Berita Terkini

Bersenyum Manis itu dari Pringsewu
Bari (28) adalah aktivis pemuda dari Pringombo, Kabupaten Pr
e-Paper Koran Editor Kamis, 9 Januari 2013
Klik Disini Untuk Lihat e-Paper
Gawang Moral
ANGGOTA DPRD Lampung asal Partai Demokrat (PD) Imer Darius m
Rycko Umroh, Eki Tanpa Kabar
GUBERNUR Lampung Sjachroedin ZP menanggapi santai terkait pe
e-Peper Koran Editor, Kamis 9 Januari 2013
Klik Disini untuk lihat e-Paper
Pemprov Dinilai Menyembunyikanya
BANDARLAMPUNG- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dinilai
Pasti Korup dan Otoriter
KEKUASAAN dinasti dalam pemerintahan seperti terjadi di Bant
e-Paper Koran Editor, Selasa - 7 Januari 2013
Klik Disini untuk lihat e-paper 

EOS 650D

Pengunjung

Kami memiliki 33 Tamu online


Krui Ditetapkan Ibukota Pesisir Barat

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF

PESISIR BARAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat, terus mencari tempat yang tepat dan menginventarisir lahan-lahan hibah dari warga yang akan dijadikan lokasi perkantoran permkab.

Mengenai lokasi ibukota Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Kherlani, mengatakan, ibu kota Kabupaten tersebut tetap di Krui, namun pusat pemerintahan bisa dilokasi mana saja selagi masih dalam wilayah kabupaten itu, katanya.

Dia mejelaskan lokasi pemerintahan harus memenuhi syarat, bisa digunakan sebagai tempat evakuasi bila terjadi bencana alam.

Kebijakan tersebut diambil pemerintah mengingat wilayah Kabupaten Pesisir Barat masuk dalam kategori rawan bencana seperti tsunami. "ibukota tetap di krui, hanya memang pusat pemerintahan bisa dimana saja yang masih dalam wilayah Kabupaten ini, lokasinya memenuhi syarat bisa digunakan untuk tempat evakuasi bencana alam," kata Kherlani.

Bupati mencontohkan saat ini saja Provinsi Lampung ibukotanya tetap Bandarlampung.

Namun karena berbagai aspek seperti kepadatan penduduk yang terus bertambah dan hal lain, perlahan pemerintahan bergeser kearah pinggiran kota. "Jadi tetap ibukota di Krui, tetapi pusat pemerintahan bisa digeser. Contohnya dibeberapa negara maju seperti Amerika ibukota di Washington DC, pusat pemerintahannya di New York, jadi seperti itu, pertimbangan pemerintah juga matang dan terencana dengan menghitung ratusan tahun kedepan, pusat pemerintahan haruslah memenuhi syarat bisa digunakan untuk tempat evakuasi andai terjadi bencana alam," kata Kherlani, Rabu (15/5).

Lebih lanjut dia mengatakan konsep pembangunan juga harus jelas. Menurutnya, jika memang menguntungkan banyak warga menghidupkan roda perekonomian, meningkatkan taraf hidup, maka pemerintah mesti membangunnya.

Namun jika keuntungannya hanya untuk pribadi dan kebanyakan warga dirugikan, sebaiknya dikaji ulang hingga dibatalkan.

Dia menghimbau agar masyarakat mengerti dan memahami serta mendukung kebijakan pemerintah saat ini, karena apa yang dilakukan pemerintah tentunya telah melalui kajian dan pertimbangan yang terukur dan terencana dengan matang, yang tujuan tercapai percepatan ekonomi, meningkatnya taraf hidup, dan kesejahteraan warga di Kabupaten Pesisir Barat. (nov/mar)



Baca Juga
Berita Lainnya