Minggu, 21 Mei 2017

Investigasi LSM Tekat Ri , Harus Jadi Pintu Masuk Bagi Kejati Lampung Untuk Memulai Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Dilambar .

LAMBAR-Banyak Proyek Pembangunan yang ada dikabupaten lampung barat (Lambar) dijadikan sebagai lahan meraup keuntungan pemborong setiap tahunnya. Nah ini satnya bagi Kejaksaan Tinggi (Kejati) lampung  segera mengusut tuntas proyek tersebut, karena dinilai sarat korupsi.
Proyek yang menguras APBD  tahun 2015-2016 bernilai miliaran rupiah, hingga kini masyarakat lambar menunggu kapan diproses dan segera turun kelapangan melihat dan menanyakan lansung kepada masyarakat ,Artinya kita secepatnya menyelamatkan uang Negara yang hampir setiap tahun banyak KKN “Kejati jangan tinggal diam. Informasi yang disampaikan melalui investigasi LSM Tekat Ri  yang dibarengi foto dan data,harus menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk mengusut proyek ini,” kata Indra Gunawan anggota DPP LSM.Transparansi kebijakan Daerah Republik Indonesia kepada Koran editor (22/5) diruang kerjanya disaat mintak komentarnya  seputar proyek  itu .
Indra menambahkan,Bukan hanya kontraktor yang harus bertanggungjawab tetapi  dinas Pekerjaan Umum dan perumahan rakyat  juga harus masuk radar korp Adhyaksa.  Mengingat institusi ini, memiliki andil paling besar dalam proyek yang telah merugikan masyarakat dan Negara itu.“Kalau pekerjaan di lapangan tidak sesuai dengan Juklak dan Juknis yang telah ditentukan ,didalam (DPA-SKPD) Ini merupakan bentuk  KKN,” cetusnya.
LSM Tekat Ri ,sangat menyesalkan pihak dinas dan kontraktor yang selama ini proyek  tidak  sesuai dengan pakta dilapangan. “ini sangat merugikan Negara” terangnya
Aktivits muda ini meminta Kejati lampung untuk segera menelusuri dan memanggil  pihak dinas yang ikut andil dalam melaksanakan proyek dan kontraktornya. “Harus ada pertanggung jawaban hukum di proyek ini, karena ada dugaan korupsi,” tegasnya.
Menurutnya, praktek-praktek korupsi yang terjadi dikabupaten lampung barat (Lambar) harus bisa ditangani institusi kejaksaan tinggi (Kejati)sebagai lembaga penegak hukum agar tidak lagi merajalela.  Mengingat korupsi merupakan salah satu faktor penyebab kemiskinan dikabupaten lampung barat.“Ada beberapa kasus korupsi sudah hampir dipastikan tersangkanya ini tapi terkesan ada kongkalikong dengan pihak koruptor untuk menyelematkannya. Sehingga kita harap pengusutan proyek pembangunan tugu sokarno disimpang tebu kelurahan tugusari yang menghabiskan dana milyaran dan pembuatan tugu gerbang masuk kota liwa dipekon sekuting yang menghabiskan dana milyaran yang mengkerut dana APBD tahun 2016.yang sangat hasilnya tidak memuaskan masyarakat lambar .”dan proyek Infrastruktur jalan seperti Jalan Sidodadi Airitam,jalan Sumberjaya talang ugan yang menghabiskan dana Milyaran ,proyek Talut Penahan Abrasi pantai dipekon sukabanjar kecamatan lumbokseminung kabupaten lampung barat yang dikerjakan asal-asalan,jalan Lapen Lapasir yang ada di pekon muarajaya 1(Satu) saat ini sudah Hancur.agar jangan sampai dibilang lemah,” ucapnya.
Indra berharap, proyek-proyek yang berbau korupsi dapat segera direspon dengan cepat oleh Kejati lampung  agar ditangani. “Saya berharap pengusutan kasus semua proyek, harus tuntas,” pintanya.
Proyek miliaran rupiah tersebut, diduga telah habis terpakai sehingga pemborong  meminta harus bertanggungjawab. “Kontraktor hanya cari untung besar padahal masyarakat dirugikan sehingga aparat penegak hukum harus bertindak karena ada unsur korupsi.  .
Proyek yang asal-asal dan dapat keuntungan besar,  pekerjaan yang dilakukan kontraktor membuat masyarakat  mengeluh. Siapakah yang paling bertangungjawab, tentunya publik menunggu action dari korps adhyaksa mengusut proyek yang mereugikan Negara .(Irw)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar