Berita Terkini

Perbaikan Infrastruktur di Seputihraman Habiskan Rp 4 M
LAMTENG - Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menganggarkan
Dewan Soroti Aset Daerah Dipakai Pihak Lain
METRO Komisi I DPRD Kota Metro menyoroti sejumlah bangunan a
Dewan Metro Segera Rampungkan Pekerjaan Rumah
METRO - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro aka
Incar Narkoba Dapat Kulit Ular
LAMSEL - Jajaran Polres Lampung Selatan menggagalkan upaya p
Penetapan Pjs Kades Bakal Kisruh
PESAWARAN - Penetapan penjabat sementara (Pjs) Kepala Desa (
Pengusaha di Pringsewu Enggan Bayar Pajak
PRINGSEWU - Sejumlah pengusaha di Kabupaten Pringsewu masih
Pj Bupati Bertekad Terus Majukan Pesbar
PESISIR BARAT – Pejabat Bupati Pesisir Barat Kherlani bert
Distribusi Buku Kurikulum 2013 di Tanggamus Belum Selesai
TANGGAMUS – Distribusi buku kurikulum tahun 2013 untuk sek

Pengunjung

Kami memiliki 51 Tamu online


Puskesmas Diusul Jadi BLU

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF

BANDARLAMPUNG - Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) diwacanakan berubah status, menjadi badan layanan umum (BLU). Tujuannya, supaya lembaga tersebut bisa mengelola keuangan dengan baik.

Sehingga, pelayanan ke masyarakat lebih dioptimalkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung Reihana didampingi oleh Humas Diskes Asih Hendrastuti mengatakan, wacana Puskesmas jadi BLU ini, merupakan bagian dari amanah Undang-undang no 40 tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional (SJSN) yang mana dalam UU tersebut, dalam waktu 10 tahun setelah UU disahkan, sudah harus terbentuk badan penyelenggara jaminan sosial. "Artinya 1 januari 2014 mendatang program ini sudah harus dilonching, dan penyempurnaan layanan puskesmas menjadi target utama pembenahan dari kementerian," kata dia, Rabu (14/4).

Dikatakannya, untuk proses pengalihan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung tengah menunggu hasil keputusan 6 kelompok kerja (pokja) yang sedang memantangkan persiapan program tersebut.

Mengingat, selama ini retribusi yang dihasilkan Puskesmas langsung disetorkan ke kas daerah. Sehingga, menjadi pendapatan daerah.

Sedangkan untuk operasional Puskesmas tersebut, tetap mengandalkan alokasi anggaran yang ada di dinas kesehatan setempat. "Kalau nunggu anggaran dari pemerintah, turunnya lama. Sedangkan pelayanan harus tetap berjalan," ujarnya.

Dengan begitu, Puskesmas ini diusulkan untuk mengelola anggarannya sendiri. Anggaran yang jadi pendapatan itu, akhirnya disesuaikan dengan kebutuhan.

Serta, dikembalikan ke masyarakat. Misalkan, dalam bentuk pengadaan obat-obatan serta jarum suntik.

Supaya, ketika masyarakat membutuhkan, semuanya sudah tersedia di Puskesmas tersebut. Dengan begitu, masyarakat tak perlu lama atau pindah berobat ke rumah sakit, gara-gara obatnya tidak tersedia.(sms)



Baca Juga
Berita Lainnya