Rabu, 03 Mei 2017

Pemkab Lampung Tengah Gulirkan Program 1Kampung 10 Ekor Sapi (ADV)

LAMPUNG TENGAH - Guna mewujudkan program swasembada daging di Kabupaten Lampung Tengah. Pemkab mendorong para inseminator untuk dapat mendorong pertumbuhan bibit-bibit sapi di Lampung Tengah.
Hal ini disampaikan Bupati Lampung Tengah Mustafa saat menggelar pertemuan dengan para inseminator Lampung Tengah, Selasa, 25/4/2017. Para inseminator diminta untuk terus meningkatkan skill dan terobosan-terobosan baru yang mampu mendorong pertumbuhan budidaya sapi di Lampung Tengah.
"Peran inseminator sangat krusial dalam mengejar target Lampung Tengah sebagai lumbung ternak. Saya minta inseminator terus meningkatkan kemampuan dan penerapan teknologi tepat guna untuk mengembangkan sapi-sapi berkualitas di Lampung Tengah," katanya.
Saat ini, pihaknya sedang menggodok konsep pengembangan sapi di kampung-kampung. Rencananya pemerintah akan menggelontorkan anggaran untuk bantuan bibit sapi sebanyak 10 ekor di setiap kampung. Dengan total 311 kampung, kedepan diharapkan Lampung Tengan bisa surplus 3110 ekor sapi.
Kedepan perusahaan-perusahaan juga akan dilibatkan dalam kemitraan. Selain itu Pemkab akan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada peternak-peternak sapi di seluruh kampung di Lamteng agar bisa menjadi pembudidaya yang professional dan berkualitas.
“Perusahaan harus terlibat dalam pengembangan budidaya sapi di Lampung Tengah. Bisa lewat kerjasama kemitraan atau pendampingan peternak-peternak yang ada. Saya minta perusahaan tidak hanya besar sendiri, tetapi juga bisa memberikan kontribusinya kepada masyarakat,” tandasnya.  
Sebagai kabupaten terluas dan dikenal dengan sector pertanian, Mustafa menilai Lampung Tengah memiliki potensi yang sangat baik untuk budidaya ternak sapi. Ia bahkan optimis Lampung Tengah bisa menjadi lumbung daging yang mampu memenuhi kebutuhan daging secara nasional. 
“Lampung Tengah memiliki SDM-SDM yang mumpuni di sector peternakan. Kita juga mempunyai lahan pertanian yang luas, sehingga kebutuhan pakan ternak Insya Allah terpenuhi. Jika ini kita kembangkan, mereka kita latih dan bina, saya percaya Lampung Tengah bisa swasembada daging, bahkan tidak menutup kemungkinan ekspor keluar negeri,” katanya.  
Sementara itu Kadis Peternakan Lampung Tengah Taruna Bifi Koprawi menerangkan saat ini pihaknya sedang mengembangkan sekitar 10 ribu sapi induk wajib bunting (Siwab). Dari jumlah ini ditargetkan bakal berkembang 50-60 ribu ekor sapi.  
Disini inseminator berperan melalkukan inseminasi buatan, sebagai upaya penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak.
“Mudah-mudahan pengembangan Siwab ini bisa membantu mewujudkan target Pemkab Lampung Tengah menjadi lumbung pangan dan lumbung daging. Dengan segala potensi yang ada, kami optimis Lampung Tengah surplus daging,” pungkasnya.(adv) 


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar