Jumat, 09 Juni 2017

Welcome Area Jalan Lingkungan KRL

LAMBAR-- Pre Construction Meeting (PCM) Pembangunan Welcome Area Dan Jalan Lingkungan Kebun Raya Liwa yang di selenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Lampung Barat bersama dengan LIPI dan PPKK PUPR  di Ruang Rapat Pakuwon Bappeda, Kamis 09/05  di buka secara langsung oleh Asisten II Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Ir. Nata Djudin Amran serta di hadiri oleh Perwakilan dari OPD terkait, Balai TNBBS, LIPI yang di hadiri oleh Suhendar , PPKK PUPR  di jhadiri oleh Roki Adam, Perwakilan Kecamatan, Pekon kubu perahu dan instansi yang terkait dengan kegiatan tersebut.
kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Lampung Barat Drs. Tono Suparman menyampaikan )- Pre Construction Meeting (PCM) Pembangunan Welcome Area Dan Jalan Lingkungan Kebun Raya Liwa ini di hadiri sebanyak 20 orang yang terdiri dari OPD terkait, Dari Balai Besar TNBBS serta perwakilan dari Pekon kubu perahu .
Pihaknya mengungkapkan, keberadaan Kebun Raya dari masa ke masa setidaknya memiliki 5 fungsi utama yang memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat secara luas. “fungsi ini adalah sebagai tempat konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan lingkungan, wisata, dan jasa lingkungan. Bahkan, juga berkontribusi dalam perekonomian masyarakat sekitar,” katanya.
Selain itu, kehadiran kebun raya di Indonesia ini juga menjadi lokasi strategis dalam kegiatan pendidikan lingkungan. Fungsi lainnya yang terlihat bagi mayoritas masyarakat luas adalah keberadaan kebun raya menjadi lokasi strategis untuk berwisata atau berekreasi.
Tujuan PCM ini untuk menyamakan persepsi membahas Syarat-syarat Umum dan Khusus Dokumen Perikatan dan membuat kesepakatan hal-hal penting yang belum terdapat dalam Dokumen Kontrak maupun kemungkinan-kemungkinan kendala yang akan terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan.
Apabila konsultan pengawas memiliki pandangan yang berbeda dengan hasil Rapat Persiapan Pekerjaan yang telah ditentukan, maka usulan/persamaan presepsi dapat dilakukan melalui rapat koordinasi yang dilaksanakan pada tahap selanjutnya. Jika PPK dan Pihak Penyedia telah melaksanakan PCM ini, maka koordinasi dan tahapan pelaksanaan akan lebih terarah sesuai kesepakatan bersama demi mewujudkan pembangunan.
Sementara itu dalam sambutanya Asisten II Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Ir. Nata Djudin Amran menyampaikan Berdasarkan Peraturan Presiden nomor 93 Tahun 2011 Kebun raya memiliki 5 fungsi pokok yaitu Fungsi Konservasi, Fungsi Pendidikan , Fungsi Penelitian Fungsi Wisata dan Fungsi Jasa Lingkungan.
Kelima fungsi tersebut sangat sesuai dengan kabupaten Lambar yang merupakan kabupaten konservasi sebagaimana peraturan daerah Kab Lambar No.1 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka panjang daerah kabupaten Lambar tahun 200502025, kebun raya di bentuk sebagai kawasan strategis operasional dalam mewujudkan kota liwa sebagai kota hijau (Green City) dan Lambar sebagai kabupaten Konservasi.
Pembangunan kebun raya liwa di dasarkan pada masterplan kebun raya liwa pertama kali di buat pada tahun 2008 namun pada tahun 2015 kembali di lakukan review masterplan kebun raya.
“ Perubahan tersebut tentunya berdampak pada susunan dan penetapan fasilitas pendukung yang sudah direncanakan oleh karena itu pada tahun 2015 dilaksanakan review masterplan kebun raya liwa guna menata ulang lokasi dan penempatan bangunan pendukung kebun raya liwa”, Ungkapnya.
Selanjutnya review tersebut untuk menyesuiakan luasan wilayah kebun raya liwa yang semula 116 Ha menjadi 86,68 Ha.”Kekurangan tersebut sebagaia akibat di keluarkanya perumahan pegawai Pemkab Lambar , Taman Hamtebiu, dan beberapa lokasi tanah masyarakat dari masterplan KRL”, Jelasnya.
Kemudian berdasarkan MoU anatara LIPI dan Kementrian PU dan Perumahan Rakyat , Pemerintah melalui Kemntrian PUPR berkomitmen untuk membantu pembangunan KRL khususnya pembangunan berbagai fasilitas pendukung dan jalan di area KRL sampai tahun 2019.
“berdasrakan Roadmap KRL akan di louncing pada tahun 2018 namun dalam rangka percepatan pembangunan dan pengembangan launcing KRL akan dilaksanakan pada tahun 2017 untuk itu Pemkab lambar pada tahun 2017 juga akn mengaloksikan kegiatan guna pembangunan fasilitas pendukung KRL”, Ujarnya.
 Kegiatan PCM ini sekiranya sangatlan penting di harapkan OPD dapat berdiskusi dengan baik dengan harapan mendapatkan pemikiran yang positif untuk pembangunan KRL, selain itu berharap penuh agar dapat berjalan dengan baik karena KRL ini bisa menjadi Khas Lambar.(Irw)
 
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar