Selasa, 09 Mei 2017

UIN Raden Intan Lampung Diduga Sarang Pungli

Bandarlampung- Meski berulang kali dikritisi oleh mahasiswanya, namun kebijakan Rektor Universitas Islam Negeri(sebelumnya IAIN) Raden Intan Lampung, Moh. Mukri masih saja melakukan dugaan praktik Pungli berkedok pembangunan Masjid.

Setelah serangkaian aksi mahasiswa UIN beberapa waktu lalu mengkritisi kebijakan rektorat, mulai dari aksi damai, aksi mogok makan, aksi tutup mulut sampai berbuntut laporan mahasiswa ke Kejati Lampung, tak membuat pihak rektorat gentar tetap melakukan dugaan Pungli.

Mahasiswa baru dan mahasiswa yang hendak diwisuda di UIN Raden Intan Lampung mengaku dimintai sumbangan(Infak) oleh rektorat. Sumbangan  prawisuda dijadikan syarat administrasi mahasiswa yang akan diwisuda.

“Iya(dimintai sumbangan). Rp 500 ribu,” kata RW alumnus UIN Raden Intan Lampung, Selasa(09/05/2017)malam.

Wanita berjilbab ini menjabarkan, ia baru saja diwisuda pada bulan April lalu, pun kata dia, setiap mahasiswa yang akan diwisuda diharuskan untuk melakukan pembayaran uang Infak pembangunan Masjid UIN, melalui bank yang sudah ditunjuk pihak kampus.

“Iya memang prosedurnya begitu, salah satu persyaratan daftar wisuda Ya harus bayar dulu Rp 500 ribu,” ungkapnya.

Namun RW tidak tahu persis penggunaan uang sumbangan yang diminta pihak rektporat.

“Iya katanya sih untuk Infak Masjid,” ujarnya.

Ia mengaku, dari awal ia massuk kuliah di UIN Lampung sampai saat ini penggunaan dana Infak pembangunan Masjid tidak pernah transparan, ia pun megaku saat awal dirinya masukkuliah membayar uang sumbangan pembangunan Masjid namun ia lupa nominalnya.

“Dari awal pembangunan Masjid juga enggak ada selebaran atau tulisan di Mading(majalah dinding) tentang penjelasan itu(pengelolaan keuangan),” urainya.

Ia menceritakan, pada bulan April lalu, ada sekitar 642 mahasiswa yang diwisuda di UIN Raden Intan Lampung, terdiri dari mahasiswa S1, S2, dan S3, kesemua itu kata RW lalu dimungkinkan membayar Infak pembangunan Masjid.

“Tapi setahu aku kalau enggak mampu bayar itu ada surat pernyataan gitu,’ kata dia..

Disinggung apakah ia keberatan dengan adanyta sumbangan yang ditentukan nominalnya oleh pihak rektorat?

“Kalo aku enggak keberatan. Insyaallah ikhlas kalau itu memang untuk pembangunan Masjid,” ungkapnya.

Disingung adanya dugaan ketidaktransparan pihak Rektorat yang menimbulkan dugaan dana itu diselewengkan untuk kepentingan pribadi?

“Niat kita sudah lurus untuk Infak, tapi kalau diselewengkan Ya (gi**),” kata dia.

Senada dikatakan, AG, pria yang baru saja diwisuda ini menjabarkan hal yang sama soal sumbangan Infak mahasiswa yang akan diwisuda, namun menurut dia, jika ada kedekatan dengan pihak rektorat nominal Infak bisa dikurangi.

Sementara Rektor UIN Raden Intan Lmapung Moh. Mukri belum berhasil dikonfirmasi. (Rilis)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar