Kamis, 04 Mei 2017

Kejari Usut Proyek Bor Dinas Pertanian dan Hortikultura Lamtim

Lampung Timur- di tenggarai banyak menyalahi aturan dalam proses penyelenggaraan Sumur Bor pada Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Lampung Timur tahun 2016 silam, hingga kini Kejaksaan Negri Sukadana masih melakukan Penyelidikan.

Hal itu ditegaskan Basuki Raharjo Kasie Intelegen Kejaksaan Negri Sukadana Lampung Timur Rabu (3/5) kepada sejumlah awak media.


Diruang kerjanya, Basuki Raharjo tegas menjawab pertanyaan dari para awak media yang bekerja di Kabupaten itu, perihal persoalan banyaknya laporan dan pengaduan masyarakat atas ‎pelaksanaan proyek Sumur Bor Tahun Anggaran 2016 pada Dinas pertanian dan Holtikultura, sebanyak 99 paket senilai Rp.1

‎,"Soal Sumur Bor dinas Pertanian 2016 itu sudah dilimpahkan ke Ke Pidana Khusus, (Pidsus), kita Intel hanya puldata dan pulbaket, selebihnya, penyelidikan (LID) saat ini ada dikewenangan Pidsus," tegas Basuki Raharjo mewakili Kepala Kejaksaan Negri Sukadana.

Dikatakanya, proses hukum terkait dalam penyelidikan kasus dugaan Korupsi atau penyalahgunaan kewenangan pada Dinas Pertanian dan Holtikultura tersebut lantaran melalui proses, seperti pelimpahan dan koordinasi dengan Inspektorat Kabupaten terlebih dahulu.

,"Pelimpahan dari Intel ke Pidsus dalam rangka Penyelidikan sepekan lalu, tepatnya tanggal 5 April 2017 lalu,‎ proses memang agak panjang karena dari kita terus ke Inspektorat.
Baru kembali ke Kejari lagi," ungkapnya.

Pertanyaan yang diajukan para awak media itu juga berkenaan dengan adanya pernyataan 
Basuki Raharjo Kasie Intelijen Kejari Sukadana, saat baru menjabat, tepatnya November 201f silam, mengaku sedang dalam koordinasi dengan Timnya, terkait persoalan adanya indikasi dugaan korupsi atau persekongkolan dalam pelaksanaan proyek sumur bor yang di selenggarakan Dinas Pertanian dan Holtikultura kala itu.

Proyek yang bersal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut, bukan hanya pelaksanaanya yang menyalahi aturan, bahkan saat lahirnyapun terkesan dipaksakan, lantaran hal itu ada beberapa elemen setempat melaporkan ke Kejaksaan Negri Sukadana, 'Ironisnya, hingga saat persoalan tersebut masih belum jelas, sementara masyarakat masih menunggu hasil dari pemeriksaan Tim dari Kejaksaan Negri Sukadana.

Pada kesempatan itu Basuki juga menyampaikan perihal serupa dalam proses penyelidikan kasus dugaan Korupsi pada pelaksanaan pengerjaan proyek Jembatan didesa Jaya Guna Way Sekampung Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur.‎(pung)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar