Kamis, 01 Juni 2017

Berebut Dampingi Ridho

BANDARLAMPUNG - Parpol dan para kandidat benar-benar dinamis dalam menyambut Pilgub Lampung 27 Juni 2018. Sejumlah parpol mengaku sudah hampir final dalam membangun koalisi. Para kandidat pun begitu juga. Menariknya, parpol dan  para calon ternyata berebut mendamping petahan M. Ridho Ficardo.
Ketua Partai Gerindra Lampung Gunadi Ibrahim yang sebelumnya dikabarkan mendorong Ketua PAN Lampung Bachtiar Basri maju cagub dan ia siap jadi cawagubnya, ternyata partainya masih mengunggulkan Ridho sebagai cagub. Menurutnhya, Gerindra akan memajukan tiga nama cagub, yakni M. Ridho Ficardo, Ahmad Muzani, dan dirinya sendiri.
“Tapi Pak Sekjen Ahmad Muzani diminta Pak Prabowo tidak nyalon, fokus menghadapi pemilu 2019,” terang Gunadi, kemarin.
Ditambahkan Gunadi, seluruh DPC Partai Gerindra se-Lampung menyatakan secara bulat agar ada kader internal partai maju Pilgub 2018. Dalam aspirasi itu, menurut para Ketua DPC kader internal yang layak maju Pilgub adalah dirinya dan Sekretaris DPD Gerindra yang juga wakil ketua DPRD Lampung, Pattimura. “Aspirasi itu disampaikan saat koordinasi dan buka puasa bersama, Rabu 31 Mei kemarin,” ungkap ketua KAHMI Lampung ini.
Sumber lainnya membocorkan, Gerindra mengunggulkan Ridho cagub dan mematok wakilnya kader initernal. “Jadi target kita wakil saja. Hitungan kami petahana Pak Ridho berpeluang tinggi memenangi pilgub, jadi gak ngaruh survei yang menempatkan kandidat lain unggul,” ungkapnya.
Begitu juga dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung yang secara resmi telah mengumumkan kandidat yang akan diusung di Pilgub mendatang. Partai pemilik 8 (delapan) kursi di DPRD Lampung ini menyebut anggota Fraksi PKS DPR RI Almuzamil Yusuf cagub jalur internal. Sementara, jalur eksternal menjaring petahana M. Ridho Ficardo, Herman HN, dan Mustafa. Lalu beberapa hari lalu menambah tiga nama yakni Arinal Djunaidi, Pattimura, dan akademisi, M. Kadafi.
Ketua DPW PKS Lampung, Ahmad Mufti Salim mengatakan, dalam waktu dekat pihak mengerucutkan kandidat balongub periode 2019 - 2024. "Insya Allah dalam waktu dekat kita audiensi dengan DPP membahas matrik dari hasil komunikasi PKS dengan beberapa kandidat," ujarnya.
Disebutkan, PKS telah intensif berkomunikasi dengan petahana M. Ridho Ficardo, Walikota Herman HN,  Ketua Nasdem, Mustafa, Ketua Golkar Arinal Djunaidi dan sejumlah kandidat lainnya.
 “Pak Arinal melalui juru bicaranya juga sudah ngobrol. Patttimura juga sudah. Ada juga akademisi Kadafi juga sudah ngobrol. Mereka ini masuk dalam daftar PKS,” jelasnya.
Hal yang lebih terang dan lebih awal mendukung Ridho adalah dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung, Bachtiar Basri. Meski  ada aspirasi dari 15 DPD PAN se-Lampung yang meminta Bachktiar Basri  maju sebagai cagub, Wakil Gubernur ini tegas pilih mendukung petahana Ridho Ficardo. “Saya pilih dukung Pak Ridho pimpin Lampung lima tahun kedepan,” kata Bachtiar di banyak kesempatan ketika diminta sikapnya terkait pilgub oleh kalangan wartawan.
Bak gayung bersambut, Ridho pun di berbagai kesempatan juga blak-blakan mengaku masih sangat nyaman berduet dengan Bachtiar Basri. “Saya masih sangat nyaman dengan Pak Bachtiar,” kta Ridho.
