Berita Terkini

Mesuji Jamin Seleksi CPNS Bebas Uang
MESUJI - Rencana pemerintah untuk menggelar seleksi CPNS 201
Jadi Sekolah Terfavorit, SMAN 1 Tuba Tengah Terus Bangun Mutu
TUBA BARAT - Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 1 Tuba Tenga
Honorer K2 Lampura Jalani Pemberkasan
LAMPURA - Sejumlah tenaga honorer K2 Kabupaten Lampung Utara
Koperasi Mati Suri akan Ditertibkan
WAYKANAN – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupat
Polres Lampura Tangkap Pemilik Sabu
LAMPURA - Anggota lalu lintas Polres Lampung Utara menangkap
185 Pegawai Naik Pangkat
METRO - Walikota Metro Lukman Hakim telah menyerahkan SK ken
Siswa MAN Raih Medali KMS Nasional
PESAWARAN - Madrasah Aliah Negeri (MAN) Kedondong, Kabupaten
PAD Lamsel Sektor PBB Baru Capai 10 Persen
LAMSEL - Penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor

EOS 650D

Pengunjung

Kami memiliki 40 Tamu online


Oknum Guru Olahraga Diduga Cabuli Murid

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF

TULANGBAWANG - Diduga mencabuli siswinya, Fj (26) seorang oknum guru di SMPN 3 Banjar Agung Kabupaten Tulangbawang diamankan pihak kepolisian sektor Banjar Agung.

Berdasarkan informasi, Fj yang berstatus guru olahraga di sekolah itu ditangkap polisi beberapa saat seusai dilaksanakannya upacara bendera, Senin (6/5) lalu.

Penangkapan dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan adanya tindakan asusila itu dari keluarga korban.

Kapolsek Banjar Agung AKP Pulungan belum mau berkomentar terkait perkembangan penanganan kasus dugaan tindakan asusila itu. "Saya belum dapat laporan dari anak buah saya, nanti ya saya lagi ada tamu," kata AKP Pulungan.

Dari informasi yang dihimpun, perbuatan tidak senonoh itu dilakukan Fj terhadap Bunga (13) (bukan nama sebenarnya) seorang siswi kelas 7 SMPN 03 Banjar Agung.

Kejadian itu berawal ketika pada Sabtu, 4 Mei lalu sekitar pukul 10.00 WIB. Fj memanggl Bunga ke salah satu ruangan di sekolah tersebut  dengan alasan akan mengajari bidang studi olahraga.

Sesampainya di dalam ruangan, Fj lalu mendekati korban seraya meraba payudara beserta bagian tubuh korban lainnya. "Korban saat itu diancam jika sampai melapor kejadian itu kepada orang lain," ungkap salah satu kerabat korban yang enggan menyebut namanya, Kamis (9/5).

Namun korban rupanya tidak menggubris ancaman pelaku. Karena merasa diperlakukan tidak senonoh, korban lantas melaporkan kejadian yang dialami kepada orangtuanya usai pulang sekolah. "Korban pulang dari sekolah dan langsung melaporkan kejadian yang menimpanya ke orang tua," ungkap sumber tadi.

Tidak terima dengan kejadian yang menimpa anaknya, orangtua korban lalu melaporkan tindakan asusila itu ke pihak berwajib.

Atas perbuatan asusila yang dikakukan, Fj dapat dijerat dengan UU Perlndungan Anak, pasal 82 ayat 1 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

Kepala SMPN 3 Banjar Agung Tulangbawang Nirmala membenarkan adanya penahanan terhadap Fj, oknum guru di sekolah itu oleh pihak kepolisian karena diduga telah berbuat asusila.

Menurut dia, Fj diamankan pihak kepolisian ke Mapolsek Banjar Agung beberapa saat seusai pelaksanaan upacara bendera, Senin (6/5) lalu.

Terkait adanya perbuatan asusila yang dilakukan Fj terhadap salah satu siswi di sekolah itu, Nirmala mengaku baru mengetahui ketika polisi datang ke sekolah menjemput pelaku. "Saya tahunya waktu polisi datang ke sekolah, nunjukin surat panggilan untuk Fj ke saya. Setelah itu dia (Fj) langsung dibawa ke mapolsek," ungkap Nirmala, Kamis.

Sebelum dibawa polisi, Fj sempat terlihat datang ke sekolah beberapa saat usai dilaksanakan upaca bendera. "Dia (Fj) memang nggak ikut upacara, setelah upacara dia baru datang pakai seragam olahraga.  Dia datang seperti biasa, seperti nggak ada masalah. Setelah itu tahu-tahu polisi datang," tambah Nirmala.

Terkait tindakan dugaan asusila yang dilakukan Fj terhadap Bunga, pihak sekolah sudah membuat laporan tertulis kepada Dinas Pendidikan Tulangbawang.

Nirmala mengatakan, laporan tertulis itu sifatnya hanya pemberitahuan kepada dinas pendidikan, mengenai adanya aksi dugaan asusila oknum guru terhadap murid di SMPN 3 Banjar Agung, yang kini kasusnya telah ditangani Polsek Banjar Agung. "Kita sudah kirim laporan tertulis kepada atasan di dinas pendidikan. Ini hanya memberitahukan terkait kejadian itu," ungkap Nirmala.

Pihak sekolah, sambung dia, tidak mau terburu-buru menjatuhi sanksi terhadap Fj. "Kita tunggu saja bagaimana perkembangan proses hukum. Kita nggak mau terlalu dini memberikan sanksi apa. Sekarang kasusnya sudah ditangani polisi, kita tunggu saja bagaimana perkembangannya," terang Nirmala. (tim)