Minggu, 28 Mei 2017

Target Perjalanan 1 Jam, Bakauheni-Merak segera Miliki Dermaga Eksekutif

MERAK—Pembangunan Dermaga Eksekutif di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan dan Merak, Banten, dimulai. Penyeberangan yang semula memakan waktu 2-3 jam ditargetkan menjadi satu jam. 

Pembangunan ditandai groundbreaking oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Adeham mewakili Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Forkopimda Banten, dan Wali Kota Cilegon Tb. Iman Ariyadi. Hadir juga Direksi PT Patra Jasa, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Sabtu (27/5/2017). 

Proyek joint venture antara Patra Jasa, ASDP, dan PT Pembangunan Perumahan (PP) ini, akan membangun kawasan terpadu dengan fasilitas hotel, taman, mushala, area komersial, dan lounge yang dapat diakses dalam satu area. "Melalui sinergi ini, Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak dan Bakaheuni diharapkan dapat memberikan akses terbaik untuk masyarakat dan wisatawan baik lokal maupun mancanegara," kata Menteri BUMN Rini Soemarno.

Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, kata Rini, lama penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni ke Merak yang semula memakan waktu 2-3 jam, menjadi satu jam. Percepatan ini diperlukan mengingat tak lama lagi Jalan Tol Trans Sumatera bakal beroperasi. Pembangunan Dermaga Ekesekutif ini ditargetkan selesai Agustus 2018 dapat dioprasikan untuk mendukung Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. 

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, pada kesempatan itu, Adeham menyatakan terima kasih atas keseriusan pemerintah pusat. Menurut Adeham, dua dermaga baru ini bernilai lebih dari Rp450 miliar dan dibangun di lahan seluas 41.8O3 m2 di Pelabuhan Merak dan 48.446m2 di Pelabuhan Bakaheuni. 

"Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak dan Bakaheuni akan menjadi solusi untuk mengatasi panjangnya antrian yang akan menyebrang, dan mempersingkat waktu tunggu sandar. Kemudian, mempermudah akses menuju ke pelabuhan dan membangun sarana pendukung bagi calon penumpang kapal," kata Adeham. 

Saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry mengoperasikan 140 unit kapal dan 35 pelabuhan. Melayani 202 lintasan pelayaran penyeberangan yang menghubungkan lebih dari 240 kota dengan total panjang mencapai 24.600 kilometer, dari Sabang hingga Merauke yang menghubungkan seluruh pulau di Indonesia. Pembangunan dan pengembangan kawasan Pelabuhan Merak Bakahueni menempatkan ASDP pada peranan penting untuk membangun konektivitas guna memajukan pariwisata nasional berstandar dunia. (rls).



Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar