Selasa, 13 Juni 2017

Dinkes Tanggamus Gelar Workshop Cegah Kematian Ibu Hamil

Tanggamus - Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus menggelar acara Workshop tentang 'Penanggulangan Angka Kematian Ibu Melahirkan dan Angka Kematian Bayi Lintas Sektor Kabupaten Tanggamus' di Aula Serumpun Padi Kecamatan Gisting Kabupaten setempat, Selasa (13/6).

Turut hadir dalam acara tersebut Kadis Kesehatan Sukisno,M.Kes., para kepala SKPD, para Camat se- Tanggamus, para kepala Puskesmas se Tanggamus, Pengurus organisasi Profesi Kesehatan, serta seluruh peserta Workshop.

Kepala Dinas Kesehatan Sukisno,M.Kes menyampaikan bahwa sesuai keputusan Bupati Tanggamus Nomor: B.193/27/08/2017 tentang lintas sektor dalam penanggulangan angka Kematian Ibu melahirkan dan angka kematian bayi di Kabupaten Tanggamus Tahun 2017 masalah peningkatan kematian ibu melahirkan dan kematian bayi merupakan masalah kesehatan yg harus dicegah dan diperlukan upaya penanggulangannya, "Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari agenda Ke 5 nawacita Presiden RI saat ini yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia," jelas Sukisno. 

Sukisno menambahkan, program tersebut didukung oleh program sektoral lainnya, seperti program Indonesia pintar, program indonesia kerja, dan program Indonesia sejahtera. Dengan tujuan terselenggaranya koordinasi lintas sektor dalam upaya menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi di Tanggamus yang melibatkan oeran serta lintas sektor/Organisasi.

"Dilaksanakan juga pemantapan tiga teknis program, antara lain pertama, anjangsana Dokter Spesialis yaitu program tiap dokter berkunjung ke desa, kedua, bulan Pelayanan Sayang Ibu dan Anak yaitu akan diselenggarakan hati pelayanan selama satu bulan penuh, dimulai tahun inj dan seterusnya. Dan terakhir datang sakit pulang sembuh dalam rangka penanggulangan angka kematian Ibu melahirkan dan angka kematian bayi di Tanggamus," terangnya. 

Sementara dalam Sambutan Wakil Bupati yang diwakilkan Oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Paksi Marga,SE., menyampaikan undang-undang Republik indonesia Nomor 36.Tahun 2009 tentang kesehatan bahwa kesehatan merupakan hak warga negara dan pemerintah berkewajiban ikut mewujudkan, mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya yang dilaksanakan melalui upaya kesehatan perorangan. Upaya kesehatan masyarakat dan pembangunan berwawasan kesehatan nasional. 

"Indikator Makro kesehatan merupakan ukuran keberhasilan pembangunan kesehatan. Adapun indikator kesehatan Makro tersebut adalah angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi, umur harapan hudup, serta status gizi. Hasil pelayanan program kesehatan yang tercermin dalam indikator makro kesehatan Kabupaten Tanggamus Tahun 2016 diperoleh data sebagai berikut, Jumlah kematian bayi 70 kasus, jumlah kematian ibu melahirkan 11 kasus dan masuk urutan ke 6 terbesar diProvinsi Lampung, balita dengan status gizi kurang 1.371 kasus (3,31%), dan gizi buruk 1 kasus, cakupan peran serta masyarakat dalam pemantauan pertumbuhan balita sebesar 75,6%, cakupan pemeriksaan Ibu hamil (K4) sebesar 92%, persalinan oleh petugas kesehatan 93,4% dan ditolong oleh dukun 92 persalinan," jelas Paksi Marga. 

Selanjutnya Paksi menerangkan bahwa, berbagai upaya pemerintah daerah telah dilaksanakan guna meminimalisasi dan menanggulangi kasus kematian ibu melahirkan dan kasus kematian bayi. Diantaranya dengan peningkatan Puskesmas non perawatan menjadi puskesmas rawat inap, dimana pada tahun 2017 ini sudah ada 17 UPT Puskesmas Rawat Inap dari 23 UPT Puskesmas yg ada di Kabupaten Tanggamus. 

"Pengangkatan dokter bidan desa pegawai tidak tetap (PTT) Daerah Kabupaten Tanggamus, Pengangkatan tenaga kerja sukarela (TKS) kesehatan oleh Bupati Tanggamus, Optimalisasi BidanTKS untuk mendukung pelayanan kesehatan ibi dan anak pada desa dan pekon yang belum ada bidan desanya, serta pencapaian akreditasi puskesmas yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan kinerja puskesmas. Terakhir, menghilangkan atau meminimalisasi resiko pelayanan kesehatan," kata dia. 

Untuk tahun 2017, lanjutnya, sedang dipersiapkan sembilan Puskesmas guna dilakukan penilaian akreditasi Puskesmas yaitu puskesmas ngarip, Air naningan, Pulau Panggung, Margoyoso, Rantau Tijang, Bulok Sukamara, Sumanda, Wonosobo, dan Sudimoro. (Ham). 


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar