Minggu, 21 Mei 2017

Lelang Proyek Kota Metro Disoal

Metro- Direktur PT Sukadana Prima Lestari mempersoalkan panitia Lelang Kota Madya Metro, pasalnya, pelaksanaan lelang diduga langgar aturan dan undang-undang Jasa Kontruksi dan pajak penghasilan serta Peraturan Presiden.

Karenanya, Amir Faisol Direktur PT Sukadana Prima Lestari menyampaikan sanggahan ke kantor Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (ULP), ironisnya, sistem elektronik sedang ofline, penyampaian secara manual pun kantor ULP yang beralamat di jalan selagai nomor 35, juga tutup sejak pukul 10:Wib Kamis 18-05.

Mwnurut Amir Faisol, sanggahan dilakukan karena adanya dugaan pada panitia lelang yang tidak sesuai aturan perundang-undangan, Perpres serta tidak mengindahkan surat kementrian pekerjaan umum dan Kementrian Dalam Negri.

"Patut menambah kecurigaan adanya oermainan dalam pelaksanaan lelang di Kota Metro, diantaranya, status LPSE sedang Ofline, sehingga kita lakukan upaya sanggah dengan manual, diluar aplikasi SPSE, tetapi, kantor ULP tutup, dan tidak ada satupun penghuni kantor, kan ini menunjukan kinerja yang tidak profesional, atau memang ada unsur kesengajaan, agar, perusahaan peserta lelang tidak dapat menyampaikan sanggahan," ketus Amir Faisol.

Karenanya, Direktur Utama Sukadana Prima Lestari dengan berat hati mwnyampaikan berkas sanggahan tersebut langsung kepada Sekretaris Daerah Kota Metro A. Nasir A.T, selaku atasan ULP.

Mekipun kedua pejabat itu mengaku tidak banyak tau perihal pelaksanaan lelang melalui Unit Layanan Pengadaan Tahun Anggaran 2017, Sekdakot Metro Nasir didampingi Prayetno Ass II, diruang kerjanya, Kamis siang, tetap bersedia menerima semua berkas sanggahan PT Sukadana Prima Lestari, atas proses lelang pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kota Metro, diantaranya; 

paket Pembangunan rawat inap bedah, senilai Rp.5.398.780.000. Paket rehabilitasi puskes Sumbersari Bantul, Rp.1.498.000.000.  Paket, rehap Lapangan Subol Rp.400. Juta.

Kepada sejumlah awak media dan Dirut PT SPL berjanji akan menindak lanjuti sesuai aturan berlaku dalam proses lelang tersebut, apabila menyalahi aturan.
A Nasir yang belum lama menjabat Sekda Kota Metro itu sepertinya bingung dengan informasi tentang kantor ULP pimpinan Rahman itu yang sudah tutup, sementara masih jam kerja. (pung).



Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar