Selasa, 23 Mei 2017

DWP Tanggamus Gelar Pemeriksaan Inveksi Visual dengan IVA

Tamggamus- Dalam rangka memperkenalkan bahaya, pencegahan dan deteksi dini penyakit kanker serviks. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tanggamus melaksanakan pemeriksaan Inveksi Visual Dengan Asam Asetat (I.V.A) Tahun 2017.

Sekertaris DWP Tanggamus Arjuli Yati Syam mengatakan, kegiatan vital bagi kaum wanita ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya dilaksanakan. Tentunya dalam hal ini, dijelaskan bagaimana cara deteksi dini kanker serviks atau kanker mulut rahim kepasa para peserta. Dengan demikian, kedepannya bisa mengetahui akan pencegahan penyakit yang menduduki urutan ke dua terbanyak di idap para wanita didunia.

"Peserta kegiatan sendiri sangat antusias sekali mengikuti kegiatan pemeriksaan dan deteksi dini kanker servik ini. Dan ini kita laksanakan skala Kabupaten, sehingga para wanita Tanggamus tahu cara mendeteksi kanker yang ada dimulut rahim ini," kata Ibu Arjuli, mewakili Ketua DWP Tanggamus Hj. Af'ilah Samsul Hadi, seusai menghadiri pembukaan kegiatan deteksi kanker servik di RSUD Kota Agung. Selasa (23/5).

Lebih jauh istri dari Plt Sekda Tanggamus itu menerangkan, kanker serviks, adalah kanker yang tumbuh dan berkembang pada leher rahim wanita. Leher rahim atau serviks adalah bagian dari saluran reproduksi wanita yang menghubungkan vagina dengan rahim atau uterus. Dengan diberikannya alternatif metode IVA ini, dapat meningkatkan harapan hidup sehat kaum perempuan indonesia, terutama Bumi Begawi Jejama.

Metode IVA sendiri, lanjutnya, dipilih karena sangat sederhana. Yang berarti cukup hanya dengan mengoleskan asam asetat pada rahim, lalu diamati perubahannya, hanya dengan waktu yang tidak lama, maka hasil bisa langsung diketahui. Selain itu juga, metode ini tidaklah membutuhkan biaya yang banyak, prosedurnya pun terbilang mudah, nyaman dan tidak menyakitkan. Sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran yang berlebih.

"Cara IVA ini praktis banget, cukup tempat tidur sederhana yang representatif dan pemeriksaan dapat dilakukan dengan bidan dan perawat yang terlatih. Jadi gak ada istilah prosedur yang ribet. Gampang, praktis dan ekonomis," pungkasnya. (Gam). 


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar