Berita Terkini

Mustafa Minta KSR-PMI Siap Hadapi Bencana
LAMTENG - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Lampung
Petani Lamteng Harus jadi Pioner Pertanian
LAMTENG - Ketua DPW Perhimpunan Petani (Perhiptani) Provinsi
Dewan Coret Program Wisata Rohani
PESAWARAN - Program kegiatan wisata kerohanian yang menjadi
Lima Pekon di Pringsewu Terima Dana Hibah
PRINGSEWU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu menyal
Apresiasi Anggaran Pendidikan Capai 26 Persen
PESAWARAN - DPRD Pesawaran memberi apresiasi terhadap upaya
HUT Korpri, PGRI, Guru, HKN Diperingati dalam Satu Upacara
LAMBAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat mengg
Jalur Liwa - Krui Diperbaiki, Lalin Dialihkan
LAMBAR - Kerusakan Jalan Nasional ruas Liwa-Krui tepatnya di
Baru Lima Peserta Lulus CPNS Registrasi
TANGGAMUS - Badan Kepagawaian dan Diklat (BKD) Tanggamus men

Pengunjung

Kami memiliki 40 Tamu online


Puskesmas Diusul Jadi BLU

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF

BANDARLAMPUNG - Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) diwacanakan berubah status, menjadi badan layanan umum (BLU). Tujuannya, supaya lembaga tersebut bisa mengelola keuangan dengan baik.

Sehingga, pelayanan ke masyarakat lebih dioptimalkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung Reihana didampingi oleh Humas Diskes Asih Hendrastuti mengatakan, wacana Puskesmas jadi BLU ini, merupakan bagian dari amanah Undang-undang no 40 tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional (SJSN) yang mana dalam UU tersebut, dalam waktu 10 tahun setelah UU disahkan, sudah harus terbentuk badan penyelenggara jaminan sosial. "Artinya 1 januari 2014 mendatang program ini sudah harus dilonching, dan penyempurnaan layanan puskesmas menjadi target utama pembenahan dari kementerian," kata dia, Rabu (14/4).

Dikatakannya, untuk proses pengalihan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung tengah menunggu hasil keputusan 6 kelompok kerja (pokja) yang sedang memantangkan persiapan program tersebut.

Mengingat, selama ini retribusi yang dihasilkan Puskesmas langsung disetorkan ke kas daerah. Sehingga, menjadi pendapatan daerah.

Sedangkan untuk operasional Puskesmas tersebut, tetap mengandalkan alokasi anggaran yang ada di dinas kesehatan setempat. "Kalau nunggu anggaran dari pemerintah, turunnya lama. Sedangkan pelayanan harus tetap berjalan," ujarnya.

Dengan begitu, Puskesmas ini diusulkan untuk mengelola anggarannya sendiri. Anggaran yang jadi pendapatan itu, akhirnya disesuaikan dengan kebutuhan.

Serta, dikembalikan ke masyarakat. Misalkan, dalam bentuk pengadaan obat-obatan serta jarum suntik.

Supaya, ketika masyarakat membutuhkan, semuanya sudah tersedia di Puskesmas tersebut. Dengan begitu, masyarakat tak perlu lama atau pindah berobat ke rumah sakit, gara-gara obatnya tidak tersedia.(sms)



Baca Juga
Berita Lainnya