Rabu, 07 Juni 2017

Anggaran Bawaslu Tersendat

BANDARLAMPUNG - Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung tampaknya mesti bersabar lagi untuk melakukan persiapan pra tahapan menjelang pilgub 2018 mendatang.

Pasalnya, anggaran yang telah diajukan sebesar Rp 132 miliar belum disetujui oleh pemerintah provinsi Lampung.

"Pada prinsipnya kita (Bawaslu, red) hanya menunggu. Kapan untuk siap diundang lagi oleh pihak pemda. Tapi sampai sekarang belum ada respon," terang Komisioner Bawaslu Provinsi Lampung, Ali Sidik, kemarin.

Ali Sidik menjelaskan, sebelumnya Bawaslu Lampung  telah mengajukan anggaran pengawasan pilgub sebesar Rp 138 miliar, namun karena ada sedikit perubahan maka anggaran direview menjadi Rp 132 miliar.

"Awalnya kita mengajukan 138 miliar. Setelah kita review dan bahas bersama, dari 138 miliar itu berkurang menjadi 132 miliar," jelasnya.

Dijelaskannya, terkait perubahan tersebut terjadi dikarenakan adanya perubahan data yang tidak update, seperti data jumlah desa dan kecamatan yang tersebar di Provinsi Lampung.

"Sebagai salah satu contoh jumlah kecamatan yang kita ajukan ada 225 kecamatan, tidak tahunya sekarang menjadi 228 kecamatan. Itu salah satu kelengkapan administrasi," jelasnya.

Lebih lanjut, berdasarkan jumlah anggaran yang telah diajukan tersebut paling besar penyerapan anggarannya terletak pada pembayaran honorarium. 

"Kurang lebih kisaran 50 persen anggaran itu untuk pembayaran honorarium. Karena panwas kita nanti kan banyak untuk pilgub nanti," jelasnya. (Cah).
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar