Berita Terkini

Utang Proyek, Balita jadi Jaminan
LAMPURA - Polres Lampung Utara mengamankan seorang balita ya
BLHD Tuba akan Dipecah
TULANGBAWANG - Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Tulangba
9 September Pedagang Harus Pindah ke Pasar
MESUJI - Lantaran dinilai menjadi penghambat proses pembangu
Temukan Masyarakat Adat Jaga Hutan
LAMPURA - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Lampung
Dana GSMK untuk Panggung Mulyo Segera Dicairkan
TULANGBAWANG - Dana program Gerakan Serempak Membangun Kampu
Gedung SMPN 2 Tuba Udik Rusak Parah
TUBA BARAT - Kondisi gedung SMPN 2 Tulangbawang Udik, Tulang
Dinas Sosial Mesuji Gelar Bimtek PKH
MESUJI -  Dinas Sosial Kabupaten Mesuji menggelar Bimbingan
Disdikbud Waykanan Apresiasi Lomba Baca Puisi Seru
WAYKANAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Waykanan memberik

EOS 650D

Pengunjung

Kami memiliki 51 Tamu online


Krui Ditetapkan Ibukota Pesisir Barat

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF

PESISIR BARAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat, terus mencari tempat yang tepat dan menginventarisir lahan-lahan hibah dari warga yang akan dijadikan lokasi perkantoran permkab.

Mengenai lokasi ibukota Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Kherlani, mengatakan, ibu kota Kabupaten tersebut tetap di Krui, namun pusat pemerintahan bisa dilokasi mana saja selagi masih dalam wilayah kabupaten itu, katanya.

Dia mejelaskan lokasi pemerintahan harus memenuhi syarat, bisa digunakan sebagai tempat evakuasi bila terjadi bencana alam.

Kebijakan tersebut diambil pemerintah mengingat wilayah Kabupaten Pesisir Barat masuk dalam kategori rawan bencana seperti tsunami. "ibukota tetap di krui, hanya memang pusat pemerintahan bisa dimana saja yang masih dalam wilayah Kabupaten ini, lokasinya memenuhi syarat bisa digunakan untuk tempat evakuasi bencana alam," kata Kherlani.

Bupati mencontohkan saat ini saja Provinsi Lampung ibukotanya tetap Bandarlampung.

Namun karena berbagai aspek seperti kepadatan penduduk yang terus bertambah dan hal lain, perlahan pemerintahan bergeser kearah pinggiran kota. "Jadi tetap ibukota di Krui, tetapi pusat pemerintahan bisa digeser. Contohnya dibeberapa negara maju seperti Amerika ibukota di Washington DC, pusat pemerintahannya di New York, jadi seperti itu, pertimbangan pemerintah juga matang dan terencana dengan menghitung ratusan tahun kedepan, pusat pemerintahan haruslah memenuhi syarat bisa digunakan untuk tempat evakuasi andai terjadi bencana alam," kata Kherlani, Rabu (15/5).

Lebih lanjut dia mengatakan konsep pembangunan juga harus jelas. Menurutnya, jika memang menguntungkan banyak warga menghidupkan roda perekonomian, meningkatkan taraf hidup, maka pemerintah mesti membangunnya.

Namun jika keuntungannya hanya untuk pribadi dan kebanyakan warga dirugikan, sebaiknya dikaji ulang hingga dibatalkan.

Dia menghimbau agar masyarakat mengerti dan memahami serta mendukung kebijakan pemerintah saat ini, karena apa yang dilakukan pemerintah tentunya telah melalui kajian dan pertimbangan yang terukur dan terencana dengan matang, yang tujuan tercapai percepatan ekonomi, meningkatnya taraf hidup, dan kesejahteraan warga di Kabupaten Pesisir Barat. (nov/mar)



Baca Juga
Berita Lainnya