Minggu, 21 Mei 2017

Dara Lamtim Hobi Organisasi dan Traveling

Lampung Timur - Mia Sarmiasih atau lebih akrab dipanggil dengan Mia (21 th), merupakan dara kelahiran Braja Gemilang 10 Mei 1996  yang beralamatkan dibilangan RT.008 / RW.003 Braja Gemilang, Braja Selebah Kabupaten Lampung Timur. Dara yang mempunyai hobi berorganisasi dan travelling tersebut merupakan putri sulung dari dua bersaudara perempuan dari pasangan pasangan Parno Winarno dan Sri Wanti.

Tak banyak orang yang tahu bahwa dara yang masih duduk di bangku kuliah semester empat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan mengambil jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tersebut telah menorehkan prestasi yang turut membanggakan dan mengharumkan nama daerah yaitu sebagai Juara Satu Lomba Debat Nasional Eco Summit 2017 di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur yang berlangsung sejak tanggal 10 s/d 12 Mei 2017 beberapa waktu lalu dengan menyisihkan para peserta dari perguruan tinggi lain, baik negeri maupun swasta se-Indonesia.

Dalam perjalanannya Mia yang juga merupakan alumni dari SD Negeri 1 Way Jepara, SMP Negeri 1 Way Jepara dan SMA Muhammadiyah Braja Selebah tersebut, sempat menuturkan akan keminderannya saat memilih untuk menempuh pendidikan di Pulau Jawa. Namun dengan tekad yang kuat, dara yang bercita cita ingin menjadi seorang dosen dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak atau Menteri Dalam Negeri tersebut akhirnya mampu beradaptasi dan bahkan dapat menorehkan prestasi melebihi rekan rekannya.

Berawal dari sekedar belajar berdiskusi, menulis paper, opini dan mencoba ikut penulisan proposal salah satunya pada kegiatan Program Hibah Bina Desa yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi Nasional ternama. Lambat laun kemampuan public speaking Mia semakin terasah dan diapresiasi untuk mengikuti berbagai lomba debat baik regional, maupun nasional. Hingga pada akhirnya mampu membawanya meraih juara satu pada ajang Debat Tingkat Nasional  dengan tema “Peran Ekonomi Politik Sebagai Pendorong Kemajuan Bangsa" tersebut.

Dara yang mempunyai motto hidup “Karena Imanmu adalah Pondasimu, dan Karena Tekadmu adalah Prestasimu” juga merupakan pelajar yang berprestasi. Hal itu ditunjukkan dengan torehan IPK yang mencapai 3,91, sehingga mengantarkannya turut mendapatkan beasiswa sebanyak 1 (satu) juta rupiah dari Bank Syariah Mandiri dan Beasiswa Umum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Namun dari berbagai prestasi dan keceriaan yang disuguhkan, Mia yang lumayan mahir dalam Tari Sigeh Penguten dan Tari Melinting ini, juga merupakan anak yatim dengan seorang adik perempuan yang masih berumur 5 tahun. Mia juga merupakan seorang yang selalu hidup prihatin dan cenderung kekurangan. Hal ini disebabkan karena Mia harus selalu berhati hati dari segi pengeluaran akan kebutuhan hidupnya. Mengingat saat Mia hanya mengandalkan dari jerih payah ibunya yang menjadi seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Dalam segala keprihatinannya, Mia mempunyai harapan bahwa “saya percaya Generasi Lampung Timur unggul dalam pendidikan karakter, namun dari segi kognitif dan beberapa skill atau kemampuan yang diajarkan kadang masih perlu peningkatan yang lebih maksimal. Saya berharap dengan sedkit prestasi kecil yang saya dapatkan mampu memberikan kepedulian untuk Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam merespon sumber daya manusia generasi bangsa ini, dan mampu memberikan dukungan moril maupun materil dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manuasia yang ada. Dan secara khusus kepada Dinas Pendidikan  Kabupaten Lampung Timur, saya berharap agar mampu terus memacu para siswa untuk terus berkembang dari tingkat lokal sampai dengan tingkat Nasional,” ungkap dara yang masih memendam keinginan untuk bertemu dan berfoto bareng dengan Bupati Lampung Timur tersebut (pung)


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar