Selasa, 09 Mei 2017

Pelanggar Lalin Kalangan Pelajar Naik 102 Persen

BANDARLAMPUNG - Pelajar dan mahasiswa menjadi penyumbang terbesar pelanggar lalu lintas (lalin) di Provinsi Lampung.

Berdasarkan data Operasi Patuh Krakatau 2017 menunjukkan pelanggaran lalin di kalangan pelajar dan mahasiswa naik mencapai 102 persen.

"Dilihat dari profesi, maka pelajar/mahasiswa paling tinggi pelanggarannya. Naik 102 persen ! Dari 3.280 di 2015 menjadi 6.622 di 2016," ujar Kapolda Lampung, Irjend Sudjarno di Mapolres Pesawaran, Selasa (9/5).

Lanjutnya, pelanggaran terbanyak kedua berasal dari pelanggaran oleh pengemudi angkutan umum naik 39 persen dari 957 menjadi 1.335.

"Diikuti karyawan/swasta dari 9.101 menjadi 11.815 orang alias naik 30 persen.  Sementara TNI dan POLRI nol," terangnya.

Sementara berdasarkan usia, lebih lanjut, maka pelanggaran tertinggi dilakukan oleh warga yang berusia 21-25 tahun. Naik 62 persen yakni dari 2.945 di 2015 menjadi 4.773 di 2016. Disusul dengan pelanggar lalu lintas usia 16-20 tahun. Naik 32 persen dari 3.247 di 2015 menjadi 4.290 di 2016.

"Secara keseluruhan, tilang naik 49 persen dari 15.307 jadi 22.823 atau naik 7.516 pelanggaran. Kemudian teguran turun dari 2.608 menjadi 1.653, " lanjut Sudjarno. 

Sementara itu, Sudjarno mempaepakan, untuk kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan dari 41 kejadian menjadi 23 kejadian di 2016. Korban meninggal dunia turun dari 19 orang menjadi delapan orang. Luka ringan juga turun dari 35 orang menjadi 20 orang. 

"Yang luka ringan naik dari sebelas orang di 2015 menjadi 16 orang di 2016. Sementara kerugian material turun dari Rp212,6 juta menjadi 196,8 juta," paparnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, untuk data nasional, sebagai tambahan, ada 2.542 kejadian lakalantas di 2016. Naik lima persen dibanding 2015 yang 2.410 kejadian. Untuk korban meninggal dunia tercatat 412 orang atau turun 76 orang dibanding 2015 yang 488 orang. Korban luka berat naik dari 688 orang di 2015 menjadi 724 orang. Kemudian untuk pelanggaran lalu lintas mencapai 750.107. Terdiri atas tilang 62.161 lembar dan teguran 12.034 kali. 

"Secara umum, dominasi pelanggaran masih karena surat berkendara tidak lengkap, penggunaan savety belt dan rambu lalu lintas," tukasnya. (*/cah).
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar