Berita Terkini

IAIN Raden Intan Gelar Seminar Nasional
BANDARLAMPUNG – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden I
Tobroni Minta SKPD Serahkan Data ke Dewan
BANDARLAMPUNG - Wakil Walikota Bandarlampung Thobroni Harun
Warga Diminta Waspada Penyakit DBD
BANDARLAMPUNG - Warga Kota Bandarlampung perlu mewaspadai an
Ahmad Muzani Dampingi Ahok
BASUKI T Purnama (Ahok) kini menjabat sebagai Plt Gubernur D
Fadli Zon: PPP Status Quo di KMP
WAKIL Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, mengatakan posis
Jokowi Coret 8 Calon Menteri
PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan mencoret de
Mertua Dibesuk, Poempida Cabut Gugatan ke ARB
POLITISI Partai Golkar Poempida Hidayatulloh menyatakan menc
Perkara Dua Anggota DPR Masuk Penuntutan
KEJAKSAAN Agung atas permintaan Komisi Pemilihan Umum melaku

EOS 650D

Pengunjung

Kami memiliki 41 Tamu online


Pelajar SMAN 1 Wonosobo Tawuran

| E-mail Send | Cetak Print | PDF PDF

TANGGAMUS - AS (17) pelajar kelas XI SMAN 1 Wonosobo  terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotaagung akibat luka bacok dibagian kepalanya.

Pelaku pembacokan adalah teman satu kelas korban AD, warga Pekon Balak Kecamatan Wonosobo.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi, Kamis (2/5) pada saat jam istirahat pukul 10.00 WIB. Menurut pengakuan ibu korban Nurhayati pemicu perkelahian karena ada seorang temannya yang meminta berboncengan dengan motor yang dikendarai AS.

Namun karena sudah berboncengan dengan ED, maka AS menolak permintaan tersebut, merasa tidak terima dengan ucapan ED, perkelahianpun pecah. "Anak saya membonceng ED, namun ada satu temannya lagi yang meminta tebengan, karena kondisi motor dalam keadaan tidak fit, ED menolak. Merasa tidak terima dengan perkataan ED, perkelahianpun terjadi. Anak saya bersama ED dikeroyok, tiba-tiba dari belakang AD membacok anak saya," katanya.

Ditambahkan Nurhayati, saat dibacok anaknya sempat mengejar AD, namun karena terlalu banyak mengeluarkan darah, AS pingsan dan dilarikan ke RSUD. "Anak saya dibacok dari belakang, dan dia sempat mengejar, karena banyak darah keluar, sehingga pingsan dan dibawa ke RSUD," ungkapnya.

Kapolsek Wonosobo, AKP  Wahidin saat dikonfimasi membenarkan peristiwa tersebut.

Menurutnya saat anggotanya tiba susana sudah sepi, semua yang terlibat perkelahian pulang. "Ya, memang terjadi perkelahian di SMAN 1 Wonosobo, akibat perkelahian tersebut satu korban dirawat di RSUD Kotaagung karena luka bacok dengan 16 jahitan," katanya,  dihubungi melalui telepon selulernya.

Dikatakan Wahidin, belum jelas apa yang menjadi penyebab perkelahian,sebab saat kejadian guru-guru tidak ada yang melihat, dan saksi yang melihat juga sudah dipulangkan. "Kami sudah mintai keterangan dari dewan guru, mereka juga tidak tahu apa penyebabnya, sementara pelajar yang menjadi saksi juga sudah pulang," katanya.

Ditambahkannya,  bahwa saat ini anggotanya masih berusaha untuk mencari pelaku pembacokan yang bersembunyi. "Pelaku masih bersembunyi, anggota juga sudah bergerak untuk melakukan pencarian dan kita juga sudah berkoordinasi dengan aparat pekon, BHP, keluarga korban dan pelaku untuk mencari solusi terbaik. Bahkan Kepala Pekon Balak juga menyatakan siap menghadirkan pelaku ke kantor polisi untuk dimintai keterangan," terangnya.

Sementara Kepala SMAN 1 Wonosobo Drs.Timbul Prabowo menyayangkan kejadian yang mengakibatkan salah satu siswanya terluka tersebut. Menurut Timbul ini kali pertamnya persitiwa berdarah terjadi disekolahnya. " Ya, sangat saya sayangkan kejadian ini, sebab selama ini sekolah ini kondusif tidak ada ribut-ribut," ungkapnya.

Dirinya juga mengaku tidak tahu persis pengkal permasalahan, dan menegaskan bahwa perkelahian tersebut bukan ribut antar geng. "Kejadian ini sifatnya insidentil, tidak ada dendam lama atau tawuran antar genk. Ya saya harap peristiwa ini tidak terjadi lagi," harap Timbul. (ham/mar)