Rabu, 31 Mei 2017

Pemkab Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2017

LAMBAR-tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gontong royong dan toleran. tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan indonesia bangsa yang adil makmur dan bermartabat , jaga perdamain jaga persatuan jaga persaudaraaan di anatara kita mari kita saling bahu –membahu bergontong royong demi kemajuan bangsa presiden joko widodo, melalui keputusan presiden nomor 24 tahun 2016, telah menetapkan tanggal 1 juni 1945 sebagai hari lahir pancasila dan menjadikannya sebagai hari libur nasional.meski hari libur, seluruh instansi pemerintahan wajib menggelar upacara bendera terlebih dahulu pada pagi harinya.
Dalam amanatnya presiden ri joko widodo yang di bacakan oleh wakil bupati lampung barat Drs. Makmur Azhari sekalugus sebagai insfektur upacara menyampaikan upacara ini mengukuhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur pancasila sebagai dasar bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
selanjutnya pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang di mulai dengan rumusan pancasila tanggal 1 juni 1945 yang di pidatokan ir. sukarno piagam jakarta tanggal 22 juni 1945 dan rumusan final pancasila tanggal 18 agustus 1945. tentunya harus di ingat bahwa kodrat bangsa indonesia adalah keberragaman. berbagai etnis bahasa adat istiadat agama kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk indonesia itulah ke bhineka tunggal ikaan kita.
Namun kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. kebhinekaan kita sedang di uji , saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebhinekaan kita saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideology selain pancasila. masalah ini semakin mencemaskan tatkala di perparah oleh penyalahgunaan media social yang banyak menggaungkan kabar bohong.
kemudian kita perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang di hantui oleh radikalisme, konflik social terorisme dan perang saudara. dengan pancasila dan uud 1945 dalam bingkai nkri dan Bhineka tunggal ika kita bisa terhindar dari masalah tersebut. kita bisa hidup rukun dan bergontong royong untuk memajukan negeri.
oleh karena itu mari kita berperan aktif seluruh komponen masyarakat untuk menjaga pancasila, pemahaman dan pengalaman pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus di tingkatkan. ceramah keagamaan materi pendidikan focus pemberitaan dan perdebatan di media social harus menjadi bagian dalam pendalaman nilai-nilai pancasila.
tentunya tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan pancasila. tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati pikirran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan.
Untuk di ketahui pada upacara tersebut adalah insfektur upacara wakil bupati lambar Drs. Makmur Azhari, Perwira Upacara Drs. Syaehkuddin ,komandan upacara misronto sh, pembacaan pembukaan UUD 1945 Tambadun Islami SH, Pembaca SK Presiden Ri Jaimin S.Ip, pengibar bendera merah putih A.Apriansyah, Dwisih Presaco, Nasution, pembaca doa  M. Danang Harisuseno S.Ag,  kemudian peserta upacara berasal dari Opd, Forkompinda, Muspida , Serta Bumd Dan Bumn(Irw)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar