Selasa, 23 Mei 2017

Penjaringan PDIP Masih Sepi

BANDARLAMPUNG – Meski telah dibuka sejak 20 Mei lalu dan akan dittup Sbtu (27/5) penjaringan calon gubernur dan wakil gubernur di DPD PDIP Lampung masih sepi. Hingga hari keempat penjaringan,  baru empat tokoh yang mengambil berkas pendaftaran. Itu pun dua diantaranya kader internal PDIP.
Keempat tokoh tersebut adalah Hj. Nurhasanah (Baguna DPP PDIP) dan Dedi Afrizal (kader PDIP yang juga Ketua DPRD Lampung) keduanya mengambil formulir bakal calon (balon) wakil gubernur.  Sedangkan dua lainnya masing-masing  Mustafa (Bupati Lamteng) dan M. Alzier Dianis Thabaranie (Mantan Ketua DPD I Golkar Lampung) yang sama-sama mengambil formulir calon gubernur.
Kepala sekretariat DPD PDIP Lampung Dahlan Sulaiman menjelaskan, untuk Mustafa dan M. Alzier kedunya mengambil berkas sebagai bakal calon gubernur. Sementara, untuk Nurhasanah dan Dedi Afrizal mengambil berkas sebagai bakal calon wakil gubernur.
“Baru empat nama ini saja yang mengikuti penjaringan dan mengambil formulir pendaftaran di DPD PDIP,” ujarnya, kemarin.
Lanjut Dahlan, pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan para balonkada yang akan mengikuti penjaringan dan formulir pendaftaran dari partai berlambang moncong putih ini guna mengikuti pilgub 2018 mendatang.
“Kabarnya Pak Arinal Djunaidi, Ananda Tohpati dan Herman HN yang akan mendaftar melalui PDIP ini sebagai cagub,” ungkapnya.
Menurut Dahlan, pendaftaran akan mulai ramai ketika sudah di penghujung batas akhir pendaftaran. “Kita tutup pendaftaran sampai 27 Mei. Mungkin nanti pas mendekati akhir atau limit waktu baru mulai ramai yang daftar,” pungkasnya.
Terpisaha, Walikota Herman HN berharap mendapat reklomendasi dari PDIP dalam pencalonannya pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur 2018 mendatang. Pasalnya sampai saat ini, partai banteng moncong putih ini belum mengeluarkan nama yang bakal dimajukan pada perebutan kursi nomor satu di Provinsi Lampung 2018 mendatang.
Ketua Satgas PDIP Lampung ini mengungka[kan, sebagai kader PDIP dirinya sangat optimis surat rekomendasi PDIP bakal jatuh ke tangannya. “Siapa yang nggak yakin, harus yakin dong. Saya kan kader PDIP, masa dikasih ke orang lain,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, PDIP mestinya mengutamakan kader internalnya dalam mengeluarkan surat rekomendasi terkait calon yang akan diusung untuk maju. “Masa kita ada kader potensi malah diserahkan ke orang lain. Harus kader dulu dong jangan serahin ke kadir,” selorohnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, PDIP itu memiliki 17 kursi yang cukup untuk mengusung calonnya sendiri tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. “PDI ini kan 17 kursi, 17 kursi itu kan nggak ngajak yang laen aja kan bis jalan. Masa dikasih  kader laen kadernya aja ada,  jangan dikasih ke kadir kasiin ke kadernya. Kadernya siapa? liat aja siapa yang berdiri ini. Ya nggak,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Lampung, Bambang Suryadi mengatakan, partainya memiliki sejumlah kader yang berpotensi untuk dimajukan pada pilgub 2018 mendatang. Anggota Fraksi PDIP DPRD Lampung ini menjelaskan, kader potensi tersebut diantaranya ada Herman HN (Ketua Satgas PDIP Lampung), Mukhlis Basri (Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Lampung), Eva Dwiana Herman HN (Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPD PDIP Lampung), dan Umar Ahmad (Ketua Badiklat PDIP Lampung).  (cah).





Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar