Sabtu, 10 Juni 2017

Uang ADP Pekon Buainyerupa Baru Dicairkan 25 Persen Dari Bank Sebesar 150 Juta Hilang

LAMBAR –Uang sebanyak Rp 150 juta untuk anggaran dana pekon buainyerupa  Kecamatan sukau kabupaten lampung barat (Lambar), yang baru dicairkan disalah satu Bank yang ada dikelurahan balikbukit  ,(6/6), dilaporkan hilang saat disimpan dikenderaan roda empat (R4),milik kenderaan pribadi bendahara pekon fathan . Kasus kehilangan uang bantuan pekon  sudah dilaporkan kepada pihak yang berwajib.
Saat itu , mereka mencairkan uang ADP tahap pertama sebesar 25 persen  yang merupakan bantuan dana pekon  tahap pertama kegunaan untuk ,insentif aparat pekon,kader posnyandu dan biaya operasional pekon. 
Bendehara pekon Fathan lansung melaporkan kejadian itu kepada pihak penegak hokum polres lambar  , dimana uang anggaran dana pekon yang ditarik hari  itu, hilang saat disimpan didalam kenderaan bendehara itu sendiri ,yang disimpan didalam tas.
Kasat reskrim AKP firmansyah mendampingi kapolres AKBP andy kemala,S,IK ,MM,mengatakan, mereka sudah menerima laporan kehilangan uang tersebut dan sedang dipelajari kasunya. “Ada laporan uang ADP pekon  buainyerupa kecamatan sukau hilang didalam mobil,ucapnya.
Ketua Komis I DPRD kabupaten lampung barat (Lambar),,Acep Tangi mempertanyakan bentuk pertanggungjawaban hilangnya uang untuk anggaran dana pekon buainyerupa kecamatan sukau kabupaten lampung barat (Lambar) yang menyia-nyiakan uang negara untuk rakyat , sampai dananya hilang  akibat kelalaian “Uang Itu Bukan Dikit”katanya.
Ia mengatakan,bendehara harus mengganti dana yang hilang,karena dana tersebut hilang akibat faktor kelalaian, kurangnya pengawasan  Selain harus mempertanggungjawabkan kelalaiannya untuk mengembalikan uang, kepala desa/Lurah juga harus dapat menjelaskan kenapa uang sebanyak itu kok bisa hilang ."Seharusnya uang tersebut berada di tangan Bendahara atau di Bank, hal inilah yang menjadi indikasi kesalahan awal administrasi yang ujungnya adalah terjadinya korupsi, dalam hal ini uang hilang tidak jelas," paparnya.(Irw)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar