Rabu, 17 Mei 2017

Talut Penahan Abrasi Pantai Dipekon Sukabanjar Lumbokseminung Hancur

LAMBAR-Talut penahan abrasi pantai dipekon sukabanjar lumbokseminung kecamatan lumbokseminung kabupaten lampung barat (Lambar),saat ini mengalami kerusakan cukup parah, bahkan hancur.
Tokoh masyarakat, Hr, kepada Koran ini, mengatakan masyarakat khawatir jika tidak segera diperbaiki karena kerusakan akan terus bertambah. “Kerusakannya sudah cukup lama ,” ungkap Hr.

Masih kata dia, talut dengan panjang 300M itu diperkirakan memakan dana yang cukup besar,herannya talut tersebut belum lama diperbaiki sudah hancur Diharapkan kepada dinas Pekerjaan umum dan perumahan rakyat kabupaten lampung barat yang membidanginya ,segera turun .jangan duduk manis saja dikursi dengar dan melihat apa keluhan warga dan apa masukan warga Turun kelapangan .”Jelas Dan Puas”
Pengerjaan talut abrasi pinggir pantai dipekon sukabanjar lumbokseminung  di nilai asal-asalan oleh rekanan  pemborong . Pasalnya, proyek yang dikerjakan tahun ini 2017 tersebut telah hancur tergerus ombak.
Untuk diketahui publik, bahwa proyek talut abrasi penahan pantai  ini dikerjakan oleh rekanan yang sama sekali tidak memakai plang proyek ,tetapi kami kira pekerjaan ini seperti suluman artinya belum lama dikerjakan sudah hancur.
Hancurnya talut tersebut, menyebabkan munculnya kecurigaan bahwa anggaran proyek talut abrasi tersebut diselewengkan contohnya warga setempat sudah curiga dari awal pekerjaan apalagi tidak memakai plang proyek.
Dari pantauan Koran ini, kerusakan pada talut abrasi terjadi hampir di seluruh bagian talut tersebut. Sekitar 40% bangunan talut telah rubuh tergerus ombak .
Beberapa warga setempat menuturkan,bahwa talut tersebut telah hancur saat usia talut belum mencapai 2 bulan. “Belum 2 bulan, sudah begitu (hancur).” Keluh salah seorang warga.
Lebih lanjut ia menuturkan proses pembangunan talut irigasi tersebut yang dikerjakan secara serampangan. Ia menuturkan secara gamblang tentang pembangunan talut yang tidak sesuai dengan spek. Pembuatan talut tersebut tidak menggunakan pondasi sama sekali serta campuran antara semen dan pasir yang asal-asalan.
“Hanya yang ini yang di pondasi.” Ucapnya sambil menunjuk bagian talut irigasi yang masih utuh tak tergerus ombak. “Kalo yang lainnya, kan anda liat sendiri kondisinya. Padahal di RAB, biaya penggalian saja, katanya sekitar juta dengan alat berat” Lanjutnya.
“Campurannya juga ngawur, liat yang dalamnya. Di genggam aja hancur.” Ucapnya sambil mengambil bongkahan cor-coran dan meremasnya hingga hancur. Sedangkan dibagian luar di kamuflasekan dengan di lapisi lapisan campuran yang solid. “Kalau yang luar ini kuat. Sengaja dia tutup, biar keliatan kokoh.” Geramnya.
Warga lainnya juga menuturkan bahwa dirinya sempat adu mulut dengan kepala tukang yang mengerjakan proyek talut abrasi tersebut. Ia meminta agar kepala tukang mengerjakan dengan menggali pondasi terlebih dahulu. Namun, jawaban ketuslah yang didapatkan dari kepala tukang. “Apa yang anda tahu. Ini pekerjaan saya. Katanya.” Tutur warga tersebut sambil menirukan ucapan kepala tukang.
Menyikapi hancurnya talut abrasi tersebut, warga meminta agar rekanan  bertanggung jawab untuk memperbaiki talut tersebut. Pasalnya, gelombang pasang air ombak di pastikan akan tetap naik hingga  
 Untuk ini pihak PU yang membidanginya segera turun kelapangan liat dilokasi ,sebab angagran di DPA cukup besar jadi proyek-proyek yang asal-asalan segera ditindak lanjuti .jangan takut ucap salah satu warga senior yang sering investigasi dilapangan .(Irw)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar