Berita Terkini

Mukhlis Basri Ucapkan Selamat pada Jokowi- JK
KETUA DPC PDIP Lampung Barat Mukhlis Basri mengucapkan selam
Tunggakan Listrik Lampura Rp 45 M
LAMPURA - Hingga bulan Oktober, jumlah tunggakan rekening li
Cegah Pelecehan Seksual, Beri Pemahaman Anak
LAMPURA - Kepada seluruh pihak sekolah di Lampung Utara diim
BPMPD Tunggu Laporan Camat Abung Semuli
LAMPURA - Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melalui Badan P
Stok Beras di Tuba Mencukupi
TULANGBAWANG - Kendati musim kemarau masih melanda, namun st
Polisi Lampura Tangkap Tersangka Begal
LAMPURA - Unit Buser Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung
Baru Berjalan, Operasi Aman Mesuji Bocor
MESUJI - Mabes Polri menganggarkan Rp2,6 miliar untuk mengge
Jamaah Haji Waykanan Kembali Utuh
WAYKANAN - Bupati Waykanan Bustami Zainudin mengaku, bersyuk

EOS 650D

Pengunjung

Kami memiliki 844 Tamu online


Pelajar SMAN 1 Wonosobo Tawuran

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF

TANGGAMUS - AS (17) pelajar kelas XI SMAN 1 Wonosobo  terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotaagung akibat luka bacok dibagian kepalanya.

Pelaku pembacokan adalah teman satu kelas korban AD, warga Pekon Balak Kecamatan Wonosobo.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi, Kamis (2/5) pada saat jam istirahat pukul 10.00 WIB. Menurut pengakuan ibu korban Nurhayati pemicu perkelahian karena ada seorang temannya yang meminta berboncengan dengan motor yang dikendarai AS.

Namun karena sudah berboncengan dengan ED, maka AS menolak permintaan tersebut, merasa tidak terima dengan ucapan ED, perkelahianpun pecah. "Anak saya membonceng ED, namun ada satu temannya lagi yang meminta tebengan, karena kondisi motor dalam keadaan tidak fit, ED menolak. Merasa tidak terima dengan perkataan ED, perkelahianpun terjadi. Anak saya bersama ED dikeroyok, tiba-tiba dari belakang AD membacok anak saya," katanya.

Ditambahkan Nurhayati, saat dibacok anaknya sempat mengejar AD, namun karena terlalu banyak mengeluarkan darah, AS pingsan dan dilarikan ke RSUD. "Anak saya dibacok dari belakang, dan dia sempat mengejar, karena banyak darah keluar, sehingga pingsan dan dibawa ke RSUD," ungkapnya.

Kapolsek Wonosobo, AKP  Wahidin saat dikonfimasi membenarkan peristiwa tersebut.

Menurutnya saat anggotanya tiba susana sudah sepi, semua yang terlibat perkelahian pulang. "Ya, memang terjadi perkelahian di SMAN 1 Wonosobo, akibat perkelahian tersebut satu korban dirawat di RSUD Kotaagung karena luka bacok dengan 16 jahitan," katanya,  dihubungi melalui telepon selulernya.

Dikatakan Wahidin, belum jelas apa yang menjadi penyebab perkelahian,sebab saat kejadian guru-guru tidak ada yang melihat, dan saksi yang melihat juga sudah dipulangkan. "Kami sudah mintai keterangan dari dewan guru, mereka juga tidak tahu apa penyebabnya, sementara pelajar yang menjadi saksi juga sudah pulang," katanya.

Ditambahkannya,  bahwa saat ini anggotanya masih berusaha untuk mencari pelaku pembacokan yang bersembunyi. "Pelaku masih bersembunyi, anggota juga sudah bergerak untuk melakukan pencarian dan kita juga sudah berkoordinasi dengan aparat pekon, BHP, keluarga korban dan pelaku untuk mencari solusi terbaik. Bahkan Kepala Pekon Balak juga menyatakan siap menghadirkan pelaku ke kantor polisi untuk dimintai keterangan," terangnya.

Sementara Kepala SMAN 1 Wonosobo Drs.Timbul Prabowo menyayangkan kejadian yang mengakibatkan salah satu siswanya terluka tersebut. Menurut Timbul ini kali pertamnya persitiwa berdarah terjadi disekolahnya. " Ya, sangat saya sayangkan kejadian ini, sebab selama ini sekolah ini kondusif tidak ada ribut-ribut," ungkapnya.

Dirinya juga mengaku tidak tahu persis pengkal permasalahan, dan menegaskan bahwa perkelahian tersebut bukan ribut antar geng. "Kejadian ini sifatnya insidentil, tidak ada dendam lama atau tawuran antar genk. Ya saya harap peristiwa ini tidak terjadi lagi," harap Timbul. (ham/mar)