Minggu, 21 Mei 2017

KPU Optimis Partisipasi Pilgub 2018 Lebih Baik

BANDARLAMPUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung optimis partisipasi masyarakat dalam mengikuti pilgub 2018 mendatang akan lebih baik.

Menurut Komisioner KPU Provinsi Lampung, Handy Mulyaningsih, hal tersebut dapat dilihat dari 34 % masyarakat Lampung sudah tahu bakal akan ada pilgub tahun 2018 mendatang, berdasarkan hasil survei Rakata Institute beberapa waktu lalu.

"Bukan 66% nya yang kita lihat. Tapi 34% sudah tahu itu yang harus dilihat. Meski KPU belum lakukan sosialisasi secara masif dan terstuktur tetapi masyarakat Lampung sudah tahu," ujarnya kemarin.

Handy juga menjelaskan bahwa sudah menjadi tugas KPU untuk membuat serta menginformasikan pilgub Lampung baik hari H maupun mekanisme pemilihan.

"Juga, bagaimana menjadi pemilih cerdas, termasuk cerdas memahami peraturan dan menyikapi dinamika politik," ungkapnya.

Lanjut Handy, KPU juga ingin selalu bersama masyarakat membangun pilgub Lampung yang sukses dan beretika.

Selain itu, lebih lanjut Handy menyampaikan, KPU juga ingin bersama masyarakat, parpol, calon-calon, perguruan tinggi, organisasi, bawaslu dan lembaga-lembaga lain seperti KIP, Ombudsman,  membangun pendidikan politik yang sehat melalui momentum pilgub.

"Dengan demikian KPU optimis semua masyarakat Lampung akan berpartisipasi dalam pilgub dengan baik," tukasnya.

Lebih jauh ia menyampaikan, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Rakata Institute atas hasil surveinya sebagai masukan awal bagi KPU.

"KPU mengucapkan terima kasih pada Rakata Institute yang telah memberikan peta data awal partisipasi dalam pilgub," pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, berdasarkan hasil survei Rakata Institute ditemukan sebanyak 65,8 % masyarakat Lampung tidak tahu bakal ada pilgub di tahun 2018 mendatang.

Menurut Manajer Riset Rakata Institute, Yuli Harmoko, hal tersebut merupakan PR besar bagi pihak-pihak terkait, terutama KPU sebagai penyelenggara pemilihan kepala daerah untuk segera melakukan sosialisasi secara masif, terstruktur, dan sistematis agar tingkat partisipasi masyarakat dapat dioptimalkan.

"Ini agar masyarakat tahu jika tahun depan bakal ada pemilihan gubernur dan wakil gubernur," jelasnya. (Cah).


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar