Kamis, 11 Mei 2017

Mustafa Undang Kemenhub Tinjau Terminal Betan Subing

Lampung Tengah – Upaya melanjutkan pembangunan Terminal Betan Subing Kecamatan Terbanggibesar terus dilakukan Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa. Tak hanya menyurati kementerian perhubungan (Kemenhub), bupati muda ini juga mengundang pihak Kemenhub untuk meninjau langsung kondisi terminal.

Mustafa menuturkan kondisi terminal yang terbengkalai dan tak beroperasi sangat disayangkan. Padahal lokasinya yang strategis, terminal yang diresmikan tahun 2004 oleh Presiden Megawati saat itu seharusnya bisa menjadi terminal andalan yang bisa menambah kas APBD Lampung Tengah.

“Karenanya hari ini saya mengundang dari Kementrian Perhubungan agar dapat meninjau langsung kondisi Terminal Betan Subing. Saya harap Kemenhub dapat menangani serius melanjutkan pembangunan terminal ini. Saya percaya, jika ini dikelola maksimal akan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Pembangunan terminal Betan Subing, lanjut Mustafa juga selaras dengan program KECE yang Ia gulirkan. Selain kawasan transit, di areal terminal bisa dilengkapi stand pusat oleh-oleh, pasar grosir, kawasan niaga terpadu, kawasan pengrajin, perhotelan, kawasan rumah makan, dan restoran.

“Ini adalah efek domino yang harus kita realisasikan. Sebagai daerah jalur lintas sumatera, area tersebut memiliki potensi besar sebagai kawasan niaga, yang tentunya dapat memberi efek peningkatan ekonomi. Mudah-mudahan ini segera direalisasikan,” ujar Bupati Mustafa didampingi Kadishub Lampung Tengah Syukur Kersana.

Sementara itu, Direktur Prasarana Perhubungan Darat Kemenhub Wahyuningrum menerangkan, kedatangannya ke Terminal Betan Subing Lampung Tengah mewakili Kemenhub dalam rangka mengecek kelayakan dan kondisi terminal.

Tak hanya meninjau kondisi gedung, rombongan Kemenhub juga meninjau jalan tol dan kondisi lingkungan di area terminal.

“Berdasarkan UU No. 23 tahun 2014, pengelolaan terminal tipe A diserahkan ke pusat. Ada 143 terminal tipe A di Indonesia, 97 diantaranya telah diserahkan termasuk Betan Subing. Kedatangan kami merupakan tindaklanjut dari Pak Bupati yang meminta pembangunan terminal Betan Subing dilanjutkan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pengecekan dilakukan untuk mengkaji kondisi terminal yang nantinya menjadi bahan rujukan dalam menentukan langkah selanjutnya, apakah akan direhab atau di redesain. Semua rancangan pembangunan terminal, kata dia, harus sesuai dengan standar ditetapkan berdasarkan detail enginering desain (DED).  

Menyusul adanya program kampung entrepreneur creative (KECE) yang dicanangkan Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa, pembangunan terminal Betan Subing rencananya akan dikolaborasikan dengan sentra oleh-oleh yang menampung produk-produk UKM dari masyarakat.

“Pembangunan terminal dan program KECE akan dikolaborasikan agar saling mendorong pertumbuhan keduanya. Kedepan kita pikirkan konsep rekayasa lalu lintas sehingga terminal bisa difungsikan secara maksimal. Sesegera mungkin ini akan ditindaklanjuti,” tandasnya.(san/asa)


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar