Senin, 22 Mei 2017

Pekon Purwodadi Disambangi Tim Penilai Lomba BKB Terpadu

Tanggamus- Tim Penilai Lomba Bina Keluarga Balita (BKB) Terpadu tingkat Provinsi Lampung Tahun 2017 menyambangi Pekon Purwodadi Kecamatan Gisting, Senin (22/5). 

Kedatangan tim penilai tersebut disambut langsung oleh Plt Sekda Tanggamus Andi Wijaya, ST,MM; Plt Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Arjuli Yati Syam, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Edison, Asisten Bidang Administrasi Firman Ranie dan seluruh kepala SKPD, badan dan Kantor Pemkab Tanggamus.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tanggamus yang diwakili Plt Sekda Kabupaten Tanggamus Andi Wijaya ST,MM, Mengatakan Dalam rangka mewujudkan terbentuknya satu keluarga yang berkualitas, terdapat delapan fungsi utama keluarga yang semestinya dapat diimpelementasikan meliputi fungsi keagaamaan, fungsi ekonomi, reproduksi sehat, fungsi cinta kasih sayang, fungsi sosial dan pendidikan, fungsi budaya fungsi perlindungan dan fungsi pelestarian lingkungan. Sebagai perwujudan dari fungsi utama keluarga tersebut diharapkan melalui kegiatan bina keluarga balita terpadu yang telah terintergrasi dengan kegiatan posyandu dan kegiatan PAUD.

"Kita semestinya menyadari sepenuhnya bahwa usia balita merupakan fase awal tebentuknya sikap-sikap dasar, watak, kepribadian, bahkan integelensia balita, yang pada akhirnya akan sangat mewarnai kehidupan balita tersebut dalam mengarungi masa depan," kata Andi

Beranjak dari konsep tersebut maka lanjutnya, keberadaan kelompok BKB Terpadu yang diintegrasikan dengan kegiatan Posyandu dan PAUD merupakan suatu hal startegis dan perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak dalam hal ini pemerintah, masyarakat, dan keluarga balita itu sendiri.

"Melalui kelompok BKB dengan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan ini, diharapkan dapat membantu anggota keluarga dalam mendidik, mengasuh anak balitanya dengan baik dan benar. Sejalan dengan itu perlu kami sampaikan bahwa Pemkab Tanggamus sangat responsif dan serius dalam mensikapi hal tersebut," ujarnya.

Dalam kesempatan lomba BKB Terpadu tahun 2017 ini sambungnya, pada prinsipnya bukan semata kemenangan yang diharapkan oleh Pemkab Tanggamus sebagaimana umumnya suatu lomba, tetapi diatas semua itu diharapkan melalui kegiatan lomba BKB ini dapat menjadikan momentum yang sangat strategis untuk lebih meningkatkan upaya--upaya pembinaan kelompok BKB, Posyandu, dan PAUD.

"Sekaligus dapat memacu motivasi bagi semua pihak, di semua tingkatan dan jajaran yang terkait, baik langsung maupun tidak langsung dalam pembinaan dan pengelolaan kelompok tersebut yang menyebar di Kabupaten Tanggamus," terangnya.

Sementara itu, Plt Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tanggamus Arjuli Yati Syam saat ekspose kegiatan BKB, Posyandu, dan PAUD menerangkan bahwa pekon Purwodadi merupakan salah satu pekon dari 302 pekon/kelurahan di Kabupaten Tanggamus yang dipercaya sebagai duta Kabupaten Tanggamus dalam lomba BKB Terpadu tingkat Provinsi Lampung.

"Kelompok BKB yang telah terbentuk berjumlah 126 kelompok dengan klasifikasi sebagai berikut, Dasar 62 kelompok; Berkembang 50 kelompok; Paripurna 14 kelompok, sedangkan kelompok Posyandu telah terbentuk 670 kelompok klasifikasinya ialah, Pratama 55 Kelompok, Madya 340, Purnama 227, Mandiri 48 Kelompok, adapun untuk kelompok PAUD telah terbentuk 462 kelompok dengan klasifikasi, TPA 3 Kelompok, Kober 321, SPS 24, dan TK 114, dalam kegiatannya ketiga kelompok tersebut dilaksanakan secara terinegrasi," terangnya. 

Ketua Tim Penilai Lomba BKB Terpadu Provinsi Lampung Anggit Wardoyo mengatakan tujuan dari lomba bina keluarga balita, posyandu dan PAUD ini adalah untuk membangkitkan tumbuh kembang anak dan itu semua menurutnya membutuhkan peran serta dari para orang tua, sesuai dengan program nawacita Pemerintah ke delapan yakni membangun karakter bangsa.

"Lomba ini muaranya untuk menciptakan generasi yang berkualitas, jadi bukan hanya sekedar lomba, dan diharapkan keikhlasan dari semua lini yang melalui media BKB, PAUD dan Posyandu, kalau menang atau kalah itu soal biasa, akan tetapi yang diharapkan melalui lomba ini dapat menciptakan generasi emas ditahun 2045," tandasnyal. (Ham). 


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar