Minggu, 28 Mei 2017

Janji Arinal Bantu Warga, Kesankan Kurang Up To Date

Bakal calon gubernur (Balongub) H. Arinal Djunaidi berjanji membantu warga Waydadi, Sukarame Bandarlampung menyelesaikan sengketa lahan yang kini ditempati. Ketua Golkar Lampung itu memastikan pekan ini akan merapatkan dengan Fraksi Golkar DPRD Lampung untuk mencarikan solusinya.

Pernyataan Arinal ini apakah maksudnya ingin mencari terobosan baru yang ekstrim, atau karena kurang up to date atas progers penyelesaian tanah Waydadi. Pasalnya, melalui Surat Keputsan DPRD Provinsi Lampung Nomor 27/DPRD.LPG/13.01/2015 tertanggal 19 November 2015, termasuk di dalamnya Fraksi Golkar,   telah menyetujui pelepasan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Pemprov Lampung. Kini, proses terus berlangsung hingga warga Waydadi memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) atas tanahnya.

Pejabat Pemprov Lampung di Biro Perlengkapan, Saprul Al Hadi menjelaskan  pihaknya telah menindaklanjuti persetujuan DPRD tersebut dengan keluarnya SK Gubernur Nomor G/6/B.XI/HK/2016 tanggal 8 Januari 2016 tentang Penetapan Pelepasan HPL Pemprov Lampung di Kelurahan Way Dadi Baru dan Kelurahan Korpri Raya. Juga telah terbit Surat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BadanPertanahan Nasional RI Nomor 1319/15.2/III/2016 tanggal 23 Maret 2016 mengenai Izin Pengalihan HPL tersebut.
“Pelepasan ini kan sudah resmi, dan ada dasar hukumnya. Artinya tahapan proses sudah dilalui semuanya termasuk di paripurnakan di DPRD Provinsi Lampung,” kata Saprul.

Lebih lanjut ditambahkan Saprul, pihaknya juga telah menerima SK Walikota Bandarlampung Nomor 028/553/I.01/2016 tanggal 10 Mei 2016 perihal Penyampaian Data Inventarisasi lahan HPL Lampung di Way Dadi Baru dan Korpri Raya.
Menurutnya,   pelepasan lahan menggandeng tim appraisal (penaksir harga tanah) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan BPN dengan menggunakan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebagai acuan. Jika ada masyarakat yang tak setuju, maka ruang dialog tetap terbuka. Warga juga bisa menempuh jalur hukum bila dialog menemui jalan buntu.
“Pelepasan aset Waydadi ke masyarakat akan dilakukan dengan sistem lelang.  Kami saat ini tengah berupaya merumuskan metode lelang aset tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Golkar Lampung  Arinal Djunaidi saat mengaji sambil menunggu saur bersama masyarakat pada malam pertama Ramadhan di Lapangan Waydadi, Sukarame, Bandarlampung, Jumat (26/5) berjanji akan membantu warga Waydadi, menyelesaikan sengketa lahan yang kini ditempati. Sebelum dalang Ki Enthus Susmono menggelar kisah Makrifat Dewa Ruci, masyarakat  curhat masalah berlarutnya sengketa lahan di Waydadi Baru dan Waydadi Lama.

Arinal berjanji memperjuangkan lahan yang telah mereka tempati, Kelurahan Waydadi Lama dan Waydadi Baru, agar mendapatkan kepastian hukum yang berpihak kepada rakyat.
"Pekan depan, saya akan adakan rapat dengan Fraksi Partai Golkar yang ada di legislatif untuk bagaimana agar lahan yang sudah puluhan tahun ditempati warga dapat diakui pemerintah," kata Arinal didampingi istrinya saat membuka acara ngaji dan wayangan menunggu sahur bersama Ki Enthus.

Sementara, jelang pertunjukan wayang kulit oleh Ki Enthus di Lapangan Tanjungsari, Natar, Lampung Selatan, Sabtu (27/5), Arinal mengatakan Natar, Lampung Selatan, adalah kecamatan penting, penyangga pertanian dan perdagangan Bandarlampung, ibukota Provinsi Lampung. Karena itu harus ada perhatian khusus untuk daerah ini.

Ditambahkannya, tahun depan, Bandara Radin Intan II sudah harus menjadi bandara internasional, kata mantan Sekdaprov Lampung itu. Di Lampung, 80% dari 7,9 juta jiwa penduduk Lampung adalah muslim. Sudah saatnya, katanya, Lampung menjadi daerah ambarkasi, tak perlu harus transit dulu ke Jakarta untuk berangkat ke Tanah Suci.

Lewat wayangan, Arinal Djunaidi berharap masyarakat bisa menangkap pesan-pesan, tuntutan, di balik hiburan wayangan. Selain wayangan, panitia penyelenggara, Jaya, Jaringan Arinal Jaya, juga melakukan kegiatan-kegiatan lainnya.  (red)



Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar