Minggu, 28 Mei 2017

Masih Terbuka Pintu Ridho

BANDARLAMPUNG–Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  masih membuka pintu untuk petahana M. Ridho Ficardo mendaftar sebagai calon gubernur (cagub) yang akan diusung partai pemenang pemilu ini. Meski  penjaringan cagub dan cawagub melalui DPD PDIP Lampung telah ditutup, Sabtu (27/5),  Ridho bisa mendaftar melalui pintu DPP PDIP.
Ketua Penjaringan cagub dan cawagub PDIP Lampung, Watoni Noerdin menjelaskan PDIP masih mempersilahkan bagi tokoh yang ingin maju sebagai cagub dari PDIP melalui pintu DPP PDIP. Tak terkecuali siapapun, termasuh Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo. “Pendaftaran cagub dan cawagub di PIP bisa dua pintu, pertama bisa mendaftar di DPD Provisni Lampung atau bisa mengambil berkas pendaftaran langsung di DPP,” terang anggota DPRD Lampung ini, kemarin.
Wakil Ketua Bidang Politik, Hukum dan HAM DPD PDIP Lampung ini menambahka untuk pengambilan berksanya pun dapat dilakukan setelah pihaknya menyerahkan berkas pendaftaran cagub dan cawagub yang telah mendaftar di DPD PDIP Lampung. Watoni menjelaskan, para calon yang sudah mendaftar di DPD akan diberi waktu untuk mengembalikan berkas sampai tanggal 7 Juni 2017 mendatang unutk diplenokan kemudian dikirimkan ke DPP.
“Bisa saja nanti di bulan Juni calon yang masih mau mendaftar bisa mengambil berkasnya di DPP. Mekanisme ini memang diatur oleh DPP,” jelasnya.
Sebelumnya, petahana Ridho Ficardo dikabarkan juga bakal berebut restu Megawati melalui proses penjaringan di  PDIP Lampung. Watoni membenarkan, jika Ridho yang notabene Ketua DPD Partai Demokrat Lampung akan ikut daftar penjaringan di PDIP. "Ya tadi ada konfirmasi dari Liasion Officer (LO) Pak Ridho mau ambil berkas di PDIP," ujarnya via ponsel, Kamis (25/5).
Diketahui, PDIP Lampung sebagai partai terseksi karena memiliki 17 kursi DPRD Provinisi Lampung yang berarti bisa mengusung sendiri pasangan cagub-cawagub pada Pilgub 27 Juni 2018. Hingga penutupan pendaftaran, Sabtu (27/5), ada delapan balongub dan enam balon wagub yang menginginkan perahu partai moncong putih ini.
Mereka yang melamar partainya Megawati Soekarno Putri ini adalah politisi golkar senior, M. Alzier Dianis Thabranie, Walikota Bandarlampung, Herman HN, Bupati Lampung Tengah, H. Mustafa dan  Bupati Lampung Barat, Muklis Basri. Selanjutnya,  Ketua DPD Golkar Lampung Arinal Djunaidi,  Ketua LSM Pospera, Marsat Jaya dan Sukaryadi serta Ananda Tohpati (pengusaha).
Mukhlis Basri yang sebelumnya pernah menyampaikan ingin konsentrasi mengurus partai, malah mendaftarkan diri sebagai cagub dan cawagub di detik-detik terakhir penutupan penjaringan. Sedangkan yang mengambil formulir pendaftaran cawagub adalah mantan Ketua DPRD Lampung, Hj. Nurhasanah, Ketua DPRD Lampung H. Dedi Afrizal. Anggota DPR RI, Frans Agung Mula Putra, Anggota DPRD Lampung, H. Tulus Purnomo  serta  I Komang Koheri.
Petahana, Ridho Ficardo yang juga Ketua Partai Demokrat Lampung, hingga hari akhir, tidak menjajaki bergabung dengan PDIP. Memang, Ridho pernah mengatakan masih nyaman dengan wakilnya, Bakhtiar Basri yang sudah mengantongi Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung.
Koalisi Demokrat dengan PAN sudah dapat mengusung Ridho-Bachtiar  kembali maju pada Pilgub 27 Juni 2018. Jika PAN berkoalisi dengan Demokrat, Ridho satu-satunya yang sudah dapat dikatakan siap melenggang ke KPU. Mustafa, Arinal, dan Herman HN masih perlu tambahan perahu.
PDIP Lampung adalah partai yang seksi karena tanpa koalisi dengan partai lain sudah dapat mengusung pasangan cagub-cawagub. PDIP Lampung di DPRD Lampung memiliki 17 anggota dengan kursi.syarat pencalonan gubernur minimal 17 kursi. PDIP satu-satunya partai yang bisa melenggang sendirian mendaftarkan jagonya ke KPU Lampung untuk maju Pilgub 2018.
Dikatakan Watoni, siapa yang direkomendasi PDIP itu yang punya kewenangan DPP PDIP. DPD PDIP Lampung  hanya melakukan penjaringan dan penyaringan calon. Demikian pula soal koalisi, wewenang DPP. Sebagai partai yang memiliki kursi cukup, bukan berarti PDIP tidak mau berkoalisi.
“Apa salahnya ada koalisi, politik itu dinamis. Kami bisa dengan partai mana saja untuk berkoalisi. Tapi yang jelas PDIP akan mencalonkan kader pada Pilgub kali ini,” ujarnya. 
Diketahui, di DPRD Lampung, ada sepuluh partai yang punya kursi. Kursi paling banyak dikuasai PDIP, yakni 17 kursi. Setelah itu menyusul Partai Demokrat ada 11 kursi. Selanjutnya, dua partai yang masing-masing memiliki 10 kursi, yakni Partai Golkar dan Gerindra. Delapan kursi masing-masing dimiliki Partai Nasdem, PKS, PAN. PKB ada tujuh kursi dan PPP ada empat kursi serta Hanura 2 kursi
Siapa yang direkomendasi dari PDIP itu yang punya kewenangan DPP PDIP. DPD PDIP Lampung  hanya melakukan penjaringan dan penyaringan calon. Demikian pula soal koalisi, wewenang DPP. Sebagai partai yang memiliki kursi cukup, bukan berarti PDIP tidak mau berkoalisi, katanya.
Tujuan politik adalah untuk merebut kekuasaan. Apa salahnya ada koalisi, politik itu dinamis. “Kami bisa dengan partai mana saja untuk berkoalisi. Tapi yang jelas PDIP akan mencalonkan kadernya pada pilgub nanti,” ujarnya. (red)


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar