Jumat, 12 Mei 2017

Kenakalan Remaja Semakin Mengkhawatirkan

LAMBAR-Tingkat kenakalan remaja di kabupaten Lampung Barat(Lambar), ahir-ahir ini sudah semakin mengkhwatirkan,apa lagi sudah mengarah ke tindakan yang bersentuhan dengan hukum atau tindakan-tindakan yang berbau kriminal.
Menurut informasi yang di himpun koran ini di lapangan dari beberapa tindakan kriminal yang terjadi ahir-ahir ini khususnya kasus-kasus pencurian ada yang melibatkan anak-anak remaja yang masih di bawah umur bahkan masih bersatustus pelajar sekokah menengah dan menengah atas.(SMA-SMP)
Wanto salah seorang warga Kelurahan Way Mengaku mengatakan,kita sangat menyayangkan, yang seharusnya para pemuda itu sebagai tiang penopang bangsa dan menjadi motor penggerak dalam pembangunan malah melakukan tindakan-tindakan yang bersentuhan dengan hukum,seperti kasus pencurian kotak amal masjid yang terjadi baru-baru ini di sebuah masjid yang terletak di Kelurahan Way Mengaku, kecamatan balikbukit kabupaten lampung barat ,menurut informasinya di kakukan oleh anak remaja dan ada yang masih di bawah umur,unkapnya,
Wanto,berharap kepada pihak-pihak terkait agar dapat memberikan solusi,baik melalui penyuluhan sampai ke tingkat bawah maupun di sekolah-sekokah atau yang lainnya demi,untuk kebaikan anak-anak kita juga.
Sementara itu Kepala Bidang rehabilitasi dan Bantuan sosial ,Dinas Sosial Kabupaten Lampung Barat,Padang Priyo Utomo,SH,saat di minta tanggapan dikoran ini,mengatakan kalau di lihat dari beberapa kreteria kenakalan remaja,seperti berkeliaran pada jam-jam sekolah,minum-minuman keras,tawuran antar sekokah dan lain-kainya,kasus-kasus tindak kriminal baik pencurian maupun penggunaan narkoba,yang melibatkan remaja-remaja kita ini lah yang sangat mengkhawatirkan kita semua,kami dinas sosial khususntya bidang rehabilirasi dan Bantuan,lebih kepada action setelah terjadi,katanya,misanyal,mengarahkan mereka ke panti-panti rehabilitasi anak-anak nakal,atau pun membantu pendampingan secara hukum bagi anak-anak yang masih di bawah umur yang tersandung kasus hukum,katanya
Sementara itu,Indra Gunawan anggota DPP LSM.Transparansi kebijakan Daerah Republik Indonesia mengatakan,seharusnya pihak-pihak terkait lebih memikirkan cara meng antisipasi hal ini lebih awal,karena kami berpikir mencegah lebih baik dari pada mengobati,seperti contoh bimtek karang taruna yang di lakukan oleh pekon-pekon ke luar daerah yang di anggarkan dari dana ADD dan hanya di ikuti oleh beberapa orang,kami pikir akan lebih efektip dan lebih bermanfaat kalau di laksanakan penyuluhan di tiap-tiap pekon dengan mengundang nara sumber,dan melibat peserta anak-anak remaja yang ada di pekon tersebut,(Irw)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar