Minggu, 28 Mei 2017

Masuki Musim Kemarau, Pringsewu Terancam Gagal Panan

PRINGSEWU - Musim kemarau mulai tiba dan para petani yang lahannya mengandalkan tadah hujan muali resah. Selain hanya mengandalkan curah hujan, fasilitas pengairan dan irigasi kurang memadai.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Sukoharjo kabupaten Pringsewu, para petani terancam gagal panen. Pasalnya, saat usai masa tanam curah hujan tidak kunjung datang hingga akhirnya menyebabkan padi yang sudah ditanam mengalami kekeringan dan layu.

Menurut Sofyan Warga Sukoharjo III sangat menyayangkan, baru saja bertanam namun kekurangan air sehingga, padi yang baru berumur 20 hari dan ada yang 3 hari, padi mulai layu karena kekurangan stok air.

"Tidak hanya padi yang mengalami layu tapi, sawahmya juga kondisi tanahnya mulai retak-retak kerana tidak ada air yang mengairi," katanya, Jumat (26/5)

Untuk menanggulangi kekeringan tersebut, Lanjut Sofyan, kami berinisiatif untuk membuat sumur bor agar bisa untuk mengairi persawahan kami. Akan tetapi, semua itu tidak bisa maksimal karena terkendala biaya operasional mesin.

"Harapan saya semoga saja pemerintah dapat mendengarkan keluhan para petani di saat-saat musim seperti ini. Karena, sebagai warga awam saya itu hanya bisa pasrah saja," harapnya. (top)


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar