Kamis, 01 Juni 2017

Dishub Tanggamus Uji Layak Jalan AKDP


Tanggamus- Untuk memberikan kenyamanan terhadap pengguna angkutan umum saat mudik lebaran yang akan datang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tanggamus melakukan uji laik jalan terhadap kendaraan bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) yang ada di Kabupaten Tanggamus dan ditempeli stiker tanda laik jalan.

Awalnya, Dinas Perhubungan Kabupaten bertajuk begawi jejama itu kesulitan untuk menempelkan stiker laik jalan tersebut, pasalnya, setelah dilakukan pengecekan terhadap 4 bus angkutan umum yang ada saat pemeriksaan itu berlangsung di dua full atau loket bus angkutan, ternyata hanya satu bus yang dinyatakan laik jalan. 

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Tanggamus Razi Azanisya mengatakan, uji laik jalan terhadap bus AKDP ini memang perlu dilakukan. Mengingat untuk mengetahui apakah bus tersebut siap untuk dioperasikan mengangkut penumpang dengan selamat. Apalagi nantinya mobilitas akan semakin meningkat tatkala jelang Hari Raya Idul Fitri mendatang.

"Sejatinya memang uji laik jalan ini dilakukan setiap enam bulan sekali. Karena memang sangat penting, sebab menyangkut keselamatan penumpang. Apalagi nanti pas arus mudik saat jelang Idul Fitri, akan lebih padat lagi," terang Razi, seusai menempelkan stiker layik jalan di loket Puspajaya, Rabu (31/5).

Razi menjelaskan, adapun bus yang dikatagorikan laik jalan dan akan ditempel stiker memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. Yakni, sistem penerangan harus baik, karena memang kendaraan pasti akan beroperasi juga dimalam hari. Kemudian, sistem pengereman harus berfungsi dengan benar. Badan kendaraan yang meliputi fisik bus dan kaca depan, tidak boleh retak apalagi pecah.

Kemudian, ban kendaraan bus harus bagus tidak boleh botak, pecah dan sebagainya, perlengkapan seperti sabuk pengaman yang harus ada dibagian supir mobil, meski tidak terlalu vital namun harus ada untuk keselamatan supir. Selanjutnya harus memenuhi unsur administrasi seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) pengemudi, kartu uji/STUK dan KIR.

"Jika semua sudah standar pemeriksaan, maka sudah laik jalan. Dan akan ditempelkan stiker layik jalan, dengan begitu sudah bisa beroperasi dan di terminal raja basa diterima. Jika tidak ada stiker laik jalan, maka di rajabasa nanti tidak akan diterima. Jika tetap membangkang jalan, akan diberlakukan tindakan tegas," pungkasnya. (Ham). 


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar