Kamis, 11 Mei 2017

PSI Lampung Terancam Bubar, Benny Klaim Solid

Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Lampung Benny Arifin membantah partainya bakal bubar dan terancam tidak bisa ikut pemilu 2019. Benny mengklaim partainya tengah dilanda kendala kecil, yakni kepengurusan di Kabupaten Waykanan belum terbentuk karena masih melakukan verifikasi sejumlah bakal calon ketua DPD PSI.
“Untuk Waykanan, kita sedang memfilter beberapa calon Ketua dan pengurus inti partai. Sebab, kita harus selektif menentukan ketua DPD-nya,” ujar Benny di kantor DPW PSI Lampung, kemarin.
Lebih lanjut  Benny mengklaim bila PSI Lampung hingga saat ini masih solid, apalagi pihaknya baru saja menggelar rapat bersama DPD PSI Tanggamus, Pringsewu dan Tulangbawang. “Kemarin siang kami rapat dengan DPD Tanggamus dan  Pringsewu, kami masih kompak. Tulang bawang dan pesawaran masih solid,”  terangnya.
Benny optimistis PSI Lampung bakal verifikasi faktual dan menjadi salah satu peserta pemilu 2019. Karena saat ini, partainya tengah menjaring calon kader terutama dari kaum perempuan supaya dapat mencapai kuota 30 persen perempuan seperti disyaratkan UU Pemilu.
“Target kita kepengurusan partai, ada 40 persen dari kaum perempuan. Saat ini kita tengah melengkapi kepengurusan wanita di tingkat DPD kabupaten/kota,” jelas Benny didampingi Sekretaris DPW PSI, Febri.
Namun, pihaknya juga mengakui tengah dilanda kendala kecil, yakni belum terbentuknya kepengurusan di Kabupaten Waykanan. Padahal sesuai syarat untuk mengikuti pemilu, diwajibkan suatu parpol memiliki kepengurusan di seluruh kabupaten/kota se Provinsi.
“Untuk Waykanan, kita sedang memfilter beberapa calon Ketua dan pengurus inti partai. Sebab, kita harus selektif menentukan ketua DPDnya,” ucapnya.
Sebelumnya dikabarkan PSILampung yang dipimpin Beni Arifin terancam bubar dan tidak bisa ikut Pemilu 2019 mendatang. Pasalnya sejumlah pengurus PSI di tingkat kabupaten menyatakan kecewa dan memilih mengundurkan diri.
Berdasarkan data yang dimiliki inilampung.com, sejumlah pengurus yang menyatakan mengundurkan dirinya yakni, DPD PSI Pesawaran, dan Tulangbawang. Sementara Lampung Barat dan Waykanan hingga saat ini belum membentuk kepengurusan.
Sedangkan untuk DPD PSI yang sudah ada pengurusnya yakni Lampung Utara dan Tanggamus terancam bubar karena terjadi konflik internal kepengurusan. Demikian juga Pringsewu dan Bandarlampung yang saat kini belum memiliki kantor.
Padahal verifikasi faktual partai politik oleh KPU Lampung akan digelar Oktober 2018 mendatang. “Iya mau gimana, ketuanya aja kaku tidak ada pergerakan. Jadi kader bosen dibuatnya,” kata salah satu kader PSI Lampung. (dbs)


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar