Kamis, 15 Juni 2017

PUSAT PRIORITASKAN LAMPUNG

BANDARLAMPUNG - Pembangunan di Provinsi Lampung kini tengah mengalami progres yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. Pemerintah pusat pun makin mendorong laju pembanguan ini dengan menjadikan Provinsi Lampung sebagai tempat sejumlah proyek stategis berskala nasional.
Menurut gubernur, pembangunan yang mengalami progres sangat signifikan  diantaranya terkait pembangunan infrastruktur, pertanian, bidang kesejahteraan rakyat, penanggulangan kemiskinan, pengembangan industri dan pariwisata serta pembangunan di bidang energi. “Sedikitnya delapan prioritas pembangunan yang saat ini tengah menjadi fokus utama pembangunan di Lampung,” kata gubernur saat Safari Ramadhan di kantor DPRD Lampung kemarin petang.
Dirincikan, kedelapan prioritas itu pembangunan jalan tol, pengembangan kawasan industri, perbaikan sistem penyeberangan  Merak-Bakauheni, revitalisasi Bandara Raden Intan II, pembangunan bendungan, keberlanjutan pembangunan ITERA, ketahanan energi, dan pembangunan short cut Rejosari-Tarahan. "Kita bersyukur pemerintah pusat meberikan perhatian lebih ke kita, Lampung ini,” ujarnya seraya berkelakar hal tersebut perlu dilaporkan kepada dewan.
Lebih lanjut gubernur mengungkapkan, untuk jalan tol sekarang tengah berproses bahkan pemerintah menargetkan 2018 tol seluruh ruas di Lampung, Bakauheni-Pematang panggang selesai. Selanjutnya, untuk pengembangan kawasan industri, pemerintah pusat menyepakati Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Tanggamus dan Mesuji ditetapkan sebagai kawasan industri. “Belum lama saya diundang Bapak Presiden Jokowi untuk rapat terbatas dengan 18 menteri yang salah satu keputusannya tiga kabupaten di Lampung ditetapkan sebagai kawasan industri skalan nasional,” tegasnya.
Dirincikan gubernur, Kabupaten Mesuji menjadi daerah pengembangan industri kelistrikan, sedangkan Tanggamus menjadi pusat pengembangan industri kemaritiman. “Nah kita juga bersyukur dlam rapat itu, Bapak Presiden  juga memastikan kita mendapat tiga bendungan, dari seluruhnya hanya 43 yang akan dibangun se-Indonesia,” ungkap Ridho seraya menyebutkan bendungan itu akan dibangun Pringsewu, Lampung Tengah dan Lampung Timur.
Kata gubernur, soal keberlanjutan pembangunan ITERA juga telah dipastikan oleh pemerintah pusat bahwa tiap tahunnya akan dikucurkan dana dari APBN diatas 100 miliar. “Kami juga mendapat kepastian dari Pak Presiden bahwa ITERA akan terus dikembangkan dengan tiap tahunnya dikucuri dana dari APBN. Harapan kita tentu sepuluh tahun kedepan ITERA menjadi kembaran ITB, dan kita juga yang menikmati. Karena mayoritas tentuk putra putri kita yang akan kuliah di sana.”
Selanjutnya, tambah gubernur, soal  pembangunan short cut Rejosari-Tarahan meski akan memakan waktu relatif lama namun juga akan terwujud. “Karena memang mestinya tidak ada lagi kereta barang masuk kota. Kereta yang puluhan gerbang bawa batu bara masuk kota buat kota macet dan membuat Pak walikota harus banyak-banyak bangun playover,” uangkap Ridho.
Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Lampung serta Fokorpimda Lampung ini, gubernur juga mengungkapkan, saat ini Pemprov Lampung tengah mendorong pengusaha kopi untuk mencantumkan logo pariwisata Lampung dan keterangan asal kopi dari Lampung di kemasan produk kopi. Selain itu, dalam waktu dekat Pemprov Lampung mendapatkan kehormatan untuk mengadakan Hari Kopi Internasional di Lampung.
“Kita akan hadirkan barista se-Indonesia untuk berkompetisi di Lampung. Sehingga nantinya jika masyarakat ingat kopi maka ingat Lampung, demikian sebaliknya,” papar Ridho.
Ketua DPRD Lampung Dedi afrizal mengucapkan terima kasih kepada Gubernur atas kesediaannya bersilaturahmi di gedung DPRD Lampung. Safari Ramadan kemudian ditutup dengan tausiah dari Ketua MUI Lampung Dr KH Khairuddin Tahmid.(cah)





Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar