Minggu, 07 Mei 2017

Gandeng Petala, Sobat Mustafa Gelar Seminar Alam

BANDARLAMPUNG - Sobat Mustafa menggelar bersama Petualang Alam (Petala) menggelar seminar bertajuk "Kepemimpinan dan Penerapannya di Alam", Sabtu (6/5).

Menurut Sekjend Sobat Mustafa, Yondri, pemimpin itu harus mampu dan memperkuat Alam.

"Karena Alam harus tetepa dijaga untuk keberlangsungan penerus anak cucu Kita nanti," terangnya.

Yondri juga menjelaskan Peserta Seminar Umum yang dihadiri oleh perwakilan seluruh Pecinta Alam se-Lampung ini sangat mengapresiasi terselenggaranya Seminar tersebut. Karena menurut salah satu kalangan peserta sangat langka Komunitas Pecinta Alam yang melakukan kegiatan tersebut.

Selain itu, Praktisi hukum Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, SH juga mengatakan bahwa pecinta alam harus mampu membekali dirinya untuk mengembangkan jiwa Kepemimpinan dan Penerapannya di Alam untuk menjaga, merumuskan dan memperjuangkan hak-hak lingkungan. 

"Pecinta Alam harus cerdas mengambil sikap baik secara pribadi sebagai komunitas pecinta alam maupun secara bersama dengan lembaga hukum untuk memperjuangkan lingkungan yang lestari," ungkapnya.

Menurut Wahrul Fauzi Di Rumah Sobat Mustafa ini semua kegiatan pemuda bisa dilakukan baik dari kalangan mahasiswa yang suka kajian, para pemuda, komunitas pelukis, komunitas motor, sepeda dan pecinta alam, pemusik, petani, buruh dan kaum miskin kota dan lainya.

"Rumah sobat mustafa ini digagas untuk selain menggalang dukungan kepada Mustafa sebagai Gubernur Lampung juga yang paling penting untuk menyerap semua aspirasi kepada perbaikan pendidikan dan penyadaran politik lampung guna membangun alam kemajuan demokarasi Lampung dalam bentuk konsep, ide dan tindakan kongkrit untuk perubahan," paparnya.

Lanjutnya, pemuda dan rakyat lampung harus melek politik dan harus lebih cerdas dalam mengusung dan menentukan pemimpin yang pro terhadap lingkungan yang adil.

"Jangan sampai alam, hutan, sungai, bukit kita habis di eksploitasi oleh cukong pengusaha. Dan sobat mustafa serta kawan-kawan pecinta alam hadir dan harus kuat membrikan penyadaran itu ke masyarakat luas," pungkasnya. 
Sementara itu, Narasumber Hendrawan, Pecinta Alam janganlah tabu terkait politik. Karena menurutnya politik merupakan bagian penting dari perumusan kebijakan tinggi. 

"Pecinta Alam harus bisa mengawal dan penyelaras kebijakan lingkungan," jelasnya.

Hendrawan juga menambahkan, WALHI Lampung berdiri secara independen dan tidak saling sama-sama saling terkait satu sama lain, tapi dia adalah seorang manusia yang memiliki hak dan keinginan memperjuangkan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

"Maka kami sah sah saja berpolitik secara individu untuk merumuskan, mengawal dan Menegakkan kebijakan lingkungan, bangun pembelajaran politik yang bersih dan pro lingkungan serta rakyak. WALHI Lampung siap mengawalnya itu," paparnya.

Sementara itu, Supriyanto, SH menambahkan, dalam rangka menjaga eksistensi kode etik pecinta alam, maka tanggalkanlah sikap yang paling besar diantara pecinta alam lainya. 

"Karena pada kita adalah sama untuk sesama komunitas yang berbasis pecinta alam," ucapnya.

Supriyanto juga bersepakat dengan teman-teman pecinta alam untuk sama-sama menjaga kode etik tersebut dan membuat pecinta alam sebgai bagian dari solusi dan aspirasi masyarakat dalam menjaga dan mengelola lingkungan hidup. (Rls). 
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar