Selasa, 13 Juni 2017

Polsek Panjang Gelar Rekontruksi Pembunuhan Buruh Peti Kemas.

BANDAR LAMPUNG-Kepolisian Sektor (Polsek) Panjang menggelar rekonstruksi pembunuhan Hendra Kurniawan(31), dengan tersangka Rama Dhian Bara (30) di sekitar Pelabuhan Terminal Peti Kemas, jalan Yos Sudarso, Kecamatan Panjang, Selasa (13/6).

Kapolsek Panjang Kompol Sofingi mengatakan tersangka Rama diancam pasal berlapis yakni pasal 338, 340, dan 351 ayat 3 KUHP. Menurutnya Rama memiliki niat untuk melakukan pembunuhan, dikarenakan pada tanggal (19/3) lalu tersangka dengan sengaja mencari-cari korban, kemudian pada keseokan harinya tersangka dengan sadar membawa besi yang digunakan untuk memukul korban.

"Dari awalnya dia (Rama, red) memang sudah ada niat, 

Kepolisian Sektor (Polsek) Panjang menggelar rekonstruksi pembunuhan Hendra Kurniawan(31), dengan tersangka Rama Dhian Bara (30) di sekitar pelabuhan peti kemas, jalan Yos Sudarso, Kecamatan Panjang, Selasa (13/6).

Kapolsek Panjang Kompol Sofingi mengatakan tersangka Rama diancam pasal berlapis yakni pasal 338, 340, dan 351 ayat 3 KUHP.

Menurutnya Rama memiliki niat untuk melakukan pembunuhan, dikarenakan pada tanggal (19/3) lalu tersangka dengan sengaja mencari-cari korban, kemudian pada keseokan harinya tersangka dengan sadar membawa besi yang digunakan untuk memukul korban.

"Dari awalnya dia (red Rama) memang sudah ada niat, sampe bawa besi," katanya kepada Lampungnetwork.com, usai rekonstruksi di Polsek Panjang, Selasa (13/5).

Selain itu ia curiga kalau korban tidak membawa pisau untuk menusuk paha tersangka seperti yang digambarkan pada rekonstruksi.

Berdasarkan cctv Pelabuhan Terminal Peti Kemas Panjang, terlihat tersangka langsung memukul kepala korban, sedangkan hasil BAP dari tersangka, korban membawa pisau untuk melukai tersangka.

"Jadi kita bisa ringkus 18 jam setelah kejadian, pas RT nelpon kalau tersangka mengajukan surat keterangan untuk berobat di RSUD Abdul Moeloek. Saya juga curiga kaki dia itu bukan ditusuk, tapi dia kabur lompat terus jatuh luka, kronologis rekonstruksi kan cuma dari tersangka, gak ada saksi," katanya.

Dari 16 reka adegan yang dilakukan,  rupanya tersangka sempat berkomunikasi dengan korban untuk bertemu, di wilayah pelabuhan peti kemas, (19/3) yang lalu, namun tak bertemu. Keeseokannya (20/3) sekitar pukul 21.00 pelaku bertemu dengan korban, di depan jembatan peti kemas, sebelumnya tersangka sempat mengambil besi yang digunakan sebagai alat untuk memukul korban.

Kemudian korban bertemu dengan tersangka dan saling memukul, tersangka memukul kepala korban, sedangkan korban menusuk kan pisau/ senjat tajam ke paha kanan tersangka. Selanjutnya korban mengejar tersangka, namun secara spontan tersangka mencabut pisau yang menancap di pahanya, dan tanpa membalikan badan menusuk dada tersangka yang hendak merangkul korban.

Sementara kuasa hukum tersangka Magdalena menolak kliennya melakukan pembunuhan berencana, menurutnya korban tidak memiliki niat untuk membunuh, ia hanya membawa besi untuk berjaga-jaga karena diperkirakan akan berkelahi dengan korban. Selain itu, rekaman cctv Pelabuhan Terminal  Peti Kemas Panjang juga, menurutnya tidak jelas, jaraknya juga tidak dapat melihat keseluruhan kronologis peristiwa.

"Kalau pas rekonstruksi kami tidak menemukan adanya kejanggalan, tapi kami bantah kalau Rama melakukan pembunuhan berencana, nanti kita bantah di persidangan," katanya usai rekonstruksi.

Sebelumnya Hendra Kurniawan (31) tewas setelah dibacok oleh rekannya bernama Rama (30) di depan pintu keluar masuk terminal peti kemas Pelabuhan Panjang, Senin (20/3).

Pembunuhan terhadap Hendra, buruh peti kemas Pelabuhan Panjang, berawa dari cekcok antara Hendra dengan tersangka Rama, saat bertengkar pada media sosial facebook. Pertengakaran tersebut karena Rama mengejek pacar korban.(RUL).sampe bawa besi," katanya usai rekonstruksi di Polsek Panjang, Selasa (13/5).

Selain itu ia curiga kalau korban tidak membawa pisau untuk menusuk paha tersangka seperti yang digambarkan pada rekonstruksi. Bedasarkan cctv pelabuhan peti kemas Panjang, terlihat tersangka langsung memukul kepala korban, sedangkan hasil BAP dari tersangka, korban membawa pisau untuk melukai tersangka.

"Jadi kita bisa ringkus 18 jam setelah kejadian, pas RT nelpon kalau tersangka ngajuin surat keterangan untuk berobat di RSUD Abdul Moeloek. Saya juga curiga kaki dia itu bukan ditusuk, tapi dia kabur lompat terus jatuh luka, kronologis rekonstruksi kan cuma dari tersangka, enggak ada saksi," katanya.

Dari 16 reka adegan yang dilakukan,  rupanya tersangka sempat berkomunikasi dengan korban untuk bertemu, di wilayah pelabuha peti kemas, (19/3) yang lalu, namun tak bertemu. Keeseokannya (20/3) sekitar pukul 21.00 pelaku bertemu dengan korban, di depan jembatan peti kemas, sebelumnya tersangka sempat mengambil besi yang digunakan sebagai alat untuk memukul korban.

Kemudian korban bertemu dengan tersangka dan saling memukul, tersangka memukul kepala korban, sedangkan korban menusuk kan pisau/ senjat tajam ke paha kanan tersangka. Selanjutnya korban mengejar tersangka, namun secara spontan tersangka mencabut pisau yang menancap di pahanya, dan tanpa membalikan badan menusuk dada tersangka yang hendak merangkul korban.

Sementara kuasa hukum tersangka Magdalena menolak kliennya melakukan pembunuhan berencana, menurutnya korban tidak memiliki niat untuk membunuh, ia hanya membawa besi untuk berjaga-jaga karena diperkirakan akan berkelahi dengan korban. Selain itu, rekaman cctv pelabuhan peti kemas Panjang juga, menurutnya tidak jelas, jaraknya juga tidak dapat melihat keseluruhan kronologis peristiwa.

"Kalau pas rekonstruksi kami tidak menemukan adanya kejanggalan, tapi kami bantah kalau Rama melakukan pembunuhan berencana, nanti kita banta di persidangan," katany usai rekonstruksi.

Sebelumnya Hendra Kurniawan (31) tewas setelah dibacok oleh rekannya bernama Rama (30) di depan pintu keluar masuk terminal peti kemas Pelabuhan Panjang, Senin (20/3).

Pembunuhan terhadap Hendra, buruh peti kemas Pelabuhan Panjang, berawa dari cekcok antara Hendra dengan tersangka Rama, saat bertengkar pada sosial media facebook. Pertengakaran tersebut karena Rama mengejek pacar korban. (Rls).
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar