Minggu, 28 Mei 2017

Gus Ipul - Anang Hermansyah Berpeluang Duet di Pilgub Jatim

///Mengintip Geliat Pilgub Jawa Timur//
Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan siap berkoalisi dengan PKB dalam meramaikan Pilgub Jatim 2018mendatang. Namun, partai yang didirikan Amien Rais itu menawarkan kadernya untuk menjadi calon wakil gubernur.
Di DPRD Jatim, PAN hanya mempunyai 7 kursi wakil rakyat. Agar bisa ikut serta dalam mengusung calon gubernur dan wakilnya, mau tidak mau partai tersebut harus berkoalisi.
Untuk mengusung calon sendiri, partai harus mempunyai minimal 20 kursi di DPRD. Hanya PKB yang mememiliki 20 kursi. Dengan jumlah kursi yang minim, partai yang diketuai Zulkifli Hasan itupun sadar diri. Ketua Bapilu DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, pihaknya siap berkoalisi dengan PKB yang sudah pasti akan mengusung Saifullah Yusuf sebagai calon Gubernur Jatim.
“Kami siap kerjasama dengan PKB,” terang dia saat dihubungi wartawan, kemarin.
Untuk mendampingi Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, partai berlambang Matahari itu sudah menyiapkan calon wakil gubernur. Ada beberapa kader yang mumpuni dan sudah berpengalaman. Kader itu siap mendampingi Gus Ipul dalam menjalankan roda pemerintah Provinsi Jatim selama lima tahun.
Diantara kader PAN yang siap diusung adalah Ketua DPW PAN Jatim yang juga mantan Bupati Lamongan Masfuk, Wakil Ketua Umum DPP PAN yang juga Bupati Bojonegoro Suyoto dan anggota DPR RI Anang Hermansyah. “Ini kader pilihan kami yang mumpuni,” terang politikus asal Lamongan itu.
Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada calon gubernur yang akan diusung PKB untuk memilih mana kandidat yang cocok untuk menjadi orang kedua di Pemprov Jatim.
Tentu, lanjut Viva, akan diukur tingkat popularitas dan elektabilitas menurut hasil survei yang dilakukan nantinya.
Selain PAN, PDIP juga membuka ruang untuk berkoalisi dengan partai lain. Namun, sampai sekarang Partai Banteng belum menentukan partai mana yang akan diajak kerjasama mengusung calon gubernur.
“Pembicaraan dengan partai lain sudah ada, tapi belum tahapan koalisi,” terang Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional DPP PDI Perjuangan Arif Wibowo.
Menurut dia, sebelum mengusung calon dan menjalin koalisi, pihaknya akan melaksanakan mekanisme penjaringan yang sudah ditetapkan partainya.
Tahapan penjaringan akan dimulai bulan depan. Yaitu, dengan melakukan survei internal dan eksternal, pemetaan politik, penelusuran rekam jejak calon.
Anggota Komisi II itu mengatakan, elektabilitas dan popularitas calon masuk dalam tahapan pemetaan politik. Selain itu, pihaknya juga melihat tingkat penerimaan partai dan massa partai terhadap calon tersebut.
Setelah tahap itu, akan diputuskan apakah partainya akan membuka pedaftaran secara terbuka atau tertutup. “Kami juga akan memutuskan partai mana yang akan diajak koalisi,” terang legislator asal Madiun itu.
Ada beberapa tokoh yang masuk radar partai yang diketuai Megawati Seokarnoputri itu. Seperti, Gus Ipul, Khofifah Indar Parawansa, Halim Iskandar, Tri Rismaharini, Bambang DH dan calon lainnya.
Arif menegaskan bahwa pihaknya pasti akan menjalin koalisi, karena kursi partainya di DPRD Jatim hanya 19. “Kurang satu, kami siap berkoalisi,” tutur dia.
Menurut dia, pedaftaran calon gubernur masih lama, yaitu Januari 2018. Jadi, masih ada waktu untuk menyiapkan kandidat terbaik untuk mengikuti pesta demokrasi. Pada Agustus mendatang, partainya akan mengumumkan siapa calon yang akan diusung. (lum)


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar