Selasa, 13 Juni 2017

Arinal Sibuk Klarifikasi

BANDARLAMPUNG - Bakal calon gubernur (Balongub) Lampung, Arinal Djunaidi belakangan disibukan dengan klarifikasi atas pemberitaan sejumlah media massa. Di antaranya, melalui tim pemenangannya Arinal menegaskan sosialisasi selama ini tak menggunakan uang negara, melainkan bantuan swasta. Selain itu Arinal juga membatah menurunkan grade dari maju sebagai cagub turun ke cawagub.

"Saya tidak pernah menurunkan grade dan saya berpikir saya akan maju sebagai cagub karena partai saya partai besar," terang Arinal menanggapi rumors bahwa Arinal menurunkan grade-nya setelah sekian lama sosialisasi sebagai cagub.

Ketua Golkar Lampung ini pun mengaku optimis jika dirinya bakal mendapat restu dari Ketum Golkar, Setya Novanto untuk maju sebagai cagub. "Jadi jika nantinya saya ditunjuk Partai Golkar sebagai calon, maka saya maju sebagai calon gubernur," tegasnya.

Mantan Sekprov Lampung ini pun mengaku telah mendapat dukungan dari kader-kader Golkar, mulai dari DPD II kabupaten/kota, Pimpinan Kecamatan (PK), sampai Pimpinan Kelurahan Partai Golkar se-Lampung. "Jadi saya sangat optimis. Karena melihat setiap turun ke daerah-daerah, semuanya sangat mendukung. Ini yang menjadi semangat saya untuk tetap maju sebagai cagub," paparnya.

Terkait wakil, Arinal menjelaskan, dirinya tidak memilah-milah. Namun, masih kata dia, yang penting pendampingnya kelak memiliki visi dan misi sebagai calon wakil gubernur. "Saya juga tidak membatasi siapa wakilnya. Yang jelas bisa diajak bekerja sama dan bisa menaikkan suara koalisi partai. Jadi mau laki, perempuan, jawa, Lampung, semua oke-oke saja," ungkapnya.

Terpisah, tim pemenangan Arinal, Jaringan Arinal Berkarya (JAYA) juga buka suara terkait santernya pemberitaan soal cagub yang dibiayai oleh taipan alias konglomerat owner salah satu pabrik gula di Lampung. Ketua JAYA Ali Imron tidak membantah adanya bantuan pihak lain dalam sosialisasi pencalonan Arinal maju Pilgub 2018. Namun dipastikan tidak sepeser pun menggunakan uang negara, baik dari APBN, APBD, maupun BUMN dan BUMD.

Seperti dikutip sejumlah media bahwa, JAYA berterima kasih kepada berbagai kalangan dan kelompok masyarakat yang semakin banyak mendukung Arinal, sebagai cagub Lampung 2019-2024. Menurut Imron, dukungan terhadap Arinal berasal dari beragam kalangan. Antara lain pengusaha, kelompok pedagang, kalangan petani, nelayan, pekerja, tokoh agama, alim ulama dan santri, para profesional, politisi, serta unsur-unsur jaringan perempuan dan kepemudaan. Pihaknya mengaku sangat bersyukur bahwa dukungan itu semakin besar dan meluas dalam berbagai bentuk.

’’Kami menegaskan bahwa support materi yang diberikan kepada Jaringan Arinal Berkarya untuk mendukung Bapak Arinal tidak ada satu rupiah pun yang berasal dari uang negara atau baik dari APBN, APBD, maupun BUMN dan BUMD. JAYA menolak segala bentuk pembiayaan dan support dana yang berasal dari uang negara, karena itu adalah uang rakyat yang pada hakikatnya harus digunakan sebesar-besarnya untuk pembangunan dan kemakmuran rakyat,” ungkapnya.

Terungkap sebelumnya bahwa sumber pendanaan sosialisasi Arinal maju pilgub salah satunya dari taipan atau konglomerat. Muncul rumors, taipan tersebut adalah owner salah satu pabrik gula di Lampung. Kepastian itu setidaknya juga terungkap beberapa waktu lalu ketika, JAYA menggelar diskusi bertema bisnis yang diikuti ratusan pengusaha menghadirkan pakar marketing Hermawan Kertajaya.

Pada diskusi yang digelar di Ballroom Hotel Novotel Bandarlampung, Kamis (11/5) tersebut, terjadi peristiwa mencengangkan dengan gamblang dan tegas, Hermawan yang juga merupakan presiden World Marketing Association itu menyatakan bahwa dia diundang oleh salah satu perusahaan pabrik gula di Lampung.

Klarifikasi lainnya, anggotata tim pemenangan Arinal, Yuhadi menerangkan pihaknya telah mewujudkan janjinya membantu warga Waydadi untuk menyelesaikan lahan yang ditempatinya. Tiga hari lalu, Golkar telah rapat fraksi antara fraksi Golkar DPRD Bandarlampung dan Fraksi Golkar DPRD Provinsi Lampung. Rapat di kediaman pribadi Ketua Golkar Lampung, Arinal Djunaidi itu menghasilkan Golkar meminta Komisi II DPR RI  menindaklanjuti kasus Waydadi tersebut.

"Sudah. Itu sudah kita rapatkan. Antara Fraksi Golkar DPRD Bandarlampung dengan Fraksi Golkar DPRD Provinsi di rumah Pak Arinal, tiga hari yang lalu," terang Yuhadi kemarin.

Lanjutnya, dalam rapat tersebut dihasilkan keputusan bahwa Golkar Lampung meminta bantuan kepada Komisi II DPR RI untuk menindaklanjuti permasalahan sengketa di Waydadi. "Progresnya sekarang ada di komisi II. Saya yang ditugaskan untuk menyelesaikan permasalah itu. Kita sudah menyurati Komisi II DPR RI untuk menindaklanjuti," jelasnya.

Sebelumya diberitakan, balongub Arinal terancam distempel masyarakat Waydadi ”Gampang Berjanji Namun Tidak Ditepati.” Pasalnya, janji Ketua Paartai Golkar Lampung kepada masyarakat Waydadi, Bandarlampung itu hingga kemarin belum dipenuhi. 

Janjinya, Fraksi Golkar DPRD Lampung pekan lalu akan rapat mencari solusi atas perkara kepemilikan tanah warga ternayata belum dilaksanakan. Arinal mengaku lupa.

“He he ya saya lupa, untung adinda mengingatkan, segera saya jadwal untuk rapat. Tolong kontak dengan Yuhadi (Ketua DPD Golkar Bandarlampung) mengingatkannya ya,” jawab Arinal kepada Editor,  belum lama ini.(Cah).




Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar