Selasa, 30 Mei 2017

Gerbang Desa Terbaik Nasional

BANDARLAMPUNG- Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo fokus terus bekerja untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Lampung. Khusus penanganan desa tertinggal, Ridho melalui Gerakan Membangun Desa Sai Bumi Ruwai Jurai (Gerbang Desa Saburai) pada 2016 telah menggelontorkan bantuan masing-masing desa Rp280 juta untuk 100 desa. Tahun 2017 ini kembali membidik 250 desa dan ditargetkan 380 desa dapat terangkat dari status tertinggal pada 2018.

Diketahui, Provinsi Lampung memiliki 2.435 desa, sehingga sasaran program ini hanya pada desa kategori tertinggal. Gerbang Desa Saburai, menurut Gubernur Ridho berangkat dari fakta lapangan masih banyak desa tertinggal yang butuh percepatan pembangunan.

"Seluruh desa yang masuk program ini dipilih berdasarkan data Badan Pusat Statistik sebagai alat ukur. Desa yang tertinggal dibangun secara bertahap agar dalam tiga tahun dapat berubah dari status tertinggal," kata gubernur.

Ditambahkan Ridho, gerakan ini dimulai dari 100 desa yang betul-betul tertinggal secara infrastruktur, pada 17 Desember 2015 di Jatiagung, Lampung Selatan. Semua desa yang dipilih berdasarkan indeks kemajuan desa (IKD) BPS Lampung. Itu sebabya, di awal program ini sasaran utama penggunaan dana difokuskan pada infrastruktur seperti peningkatan jalan onderlagh, jalan paving blok, lapen, rabat beton, sarana air bersih, sumur bor, dan pemandian umum. Kemudian, tembok penahan tanah, drainase, gorong-gorong, jembatan dan kantor desa.

Ditambahkan gubernur, sebagai program berkesinambungan (sustainable), Gerbang Desa Saburai di 2017 menargetkan 250 desa. Program ini tersebar di Tanggamus sebanyak 53 desa, Pringsewu (5), Lampung Barat (18), Lampung Utara (35), Pesawaran (20), Lampung Timur (4), Lampung Tengah (7), Lampung Selatan (12), dan Mesuji (21). Kemudian, Pesisir Barat (29), Waykanan (19), Tulangbawang (15), dan Tulangbawang Barat (12).

Menurut gubernur, kegiatan ini diawasi satu fasilitator tiap desa sehingga ada 250 fasilitator yang didukung 13 koordinator wilayah dan 12 anggota Tim Pendamping Provinsi. "Kami memberi kebebasan kepada masyarakat desa memanfaatkan dana tersebut sesuai kebutuhan berdasarkan musyarawah desa. Silakan dipakai untuk mempercepat ketertinggalan desa," kata Ridho.

Ridho bersyukur program ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat yakni Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. "Kami bersyukur, program ini mendapat penghargaan sebagai salah satu program terbaik Provinsi Lampung dan terpilih masuk tiga besar nasional program yang langsung menyentuh masyarakat desa," urai Ridho.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Yuda Setiawan, menambahkan program intervensi Pemprov Lampung ini tidak hanya berpatokan pada bantuan Rp240 juta itu. Seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov Lampung ramai-ramai mengeroyok desa tertinggal dengan berbagai program.

Tahun ini, kata Yuda, sasaran Gerbang Desa Saburai membangun 73.046 meter jalan, 5.136 meter tembok penahan tanah, 99 unit gorong-gorong, 21 jembatan, 16.776 meter drainase, 2.638 meter irigasi, 86 unit sanitasi lingkungan, dan satu unit penampungan ikan. Selain itu, dua unit bak sampah, 33 kantor desa, 22 posyandu, 28 los pasar, 137 sumur bor, dua ruang terbuka publik, dan program sarana air bersih dengan membangun 20 bak serta 19.429 meter pipa.

"Pada dasarnya infrastruktur yang dibangun melanjutkan program di 2016. Namun ada beberapa penambahan program sesuai kebutuhan dan usulan masyarakat," terang Yuda Setiawan. (cah)


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar