Minggu, 14 Mei 2017

DPTPH Tanggamus Bagi Bibit Cabai Merah

Tanggamus- Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikutura (DPTPH) Tanggamus sudah membagikan bibit cabai merah dan bawang merah sebagai bentuk antisipasi kenaikan harga yang rutin terjadi pada kedua komoditas tersebut.

Menurut Soni Isnaini, Kepala Dinas PTPH Tanggamus, pembagian sudah dilaksanakan sejak bulan lalu dan targetnya bulan ini selesai. 

"Bibit-bibit itu sudah langsung kami bagikan, memang kemarin tidak ada pelaksanaan secara resmi karena benih harus segera ditanam, sekarang ini memang masih ada, mungkin dalam bulan ini sudah habis dibagikan," ujarnya, Jumat (12/5).

Dalam hal ini pembagian benih cabai merah dan bawang merah ditujukan kepada kelompok tani dan masyarakat. Benih yang didapat bagi kelompok tani harus ditanam di lahan pertanian yang dimiliki, sedangkan untuk masyarakat ditanam di lahan pekarangan. 

"Untuk petani yang menerima bantuan benih dimaksimalkan pada lokasi sentra seperti di Kec Gisting, Sumber Rejo, Gunung Alip, Bulok, Talang Padang, Kota Agung Timur, Wonosobo, Ulu Belu, Pulau Panggung. Sedangkan untuk bawang merah dibagikan ke tidak semua lokasi itu karena kuotanya lebih sedikit dan tidak semua bisa ditanami bawang merah," kata Soni. 

Dengan demikian nantinya akan didapat tambahan produktivitas untuk kedua komoditas itu. Sebab cabai merah dan bawang merah sudah bisa mempengaruhi inflansi, bukan saja beras saja. Saat ini harga di pasaran untuk  cabai merah sudah Rp 40.000 perkg, dan bawang merah Rp 35.000 per kg. Harga itu sudah naik dan di atas harga normal yang kisaran Rp 20.000 sampai Rp 30.000 per kg. Padahal baru satu bulan sebelumnya harga berada di kisaran harga normal. 

"Selama ini harga keduanya tinggi sejak November akhir tahun lalu sampai pada Februari tahun ini. Kemudian pada akhir Maret sampai April normal dan memasuki bulan Mei sudah naik lagi," terangnya. 

Selanjutnya Soni menerangkan bahwa, hal Ini menunjukan harga yang sangat fluktuatif dan kecenderungan masyarakat pada kedua komoditas itu membuat mereka mengorbankan pengeluaran kebutuhan lain demi mendapatkan cabai dan bawang. Saat itulah inflasi sedang berlangsung yang dampaknya menambah beban hidup masyarakat. Dan itu tidak bisa dibiarkan terus sehingga Dinas PTPH membuat solusi untuk membagikan bibit cabai merah dengan kuota 100 hektar dan 50 hektar untuk bawang merah. 

"Benih itu dibagikan secara merata ke seluruh kecamatan demi peningkatan produksi dan cegah inflasi. Pengadaan benih dari anggaran Dana Perbantuan dari Kementerian Pertanian yang diterima tahun ini. Harapannya harga yang sekarang mulai naik dalam beberapa bulan lagi tidak naik lagi sebab sudah rutin kalau akhir tahun harga keduanya pasti tinggi," jelas Soni. 

Untuk itu Soni meminta kepada masyarakat supaya membudayakan menanam cabai dan bawang merah demi mencegah naiknya harga dan inflasi. Jangan sampai mereka terkena imbas dan ini melatih mereka mandiri untuk cukupi kebutuhan sendiri. 

"Dan bagi petani, dengan adanya bantuan ini bisa mengurangi biaya produksi yang harus dikeluarkan sehingga dana yang sudah disiapkan untuk modal bisa ditabung atau digunakan bagi keperluan lain sehingga kesejahteraan bisa meningkat," harapnya. (Ham). 


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar