Selasa, 30 Mei 2017

Oknum Anggota Polres Lamtim Dilaporkan ke Propam

Lampung Timur- Feri Warga Desa Bumi Tinggi Kecamatan Bumi Agung di Kecam keluarga meninggal akibat dianiaya penculik, ironisnya, pelaku merupakan oknum anggota Polres Lampung Timur, Orang tua korban lapor ke Propam.

Kasi Propam IPDA Zulkarnain terima laporan orang tua Feri Anggawi (17)  ALM terduga di aniaya yang mengakibatkan kematian.
Tarmizi (50) warga Desa Bumi Tinggi Kecamatan Bumi Agung Lampung Timur melapor ke Propam Polres setempat.

Menurut Tarmizi (47) kepada penyidik Propam Bikpol Arif Munir, Feri Sabtu malam 20-5-16, sekira pukul 20:00 WIB, korban di bawa terduga pelaku dari oknum anggota Reskrim Polres Lamtim, terkejut ketika mendapat kabar putranya (Feri Red) telah meninggal dunia, dugaan sementara korban meninggal akibat dianiaya.

"Itu penculikan bukan penangkapan, karena oknum oknum Polisi atau Andi itu membawa anak saya (Feri ALM) atas ijin dengan orang-orang yang ada di kediaman Pak Yusran (Bumi Tinggi Red) ijin minjam membawa Feri pergi karena ada obrolan," urai Tarmizi pada awak media di depan ruang Propam Polres Lampung Timur Rabu 24-5-16.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian Polres Lamtim persoalan itu juga telah di periksa Propam Polda Lampung, Kombes H. Anto Mulyawan dan pihak penyiidik Propam Polda ke Polres setempat, Senin 22-5-16 lalu, dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi saat korban dibawa terduga anggota reskrim Polres Lamtim.

Saksi-saksi yang sudah dimintai keteranganya oleh penyidik Propam Polda Lampung diantaranya, Hanapiah mantan Kades Rantau Jaya, M Hasan, Indra Bangsawan serta Damiri.
Dari informasi tersebut ‎menerangkan bahwa Feri Alm pergi di ajak Bripka Andi Wijaya alias Andi Keling untuk pergi.

Sementara Orang tua korban mendatangi Propam Polres Lampung Timur meminta keadilan terhadap peristiwa yang menimpa putranya, karenan menurut Tarmizi dan keluarga, perlakuan terhadap putranya yang mengakibatkan kematian itu sangat menyakitkan.

Genta Lampung Timur mengecam perbuatan oknum yang mengatasnamakan Kepolisian dengan berbuat semena-mena terhadap sesama manusia, meskipun terduga sebagai pelaku kriminal tetap di lakukan proses sesuai aturan.

"Mestinya apapun tindakan yang dilakukan anggota kepolisian tetap pada relnya, bukan semena-mena bahkan menyebabkan kematian, karena itu kami dari Gerakan Cinta Lampung Timur (Genta) meminta agar proses ini dapat dilakukan pihak penyidik Propam seadil-adilnya, kami tunggu perkembanganya," tegas Fauzi Ahmad Ketua Genta Lamtim pada sejumlah awak Media. (pung) 


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar