Kamis, 01 Juni 2017

Polda Tutup Pabrik Minyak Ilegal

BANDARLAMPUNG – Dit. Reskrimsus Polda Lampung menutup PT Asia Menara Perkasa (AMP) milik pengusaha berinisial EB di Jl. Pekon Ampai No. 36 Kel. Keteguhan, Kec. Teluk Betung Timur Bandarlampung, Kamis (1/6). Pasalnya, perusahaan yang bergerak dalam bidang produk pangan olahan berupa minyak goreng tersebut diduga tidak memiliki izin edar atau ilegal. Terkait hal tersebut, EB selaku pemilik perusahaan dijerat pasal berlapis.
Wakil Dit. Reskrimsus AKBP Muhamad Anwar menjelaskan, PT AMP tidak memiliki laboratorium untuk menentukan hasil analisa yang dapat menjamin kandungan mutu sesuai dengan standar yang dipromosikan atau diiklankan pada label kemasan.
“Terkait dengan label kemasan yang tertera pada kemasan minyak goreng merek Candi Mas dan CS 900 produksi menggunakan badan usaha PT AMP, dan izin edarnya menggunakan atas nama CV Asia Maju serta label halal juga menggunakan CV Asia Maju, namun telah habis masa berlakunya,” terangnya.
Lanjutnya, adapun barang bukti yang diamankan berupa produk minyak goreng merek Candi Mas sebanyak 11.400 Pcs dan produk minyak goreng kemasan merek CS 900 spesial sebanyak 4980 Pcs.
“Terkait dengan produk pada kemasan telah mencantumkan label komposisi, kode produksi, label halal, SNI dan izin edar, seolah-olah minyak goreng tersebut telah memnuhi dan memiliki standar mutu, karaktersitik tertentu dan telah memiliki sertifikat halal dan SNI. Namun berdasarkan penelusuran kami, itu tidak sesuai semua,” ungkapnya.
Atas hal tersebut, PT AMP dijerat beberapa pasal, yakni Pasal 142 Juncto pasal 91 ayat  (1) Undang-undang RI Nomor 18 tahun 2018 Tentang Pangan, yaitu Pelaku Usaha PT Asia Menara Perkasa dengan sengaja tidak memiliki izin edar terhadap produk pangan olahan minyak goreng yang diproduksi untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran, diancam dengan penjara dua tahun penjara atau denda paling banyak Rp. 4.000.000.000,-.

Kemudian, Pasal 144 Juncto pasal 100 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Tahan Pangan, yaitu setiap orang (PT Asia Menara Perkasa) dengan sengaja memberikan keterangan o pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan pada label dapat diancam pidana tiga tahun penjara dan denda 60 miliar.

“Lalu, Pasal 62 ayat (1) Juncto Pasal 9 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, yaitu pelaku usaha PT Asia Mandiri Perkasa dilarang menawarkan, mempromosikan, mengiklankan suatu barang secara tidak benar dan atau seolah-olah barang tersebut telah memenuhi dan atau telah memiliki standar mutu tertentu, gaya atau mode tertentu, karakteristik tertentu, dapat diancam pidana lima tahun penjara dan denda paling banyak dua miliar,” tutupnya. (cah).



Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar