kompensasi," ujarnya.

Untuk itu, sebelum berlakunya kenaikan harga BBM subsidi dan penyaluran kompensasi, lembaga-lembaga pemangku tanggung jawab, perlu melakukan verifikasi ulang data rumah tangga miskin.

Toto yang juga Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Lampung, mengungkapkan bahwa rencana kenaikan harga BBM subsidi, yaitu bensin premium menjadi Rp 6.500/liter dan solar menjadi Rp 5.500/liter diperkirakan bakal berlaku pada minggu ketiga Juni 2013.

Mengutip ucapan, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar, Politisi Partai Demokrat Lampung ini mengatakan, kenaikan harga BBM subsidi tersebut menunggu RAPBN Perubahan (RAPBN-P) 2013 disahkan DPR yang isinya terdapat anggaran kompensasi seperti tambahan jatah beras miskin (raskin), beasiswa miskin, program keluarga harapan (PKH), dan bantuan langsung tunai bernama bantuan langsung sementara masyarakat (Balsem) senilai Rp 150 ribu/bulan.

Menurutnya, pembahasan RAPBN-P 2013 akan rampung pada 17 Juni 2013. Sehingga kenaikan harga BBM subsidi diperkirakan bakal berlaku pada minggu ketiga Juni 2013. (sms)



Baca Juga
Berita Lainnya