Rabu, 07 Juni 2017

Jelang Lebaran, Pemprov Gandeng BI Lampung Kendalikan Inflasi

BANDARLAMPUNG - Menghadapi Ramadhan dan Lebaran 2017, Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung, Perum Bulog Divre Lampung dan BPS Provinsi Lampung menyusun rencana strategis untuk mengendalikan inflasi di Provinsi Lampung. Koordinasi dan singkronisasi program antar lembaga akan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan inflasi dan memastikan pasokan bahan pokok selama ramadhan dan menjelang lebaran di 15 Kabupaten/Kota di Lampung aman.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Arief Hartawan saat memimpin rapat pengendalian inflasi daerah Provinsi Lampung, Selasa (06/06/2017) di Ruang Kerja Asisten Ekbang Kantor Gubernur Lampung menuturkan setiap stake holder harus saling berkoordinasi dan menyatukan langkah agar setiap kebijakan yang di ambil dapat tepat sasaran dan efektif.
"Saya dan SKPD terkait diberi mandat oleh Gubernur Lampung untuk mengantisipasi inflasi dan memastikan kecukupan pangan di masyarakat, terutama untuk komoditi seperti bawang putih, cabai merah, cabai rawit merah, telur ayam ras, minyak goreng dan gula pasir,"ujarnya.
Asisten bidang Ekonomi dan pembangunan Adeham menyampaikan bahwa dengan singkronisasi program antar Pemerintah Provinsi, Bulog dan Bank Indonesia diharapkan dapat menghasilkan rencana aksi yang dapat langsung menjamin masyarakat untuk memperoleh semua kebutuhan pokok selama Ramadhan dan menjelang Lebaran dengan mudah, stok yang cukup dan harga yang terjangkau.
“Dengan memastikan alur distribusi yang lancar dan perbaikan tata niaga melalui rencana aksi berupa oprasi pasar dan intervensi harga yang dilakukan bersama – sama oleh Dinas Perdagangan, Bulog dan Bank Indonesia dapat mencegah keresahan dan gejolak pasar di masyarakat,” ujar Adeham.
Kepala Bulog Attar Rizal mengungkapkan komitmen bulog untuk membantu pemerintah provinsi Lampung memastikan pasokan bahan pokok yang tersedia di pasar, melalui oprasi pasar dan intervensi alur distribusi untuk pemeratan beberapa komoditi utama seperti cabe, bawang putih, telur ayam, daging sapi dan beberapa komoditi utama lainnya.
“Bulog akan terjun langsung ke pasar – pasar tradisional untuk melakukan oprasi pasar, selain itu Bulog juga akan melakukan intervensi pada tataniaga perdagangan pada produk yang dinilai langka atau kelebihan pasokan untuk pemerataan alur distribusi pangan”. Ungkap Attar
Rapat pengendalian inflasi juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Feriniya, Kepala Biro Perekonomian Syamsul dan Perwakilan BPS provinsi Lampung. (Humasprov)


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar