Berita Terkini

Mesuji Jamin Seleksi CPNS Bebas Uang
MESUJI - Rencana pemerintah untuk menggelar seleksi CPNS 201
Jadi Sekolah Terfavorit, SMAN 1 Tuba Tengah Terus Bangun Mutu
TUBA BARAT - Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 1 Tuba Tenga
Honorer K2 Lampura Jalani Pemberkasan
LAMPURA - Sejumlah tenaga honorer K2 Kabupaten Lampung Utara
Koperasi Mati Suri akan Ditertibkan
WAYKANAN – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupat
Polres Lampura Tangkap Pemilik Sabu
LAMPURA - Anggota lalu lintas Polres Lampung Utara menangkap
185 Pegawai Naik Pangkat
METRO - Walikota Metro Lukman Hakim telah menyerahkan SK ken
Siswa MAN Raih Medali KMS Nasional
PESAWARAN - Madrasah Aliah Negeri (MAN) Kedondong, Kabupaten
PAD Lamsel Sektor PBB Baru Capai 10 Persen
LAMSEL - Penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor

EOS 650D

Pengunjung

Kami memiliki 122 Tamu online


Pelajar SMAN 1 Wonosobo Tawuran

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF

TANGGAMUS - AS (17) pelajar kelas XI SMAN 1 Wonosobo  terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotaagung akibat luka bacok dibagian kepalanya.

Pelaku pembacokan adalah teman satu kelas korban AD, warga Pekon Balak Kecamatan Wonosobo.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi, Kamis (2/5) pada saat jam istirahat pukul 10.00 WIB. Menurut pengakuan ibu korban Nurhayati pemicu perkelahian karena ada seorang temannya yang meminta berboncengan dengan motor yang dikendarai AS.

Namun karena sudah berboncengan dengan ED, maka AS menolak permintaan tersebut, merasa tidak terima dengan ucapan ED, perkelahianpun pecah. "Anak saya membonceng ED, namun ada satu temannya lagi yang meminta tebengan, karena kondisi motor dalam keadaan tidak fit, ED menolak. Merasa tidak terima dengan perkataan ED, perkelahianpun terjadi. Anak saya bersama ED dikeroyok, tiba-tiba dari belakang AD membacok anak saya," katanya.

Ditambahkan Nurhayati, saat dibacok anaknya sempat mengejar AD, namun karena terlalu banyak mengeluarkan darah, AS pingsan dan dilarikan ke RSUD. "Anak saya dibacok dari belakang, dan dia sempat mengejar, karena banyak darah keluar, sehingga pingsan dan dibawa ke RSUD," ungkapnya.

Kapolsek Wonosobo, AKP  Wahidin saat dikonfimasi membenarkan peristiwa tersebut.

Menurutnya saat anggotanya tiba susana sudah sepi, semua yang terlibat perkelahian pulang. "Ya, memang terjadi perkelahian di SMAN 1 Wonosobo, akibat perkelahian tersebut satu korban dirawat di RSUD Kotaagung karena luka bacok dengan 16 jahitan," katanya,  dihubungi melalui telepon selulernya.

Dikatakan Wahidin, belum jelas apa yang menjadi penyebab perkelahian,sebab saat kejadian guru-guru tidak ada yang melihat, dan saksi yang melihat juga sudah dipulangkan. "Kami sudah mintai keterangan dari dewan guru, mereka juga tidak tahu apa penyebabnya, sementara pelajar yang menjadi saksi juga sudah pulang," katanya.

Ditambahkannya,  bahwa saat ini anggotanya masih berusaha untuk mencari pelaku pembacokan yang bersembunyi. "Pelaku masih bersembunyi, anggota juga sudah bergerak untuk melakukan pencarian dan kita juga sudah berkoordinasi dengan aparat pekon, BHP, keluarga korban dan pelaku untuk mencari solusi terbaik. Bahkan Kepala Pekon Balak juga menyatakan siap menghadirkan pelaku ke kantor polisi untuk dimintai keterangan," terangnya.

Sementara Kepala SMAN 1 Wonosobo Drs.Timbul Prabowo menyayangkan kejadian yang mengakibatkan salah satu siswanya terluka tersebut. Menurut Timbul ini kali pertamnya persitiwa berdarah terjadi disekolahnya. " Ya, sangat saya sayangkan kejadian ini, sebab selama ini sekolah ini kondusif tidak ada ribut-ribut," ungkapnya.

Dirinya juga mengaku tidak tahu persis pengkal permasalahan, dan menegaskan bahwa perkelahian tersebut bukan ribut antar geng. "Kejadian ini sifatnya insidentil, tidak ada dendam lama atau tawuran antar genk. Ya saya harap peristiwa ini tidak terjadi lagi," harap Timbul. (ham/mar)