Selasa, 23 Mei 2017

// Geliat Tim Arinal Djunaidi, Akhir Pekan Gelar Wayangan di Waydadi dan Natar//

Hadirkan Ki Entus, Wayang Nuansa Islami dan Semarak Sahur Bersama

Jaringan Arinal Berkarya (Jaya) terus menyosialisasikan Ketua DPD Partai Golkar Lampung Arinal Djunaidi maju Pilgub 2018. Setelah menggelar senam bersama dan pentas wayang kulit dengan dalang kondang Ki. Entus di sejumlah daerah di Lampung, dijadwalkan Jumat (26/5) di Lapangan Waydadi dan Sabtu (27/5) di Natar, Lampung Selatan. Menariknya, wayangan kali ini dipastikan bernuansa Islami dan menyemarakan makan sahur bersama.

Ketua Jaya, Himawan Ali Imron menjelaskan dirinya beserta timnya telah matang mempersiapkan pertunjukan wayang kulit yang menghadirkan Ki Enthus, Jumat malam nanti. "Insya Allah besok Jumat 26 Mei 2017 kita wayangan di Lapangan Waydadi. Selanjutnya, hari Sabtu 27 Mei 2017 di Lapangan Tanjungsari, Natar. Yang menarik wayangan dikemas Islami karena kita juga ingin ini menyemarakan makan sahur bersama di bulan ramadhan ini,” terang Imron.

Ditambahkan anggota Fraksi Golkar DPRD Lampung ini, dalam waktu dekat. Wayangan akan dilanjutkan  pada Jumat 2 Juni 2017 di Ambahrawa, Pringsewu dan  Sabtu, 3 Juni 2017 di Tanggamus. Menurut Imron, pihaknya terus  menyosialisasikan Arinal baik dari hiburan, olah raga dan banner yang terpasang hampir di seluruh penjuru Lampung. "Kita ini kerja tim, semua kerja untuk pemenangan Pak Arinal, banner sudah terpasang di kabupaten dan kota, menyosialisasikan beliau juga bukan lewat hiburan saja lewat senam dan lainnya kita jajaki," urainya.

Sementara itu, Arinal di  banyak kesempatan saat sosialisasi dengan menghibur dan mengedukasi, dia berharap lima tahun mendatang kehidupan masyarakat lebih baik. Ketua Golkar Lampung itu mengajak masyarakat bersama-sama membangun Lampung yang lebih maju dan sejahtera. “Lima tahun kedepan, masyarakat Lampung harus lebih maju dan sejahtera, ” kata mantan Sekda Provinsi Lampung  ini.

Ditambahkan, niat yang baik harus dilakukan dengan cara yang tepat dan baik pula. Arinal berharap masyarakat dapat terhibur sekaligus dapat memetik pengetahuan dari setiap pementasan wayang. “Seperti saat di Etanol, lakonnya Bima Bungkus yakni menceritkan kisah kelahiran Bima oleh Dewi Kunti. Saat dilahirkan, Bima berada dalam bungkus. Tidak ada satu peralatan yang mampu membuka bungkusannya.

Bima yang masih terbungkus akhirnya dibuang ke Krendawahana. Destarata yang mendengar peristiwa tersebut memerintahkan para Kurawa untuk membunuh Bima. Namun, para Kurawa gagal membuka bungkus yang menyelimuti Bima.

Batara Guru memprediksi Bima akan muncul sebagai kesatria pembela keadilan dan kebenaran. Dia kemudian menyuruh putranya Gajahsena memecah bungkus itu. Setelah bungkus pecah, karena terkejut keduanya lalu berkelahi. Singkat cerita, Gajahsena terbunuh oleh Bima.

“Wayang itu bukan sekadar hiburan, tapi ada nilai filosofi yang bisa menjadi tuntunan hidup bagi masyarakat. Karena itu, kami yakin pertunjukan yang menampilkan dalang kondang Ki Enthus dapat menambah pengetahuan warga masyarakat,” kata Arinal. (rls)


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar