Senin, 22 Mei 2017

Gedung IAI Agus Salim Digusur, Pemkot Metro Ditutunt Tanggung Jawab

METRO-Puluhan masa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Metro berunjuk rasa di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Metro Senin (22/5/2017). Dalam unjuk rasa tersebut, para mahasiswa meminta pemkot untuk bertanggung terhadap 1200 dan 200 siswa atas penggusuran Gedung Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim Metro. 

Kemudian, meminta Wali Kota Metro Achmad Pairin meminta maaf kepada masyarakat atas statementnya yang dinalai arogan yakni "itukan tanah kita, siapa suruh bangun", dan meminta pemkot untuk mempertanggung jawabkan atas beberapa penodaan atas visi dan misi yang berkaitan dengan keberlangsungan pendidikan. 

Aksi unjuk rasa tersebut sempat ricuh lantaran para mahasiswa tidak terima ban yang mereka bakar di pintu gerbang Kantor Pemda Metro hendak dimatikan oleh petugas BPBD. Kemudian, terjadi saling dorong antara mahasiswa dan petugas kepolisian. Akhirnya petugas kepolisian berhasil meredam aksi tersebut. 

Setelah kembali berorasi, akhirnya Wakil Wali Kota Metro Djohan mendatangi para mahasiswa yang melakukan unjuk rasa. Kemudian, dilakukan audensi di OR Setda Kota Metro. 

Dalam audensi tersebut, Wakil Wali Kota Metro Djohan mengatakan, IAI Agus Salim bukan mau digusur. Dimana, pemkot masih akan merapatkan permasalahan tersebut dengan jajaran. 

"Bukan mau digusur. Selasa besok baru mau kita rapatkan bersama yayasan. Saya mau itu bukan hanya pemerintah saja yang harus bertanggung jawab. Tetapi yayasan juga bertanggung jawab,"jelasnya. 

Kemudian, untuk tuntutan mahasiswa yang meminta Wali Kota Metro Achmad Pairin meminta maaf secara terbuka, dirinya akan berkoordinasi dengan wali kota terlebih dahulu. 

Terakhir, menjawab tuntutan mahasiswa yang terakhir, dirinya memastikan bahwa ia bersama Wali Kota Metro tetap berkomitmen untuk mewujudkan visi dan misi Kota Metro. 
"Visi dan misi Kota Metro sebagai Kota Pendidikan akan tetap kita pertahankan,"Ungkapnya. (fin).


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar