Berita Terkini

Tegakkan KTR, Sanksinya Lemah
BANDARLAMPUNG - Masih banyaknya para  PNS dilingkungan Pemp
Pemkot Teribkan Reklame Liar
BANDARLAMPUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung kemba
Bapol PP Buatkan Surat Penyetopan Penggerusan Bukit
BANDARLAMPUNG - Badan Polisi Pamong Praja (Bapol PP) Bandarl
DPRD Kota Sambut Baik Bimtek Anggota Dewan
BANDARLAMPUNG - DPRD Bandarlampung menyambut baik kegiatan y
Calon Haji Bandarlampung Keluhkan Daftar Tunggu
BANDARLAMPUNG - Ratusan calon haji asal Kota Bandarlampung m
Karaoke Nanasan di Panjang Terbakar, Wanita PL Panik
BANDARLAMPUNG - Rumah cafe and karaoke"Nanasan" yang berada
2015, Nelayan Hadapi Masalah Rumit
BANDARLAMPUNG - Persoalan mendasar di sektor perikanan dan k
Harga Sepatu Jokowi Cuma Rp 400 Ribu
RESIDEN terpilih Joko Widodo menunjukkan sepatu barunya yang

Pengunjung

Kami memiliki 24 Tamu online


Puskesmas Diusul Jadi BLU

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF

BANDARLAMPUNG - Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) diwacanakan berubah status, menjadi badan layanan umum (BLU). Tujuannya, supaya lembaga tersebut bisa mengelola keuangan dengan baik.

Sehingga, pelayanan ke masyarakat lebih dioptimalkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung Reihana didampingi oleh Humas Diskes Asih Hendrastuti mengatakan, wacana Puskesmas jadi BLU ini, merupakan bagian dari amanah Undang-undang no 40 tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional (SJSN) yang mana dalam UU tersebut, dalam waktu 10 tahun setelah UU disahkan, sudah harus terbentuk badan penyelenggara jaminan sosial. "Artinya 1 januari 2014 mendatang program ini sudah harus dilonching, dan penyempurnaan layanan puskesmas menjadi target utama pembenahan dari kementerian," kata dia, Rabu (14/4).

Dikatakannya, untuk proses pengalihan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung tengah menunggu hasil keputusan 6 kelompok kerja (pokja) yang sedang memantangkan persiapan program tersebut.

Mengingat, selama ini retribusi yang dihasilkan Puskesmas langsung disetorkan ke kas daerah. Sehingga, menjadi pendapatan daerah.

Sedangkan untuk operasional Puskesmas tersebut, tetap mengandalkan alokasi anggaran yang ada di dinas kesehatan setempat. "Kalau nunggu anggaran dari pemerintah, turunnya lama. Sedangkan pelayanan harus tetap berjalan," ujarnya.

Dengan begitu, Puskesmas ini diusulkan untuk mengelola anggarannya sendiri. Anggaran yang jadi pendapatan itu, akhirnya disesuaikan dengan kebutuhan.

Serta, dikembalikan ke masyarakat. Misalkan, dalam bentuk pengadaan obat-obatan serta jarum suntik.

Supaya, ketika masyarakat membutuhkan, semuanya sudah tersedia di Puskesmas tersebut. Dengan begitu, masyarakat tak perlu lama atau pindah berobat ke rumah sakit, gara-gara obatnya tidak tersedia.(sms)



Baca Juga
Berita Lainnya