Jika benar  kedepan Ridho-Bachtiar kembali duat maju Pilgub 27 Juni 2018 maka keharmonisan kepemimpinan keduanya bisa menjadi inpirasi pasangan kepala daerah-wakil kepala daerah di Lampung. “Keharmonisan pasangan Ridho-Bachtiar dalam memimpin Lampung selama ini baik jadi inspirasi pasangan kada-wakadi di Lampung,” kata aktivis mahasiswa ’98 Idhan Djanuwardana.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung arahnya juga mengunggulkan Ridho, meski ada kandidat lain Walikota Bandarlampung, Herman HN, dan Bupati Lamteng, Mustafa. Sementara, mantan Sekdaprov Lampung yang kini Ketua DPD Golkar Lampung  H. Arinal Djunaidi yang belakangan gencar melakukan sosialisasi, ternyata diabaikan PKB. Begitu juga nama-nama lain ternyata juga tidak mampu menyedot perhatian partai Nahdhiyin ini untuk memasukan daftar nominasi yang akan diproses sebagai cagub.
Politisi senior PKB Lampung, Noverisman Subing, mengungkapkan munculnya ketiga nama tersebut karena ketiganya masih ada keturunan Nahdlatul Ulama (NU). “Ketiganya ada aliran NU. Ridho ada aliran NU. Mustafa ada aliran NU. Herman juga. Jadi ini dasar kami munculkan tiga nama tersebut,” terang anggota DPRD Lampung ini.
Mantan wakil bupati Lampung Timur (Lamtim) itu menambahkan, pihaknya juga tetap memunculkan kader internal PKB yang berpotensi. “Kita juga ada kader internal. Seperti Bu Nunik (Bupati Lamtim), Erlina (Wakil Bupati Pesisir Barat), dan beberapa nama anggota DPRD,” jelasnya.
Lalu bagaimana Partai persatuan Pembangunan (PPP) yang memiliki empat kursi di legilatif? Partai berlambang Kakbah ini ternyata juga menempatkan nama Ridho teratas dari nama lain yang digadang. Ada tiga kandidat yang diklaim intens melobi PPP. Ketiganya Ridho,  Mustafa dan Alzier. “Ketiga kandidat tersebut paling serius komunikasi dengan PPP,” terang Ketua PPP Lampung, Hasanusi BBA.
Terpisah Partai Hanura Lampung yang memiliki dua kursi di dewan meski tetap mendorong kader namun nama Ridho tetap di deretan atas. “Ada lima kader potensi yang kita majukan, Frans Agung, Andi Surya, Abdurachman Sarbini dan Ferdinan Sampurna Jaya serta  Sri Widodo,” papar Wakil Ketua Bidang Infokom DPD Hanura, Fery Arsyad seraya menyebut yang internal Ridho Ficardo, Mustafa  dan Herman HN.
Sementara Ridho memang belum mendaftar di PDIP yang satu-satunya parpol bisa mengusung pasangan calon sendiri . Namun Ridho masih terbuka mendaftar sebagai cagub di PDIP. “Pak Ridho masih terbuka bisa mendaftar lewat pintu DPP, Itu memang mekanismenya, jadi Pak Ridho masih terbuka pintunya,” kata Ketua Tim Penjaringan PDIP Watoni Nurdin.
Menurut catatan di panitian penjaringan, sejumlah nama mendaftar sebagai cagub di PDIP baik kader internal maupun non kader. Mereka adalah Muklis basri, Herman HN, M, M. Alzier Dianis Thabanie, Mustafa dan  Arinal  Djunaidi.
Sementara itu sumber di Golkar dan Nasdem, memastikan akan sekuat tenagan mengusung ketua partainya sebagai cagub. Namun, sumber di Golkar membocorkan jika Arinal tak memungkinkan cagub baik karena dukungan parpol maupun elektabelitasnya, maka Arinal akan disandingkan Ridho. (red).



Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar