Selasa, 09 Mei 2017

Festival Seni Budaya Lampung Carut Marut

Tanggamus- Dinas Kebudayaan (Disbud) Tanggamus selaku penyelenggara Acara Festifal Seni Budaya Lampung yang dilaksanakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman kota Kecamatan Kota agung Kabupaten setempat yang akan berlangsung selama dua hari (9-10) Mei itu terkesan acak-acakan. 

Hal tersebut terlihat dengan banyaknya peserta Festival serta tamu undangan yang tidak mendapatkan tempat duduk, lantaran kurang tersedianya kursi dan tenda yang disiapkan oleh panitia. Tak ayal para peserta dan undanganpun berhamburan mencari tempat disekitar lokasi Taman Kota atau RTH.

Kekecewaan itu diungkapkan Kepala Pekon Kandang Besi Kecamatan Kotaagung Barat yang mengatakan bahwa Disbud Tanggamus 'ceroboh', hingga kejadian seperti itu bisa terjadi.

"Ini kan acara resmi, dihadiri banyak tamu undangan dan ratusan peserta yang mengikuti acara ini juga kan banyak. Kenapa tenda dan kursinya tidak disesuaikan jumlah undangan?," katanya.

Mendampingi warganya yang menjadi peserta dalam lomba tari kreasi, dia menilai panitia pelaksana kurang tanggap dalam menjalankan sebuah kegiatan. "Dimana etikanya,tamu undangan dan peserta tidak disediakan tempat duduk," keluhnya.

Pelaksanaan kegiatan seperti ini,menurut dia mestinya harus dilaksanakan dengan penataan dan dekorasi lokasi yang lebih baik.Segala persiapan harus diperhatikan dengan jeli sesuai kebutuhan acara. "Kegiatan ini kan ada mata anggarannya. Tapi kenapa hal sepele seperti ini bisa tidak diakomodir," ujarnya.

Keluhan juga disampaikan Abdullah, pengawas SD MI Pugung,dia menilai jika ketiadaan tempat duduk menyebabkan para peserta kebingungan mencari tempat sekedar melepas penat usai berlomba.
"Ya,terpaksa saya dan anak-anak duduk dipinggir RTH ini mas.Mau bagaimana lagi,daripada pegal tidak dapat tempat duduk," keluhnya.

Ditambahkan dia, lantaran banyaknya pengunjung dan peserta yang duduk memenuhi lokasi RTH, sehingga membuat suasana acara nampak tidak tertata rapi.

"Fasilitas yang disediakan sangat kurang, terpaksa saya dan anak-anak, duduk dibangku RTH ini karena tidak dapat kursi," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Disbud Tanggamus Gandung Hartadi ketika dikonfirmasi menjelaskan jika slot anggaran untuk penyediaan tenda dan kursi dalam acara ini memang tidak terdapat dalam draft dokumen pelaksanaan anggaran (DPA).

"Tidak ada dalam DPA kegiatan,yang ada hanya untuk panggung. Adapun, tenda yang ada saat ini berdasarkan inisiatif panitia," terang Gandung.

Kedepannya,mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Tanggamus itu berjanji kalau kejadian serupa tidak akan terulang lagi. "Ya, pastinya keluhan ini akan kita bahas dalam rapat. Agar pada kegiatan selanjutnya tidak seperti ini lagi," tandas Gandung. (Ham). 


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar