Minggu, 14 Mei 2017

JAPRI Deklarasikan Diri

BANDARLAMPUNG - Jaringan Pemuda Republik Indonesia secara resmi mendeklarasikan diri sebagai wadah pemuda yang siap berkontribusi buat bangsa. Acara pendeklarasian dilansungkan di Warung Nongkrong Kedaton Bandarlampung, Minggu (14/5).

Koordinator JAPRI, Hermawan mengatakan, pihaknya membuka diri kepada semua kalangan pemuda untuk sama sama bergabung guna mendukung, mengkritisi, serta memberi kontribusi khususnya kepada Pemerintah Provinsi Lampung.

"Disini kita semua sama tidak ada yang lebih senior, tidak ada istilah ketua, sekretaris, kita semua sama," terang Hermawan dalam sambutannya.

Selain mendeklarasikan diri, JAPRI juga menggelar diskusi dengan tema Teropong RIDHO 'ulas kritis sosok Gubernur Muda yang Religius, Humoris dan Progresif dalam memajukan Provinsi Lampung'.

Menurut, Hermawan selaku Kordinator acara menjelaskan bahwa kondisi bangsa saat ini dalam keadaan memprihatinkan.

"Perjuangan suatu negara tombaknya oleh para pemuda, maka kami mengambil bagian, Japri akan kita gaungkan di penjuru indonesia guna mengembalikan konteks pancasila yang semestinya," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dalam konteks diskusi ini lebih cendrung kepada apa kontribusi kita para pemuda kedepan guna mendukung serta berkontribusi terhadap pembangunan Provinsi Lampung kedepannya.

"Kita tahu bahwa Gubernur kita Bpk. Ridho adalah seseorang yang sudah jadi pemimpin dalam usia yang cukup muda. Saya berharap agar kita dapat menjadi pemuda yang punya suatu kelebihan yang bisa bermanfaat bagi bangsa, dalam konteks pembangunan Lampung khususnya," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bappeda Lampung Taufik Hidayat sempat menyinggung sedikit melihat fenomena para pemuda yang hadir dalam acara Diskusi tersebut yang tidak dalam keadaan siap dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya. "Jangan Sampai Pemuda Loyo, saat menyanyikan lagu Indonesia Raya harus dalam keadaan Siap jangan loyo," ungkapnya kepada para peserta.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap pembangunan yang telah menjadi pencapaian Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Ridho dan Bachtiar. Pertama dirinya mengungkapkan setidaknya tuju hal yang menjadi prioritas pembangunan Provinsi Lampung diantaranya adalah Infrastruktur (Konektivitas), Pendidikan dan pembinaan mental, kesehatan, pertanian dan ketahanan pangan, Investasi dan Pariwisata, Industri Koperasi dan UMKM, serta Kamtibmas dan Reformasi Birokrasi.

"Ketika Rido mulai di lantik sebagai Gubernur sudah banyak pembangunan yang meningkat, sebelumnya kondisi jalan Provinsi yang ada 50 persen sangat memprihatinkan tetapi saat ini sudah lebih membaik," ungkap Kepala Bappeda ini.

Ada tiga klaster pembangunan, lanjutnya, dalam pemetaan Provinsi Lampung, antara lain di bagian Barat Pariwisata, Bagian tengah kita dorong dan mandatori sebagai penyangga ketahanan pangan, Bagian Timur kawasan Industri.

"Dalam kondisi terakhir kita memperbaiki rangking, tahun 2015 kita peringkat 25, saat ini di tahun 2017 kita peringkat 18. Indeks ketahanan nasional lampung tertinggi di sumatera masuk peringkat ke 6 se Indonesia. Kemudian Pertumbuhan ekonomi lampung menempati posisi ke 04 di Sumatera, begitu juga kontribusi PDRB Lampung terhadap sumatra sebesar 9,60 persen merupakan terbesar ke 4 ," terangnya. (Cah).


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar