Senin, 29 Mei 2017

Masuk Ramadhan Harga Kopi Turun

LAMBAR - Masuk puasa harga jual biji kopi yang menjadi komoditas pertanian di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) justru merosot, dan kondisi itu jelas menambah kewawatiran petani mengingat saat ini sedang swasana ramadhan dan menyongsong idul fitri serta bidang pendidikan mendekati tahun pelajaran baru.
Dikatakan salah-satu agen kopi wilayah itu Pak Aji, jika dibandingkan saat awal musim kemarin, dengan saat ini harga kopi mengalami penurunan bahkan sempat nyarus menyentuh harga Rp20 per-kilogram, beruntung sejak Minggu kemarin harganya berangsung naik lagi menjadi Pp21,500/kg untuk jenis biji kopi yang kering. "Kondisi harga memang tidak dapat ditentukan bisa saja dalam sehari berubah-ubah, dan memang saat ini terjadi penurunan yang paling rendah sejak masuknya musim panen," terangnya.
Sementara dikatakan salah satu petani kopi Inal, menambahkan,memang situasi seperti sekarang, ramdhan dan menjelang penerimaan siswa baru harga kopi cenderung melemah. Hanya saja pelemahan saat ini meskipun sifatnya tidak terlalu signifikan akan sangat terasa lantaran hasil panen kopi petani mengalami penurunan yang drastis. Dan harapan sebelumnya untuk menyeimbangkan penurunan hasil tersebut harapan petani yakni dari harga jual.
Ditempat lain disampai Danil agen kopi, sebetulnya naik turunnya harga jual kopi bukan faktor swasana hari, seperti karena ramadhan atau karena tengah ada momentum lain. Namun dipengaruhi harga jual atau nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing seperti dolar amerika. Dimana ketika mata uang rupiah menguat otomatis harga kopi turun begitu juga sebaliknya. Dan salah satu upaya agar meski gejolak mata uang tidak menentu yakni dengan menjaga kualitas dan kuantitas biji kopi. Sebab dari kondisi itu juga menjadi penentu penting harga terkait harga kopi.(Irw)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar