Sabtu, 13 Mei 2017

Proyek yang ada dilambar lebih baik orang luwar

LAMBAR- proyek-proyek yang ada dikabupaten lampung barat (Lambar),yang nilainya ratusan lebih dan milyaran ,lebih baik orang luwar saja yang memenangkan tendernya dari pada orang dalam .sebab proyek yang dikerjakan orang luwar biasanya harus tanggung jawab dan transparan terhadap masyarakatnya artinya Jasa kontraktor memang lebih sering terdengar digunakan untuk proyek yang berskala besar, seperti pembangunan real estate, gedung perkantoran, mall atau pusat perbelanjaan. Proyek-proyek bonafit tersebut seringkali dikerjakan oleh kontraktor karena berbagai alasan, salah satunya karena mereka merupakan badan usaha yang sudah memiliki sertifikasi atau lisensi resmi yang jelas dan semua itu sudah memahami aturan yang berlaku.  
Proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik,dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah
Proyek selalu bersifat sementara atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi) dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemen pada sistem ini sering berbeda, dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen strategis yang spesifik.
Tantangan utama sebuah proyek adalah mencapai sasaran-sasaran dan tujuan proyek dengan menyadari adanya batasan-batasan yang telah dipahami sebelumnya Pada umumnya batasan-batasan itu adalah ruang lingkup pekerjaan, waktu pekerjaan dan anggaran pekerjaan. Dan hal ini biasanya disebut dengan "triple constrains" atau "tiga batasan".
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan harkat dan martabat individu dalam menjalankan proyek, maka batasan ini kemudian berkembang dengan ditambahkan dengan batasan  yaitu faktor keselamatan Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mengoptimasikan dan pengalokasian semua sumber daya dan mengintegrasikannya untuk mencapai tujuan proyek yang telah ditentukan
Untuk pembangunan atau renovasi hunian rumah tinggal, jasa kontraktor pun selalu dapat diandalkan. Dalam mengerjakan proyek tersebut, jasa kontraktor menawarkan sesuatu yang lebih di luar pengalaman mereka yang malang melintang di dunia konstruksi. Kelebihannya, yaitu pekerja di dalam kontraktor itu sendiri sudah memiliki lisensi dan sertifikasi resmi atas keahliannya. Sebagai contoh, untuk mengerjakan proyek bangunan atau gedung di atas sepuluh miliar, kontraktor harus memiliki minimal 2 orang tenaga ahli profesional yang memiliki SKA (Sertifikat Keahlian) dengan kualifikasi Ahli Madya (gelar vokasi yang diberikan kepada lulusan diploma 3).
Dalam proses pengerjaan proyek , kontraktor akan melakukan beberapa kali pertemuan dengan calon customer untuk membahas Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPK) dan melakukan survey ke lokasi proyek  tersebut. Saat survey pun biasanya kontraktor akan melakukan pengukuran yang lebih detail, sehingga perhitungan untuk membuat SPK pun menjadi lebih akurat.
Proses pengerjaan proyek yang menggunakan jasa kontraktor memang membutuhkan lebih banyak persiapan dari customer, hal inilah yang membuat pekerjaan jasa kontraktor lebih terstruktur. Sehingga jika terjadi kesalahpahaman pada saat proyek berlangsung, customer dapat merujuk kepada SPK yang telah dibuat bersama kontraktor (Irw)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar