Kamis, 01 Juni 2017

Cyber Patrol Polda Lampung Amankan Penyebar Hate Speech

BANDARLAMPUNG - Cyber Patrol Polda Lampung mengamankan penyebar ujaran kebencian (Hate Speech) berinisial MAA. Pengagum Ketua FPI, Riziq Sihab ini juga diamankan karena telah menyebarkan berita elektronik berupa pengancaman terhadap salah satu petinggi Polri.

Direktorat Resere Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung, Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, berdasarkan bukti yang diperoleh, yang bersangkutan telah menyebarkan informasi elektronik yang menimbulkan kebencian dan permusuhan.

"Selain itu, yang bersangkutan juga telah mengirimkan berita elektronik yang sifatnya mengancam," ujarnya pada saat gelar ekspose di Mapolda Lampung, Kamis (1/6).

Lanjut Rudi, berdasarkan kerha Cyber Patrol menemukan ada akun facebook yang bersangkutan.

"Lalu kami melakukan penelusuran dimana posting dan lokasi yang bersangkutan. Lalu kami melakukan interogasi dengan yang bersangkutan dan akhirnya mengakui. Kami juga menemukan barang bukti lainnya," paparnya.

Adapun barang bukti lainnya, masih kata Rudi, pihaknya mengamankan Laptop beserta chargernya, buku rekening, kartu indentitas, dan Handphone.

"Hp ini yang diduga digunakan yang bersangkutan untuk memposting ujaran kebencian. Untuk bukti lainnya kita masih mendalami," jelasnya.

Lebih lanjut Rudi menjelaskan, yang bersangkutan merupakan salah satu anggota ormas yang tidak senang dengan Polri yang melakukan upaya penegakan tindakan hukum terhadap pihak orang yang melakukan tindakan hukum.

"Dia juga berlatar belakang pengagum ARS. Dia juga sempat ikut aksi-aksi beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, tersangka yang diketahui pegawai travel umroh dan berlatar belakang sarjana pendidikan ini dijerat pasal berlapis, yakni 45 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan pasal 45 B.

"Yang bersangkutan terancam kurungan enam tahun penjara dan denda paling banyak satu miliar. Dan atau kurungan empat tahun penjara dan denda 750 juta," jelasnya.

Lebih jauh Rudi menyampaikan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan atau menebar rasa kebencian atau pengancaman melalui media elekteonik.

"Ini sudah ada hukumnya. Dan hukumnya jelas pidana. Dan Polri pun kini sudah bisa melacaknya. Dan untuk kasua Hate Speech ini sudah ada empat kasus selama 2017 ini," tutupnya. (cah).



Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar