Berita Terkini

Mesuji Jamin Seleksi CPNS Bebas Uang
MESUJI - Rencana pemerintah untuk menggelar seleksi CPNS 201
Jadi Sekolah Terfavorit, SMAN 1 Tuba Tengah Terus Bangun Mutu
TUBA BARAT - Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 1 Tuba Tenga
Honorer K2 Lampura Jalani Pemberkasan
LAMPURA - Sejumlah tenaga honorer K2 Kabupaten Lampung Utara
Koperasi Mati Suri akan Ditertibkan
WAYKANAN – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupat
Polres Lampura Tangkap Pemilik Sabu
LAMPURA - Anggota lalu lintas Polres Lampung Utara menangkap
185 Pegawai Naik Pangkat
METRO - Walikota Metro Lukman Hakim telah menyerahkan SK ken
Siswa MAN Raih Medali KMS Nasional
PESAWARAN - Madrasah Aliah Negeri (MAN) Kedondong, Kabupaten
PAD Lamsel Sektor PBB Baru Capai 10 Persen
LAMSEL - Penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor

Pengunjung

Kami memiliki 27 Tamu online


Puskesmas Diusul Jadi BLU

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF

BANDARLAMPUNG - Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) diwacanakan berubah status, menjadi badan layanan umum (BLU). Tujuannya, supaya lembaga tersebut bisa mengelola keuangan dengan baik.

Sehingga, pelayanan ke masyarakat lebih dioptimalkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung Reihana didampingi oleh Humas Diskes Asih Hendrastuti mengatakan, wacana Puskesmas jadi BLU ini, merupakan bagian dari amanah Undang-undang no 40 tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional (SJSN) yang mana dalam UU tersebut, dalam waktu 10 tahun setelah UU disahkan, sudah harus terbentuk badan penyelenggara jaminan sosial. "Artinya 1 januari 2014 mendatang program ini sudah harus dilonching, dan penyempurnaan layanan puskesmas menjadi target utama pembenahan dari kementerian," kata dia, Rabu (14/4).

Dikatakannya, untuk proses pengalihan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung tengah menunggu hasil keputusan 6 kelompok kerja (pokja) yang sedang memantangkan persiapan program tersebut.

Mengingat, selama ini retribusi yang dihasilkan Puskesmas langsung disetorkan ke kas daerah. Sehingga, menjadi pendapatan daerah.

Sedangkan untuk operasional Puskesmas tersebut, tetap mengandalkan alokasi anggaran yang ada di dinas kesehatan setempat. "Kalau nunggu anggaran dari pemerintah, turunnya lama. Sedangkan pelayanan harus tetap berjalan," ujarnya.

Dengan begitu, Puskesmas ini diusulkan untuk mengelola anggarannya sendiri. Anggaran yang jadi pendapatan itu, akhirnya disesuaikan dengan kebutuhan.

Serta, dikembalikan ke masyarakat. Misalkan, dalam bentuk pengadaan obat-obatan serta jarum suntik.

Supaya, ketika masyarakat membutuhkan, semuanya sudah tersedia di Puskesmas tersebut. Dengan begitu, masyarakat tak perlu lama atau pindah berobat ke rumah sakit, gara-gara obatnya tidak tersedia.(sms)



Baca Juga
Berita Lainnya